Bab Hal-Hal yang Diperbolehkan dari Meludah dan Mengeluarkan Dahak dalam Shalat
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم رَأَى نُخَامَةً فِي قِبْلَةِ الْمَسْجِدِ، فَتَغَيَّظَ عَلَى أَهْلِ الْمَسْجِدِ وَقَالَ " إِنَّ اللَّهَ قِبَلَ أَحَدِكُمْ، فَإِذَا كَانَ فِي صَلاَتِهِ، فَلاَ يَبْزُقَنَّ ـ أَوْ قَالَ ـ لاَ يَتَنَخَّمَنَّ ". ثُمَّ نَزَلَ فَحَتَّهَا بِيَدِهِ. وَقَالَ ابْنُ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ إِذَا بَزَقَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْزُقْ عَلَى يَسَارِهِ.
Diriwayatkan dari Ibn Umar: Nabi (ﷺ) melihat ada ludah di dinding yang menghadap ke Qibla masjid dan marah kepada orang-orang di masjid dan berkata, "Selama shalat, Allah ada di depan kalian, maka janganlah meludah (atau berkata, 'Janganlah mengeluarkan dahak')." Kemudian beliau turun dan menggaruk ludah itu dengan tangannya. Ibn Umar berkata (setelah menceritakan), "Jika salah satu dari kalian harus meludah selama shalat, maka hendaklah meludah ke sebelah kirinya."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
