Penjelasan Hadits Bukhari No. 1210 tentang Gangguan setan dalam shalat dan cara mengatasinya

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan bahwa setan pernah menyerang Nabi ﷺ saat beliau sedang shalat, namun Allah memberi beliau kekuatan untuk mengalahkan dan mencekiknya. Nabi ﷺ sempat ingin mengikat setan itu di tiang masjid agar dilihat para sahabat, tetapi beliau mengurungkan niat itu karena mengingat doa Nabi Sulaiman 'alaihissalam yang meminta kerajaan yang tidak diberikan kepada siapa pun setelahnya. Hadits ini menunjukkan bahwa setan benar-benar berusaha mengganggu shalat, dan bahwa gangguan itu bisa dilawan dengan pertolongan Allah serta kekhusyukan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Amalan dalam Shalat, Bab Apa yang Diperbolehkan dari Amalan dalam Shalat, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Adapun ayat yang disebutkan Nabi ﷺ dalam hadits ini adalah doa Nabi Sulaiman 'alaihissalam:

QS. Shad [38]: 35

رَبِّ هَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي

"Ya Tuhanku, karuniakanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang pun setelahku."

Dan ayat yang disebutkan An-Nadhr bin Syumail sebagai perbandingan kata "fada'attuhu":

QS. Ath-Thur [52]: 13

يَوْمَ يُدَعُّونَ إِلَىٰ نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّا

"Pada hari mereka didorong ke neraka Jahannam dengan sekuat-kuatnya."

Penjelasan Rinci

Makna hadits secara umum:

Hadits ini menjelaskan bahwa setan benar-benar berupaya mengganggu shalat Nabi ﷺ. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa setan yang muncul bukan sekadar bisikan hati, tetapi benar-benar menampakkan diri dan menyerang secara fisik untuk memutus shalat beliau. Namun Allah memberi Nabi ﷺ kekuatan sehingga beliau mampu mengalahkannya.

Kata "fadza'attuhu":

An-Nadhr bin Syumail menjelaskan bahwa kata ini berarti "aku mencekiknya" (خَنَقْتُهُ). Beliau juga menyebutkan bahwa sebagian meriwayatkan dengan "fada'attuhu" yang diambil dari firman Allah "yauma yuda''una" yang berarti "didorong". Namun yang benar menurut beliau adalah "fadza'attuhu" dengan tasydid pada huruf 'ain dan ta'. Ini menunjukkan betapa kuatnya Nabi ﷺ dalam menghadapi setan, karena Allah memberinya kekuatan khusus.

Alasan Nabi ﷺ tidak mengikat setan:

Nabi ﷺ sempat berpikir untuk mengikat setan di salah satu tiang masjid agar para sahabat bisa melihatnya di pagi hari. Namun beliau mengurungkan niat itu karena mengingat doa Nabi Sulaiman 'alaihissalam yang meminta kerajaan yang tidak diberikan kepada siapa pun setelahnya. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa Nabi ﷺ mengingat bahwa mengikat setan dan memperlihatkannya kepada manusia termasuk bagian dari kerajaan yang luar biasa, dan beliau tidak ingin mengambil keistimewaan yang telah diminta Nabi Sulaiman. Sebagian ulama menjelaskan bahwa Nabi ﷺ mengingat doa tersebut karena beliau tidak ingin mendahului apa yang telah dikhususkan bagi Nabi Sulaiman, atau karena beliau teringat bahwa mukjizat seperti itu telah dikabulkan untuk Nabi Sulaiman dan tidak untuk beliau.

Pelajaran tentang gangguan setan dalam shalat:

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil bahwa setan benar-benar berusaha mengganggu shalat manusia, dan bahwa gangguan itu bisa berupa waswas, bisikan, atau bahkan gangguan fisik. Namun seorang hamba diperintahkan untuk melawan dan berlindung kepada Allah. Ibnul Qayyim dalam Ighatsatul Lahfan menjelaskan bahwa setan memiliki berbagai cara untuk mengganggu shalat, dan cara terbaik melawannya adalah dengan menghadirkan hati, memahami makna bacaan, serta berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

Perbedaan pendapat ulama:

Para ulama berbeda pendapat apakah setan yang muncul itu benar-benar dalam bentuk fisik atau hanya makna. Jumhur ulama seperti Ibnu Hajar dan An-Nawawi memahami bahwa ini benar-benar terjadi secara fisik, karena haditsnya shahih dan tidak ada alasan untuk menakwilnya. Ini juga menunjukkan mukjizat Nabi ﷺ.

Story Telling

Dikisahkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa suatu ketika Nabi ﷺ sedang melaksanakan shalat. Tiba-tiba setan datang menghadang beliau dan berusaha memutus shalat beliau. Setan itu menyerang dengan keras. Namun Allah memberikan kekuatan kepada Nabi ﷺ sehingga beliau mampu mengalahkan dan mencekik setan tersebut hingga hampir mati.

Nabi ﷺ kemudian berkata, "Aku sempat berpikir untuk mengikatnya di salah satu tiang masjid agar kalian semua bisa melihatnya di pagi hari." Bayangkan, para sahabat akan melihat setan terikat di tiang masjid! Namun kemudian Nabi ﷺ teringat doa Nabi Sulaiman 'alaihissalam, "Ya Tuhanku, karuniakanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang pun setelahku." Maka Nabi ﷺ pun melepaskan setan itu dalam keadaan terhina dan tertunduk.

Hikmah dari kisah ini: setan itu lemah di hadapan orang yang benar-benar bersandar kepada Allah. Nabi ﷺ mampu mengalahkannya bukan karena kekuatan fisik semata, tetapi karena pertolongan Allah. Dan Nabi ﷺ meninggalkan sesuatu yang beliau mampu lakukan demi menjaga adab terhadap doa Nabi Sulaiman 'alaihissalam, menunjukkan betapa halusnya adab beliau.

Kesimpulan Praktis

  1. Setan benar-benar mengganggu shalat. Jangan anggap remeh waswas dalam shalat, tetapi lawanlah dengan kesungguhan dan doa.
  2. Berlindunglah kepada Allah. Ketika merasa diganggu setan dalam shalat, ucapkan "A'udzu billahi minasy syaithanir rajim" dan tiup ke kiri tiga kali sebagaimana diajarkan Nabi ﷺ.
  3. Hadirkan hati dalam shalat. Semakin khusyuk seseorang, semakin lemah gangguan setan. Ibnul Qayyim menekankan pentingnya memahami bacaan shalat agar hati tidak kosong.
  4. Jangan takut kepada setan. Hadits ini menunjukkan bahwa setan itu lemah di hadapan orang yang beriman dan bersandar kepada Allah.
  5. Jaga adab terhadap para nabi. Nabi ﷺ meninggalkan sesuatu yang beliau mampu lakukan karena mengingat doa Nabi Sulaiman. Ini mengajarkan kita untuk menghormati dan menjaga adab terhadap para nabi dan salafus shalih.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?