Penjelasan Hadits Bukhari No. 1192 tentang Kebiasaan Ibn Umar shalat di Masjid Quba dan Makkah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan kebiasaan Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma yang hanya shalat Dhuha pada dua kesempatan: saat tiba di Makkah (setelah thawaf) dan saat mengunjungi Masjid Quba setiap Sabtu. Beliau meneladani Nabi ﷺ yang biasa mengunjungi Masjid Quba dengan berjalan kaki atau berkendara. Hadits ini mengajarkan keutamaan shalat di Masjid Quba, keutamaan meneladani sunnah, dan adab tidak menjadikan waktu terbit/terbenam matahari sebagai waktu shalat sunnah.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan Masjid Quba:

QS. At-Taubah [9]: 108

لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا ۚ لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ

"Janganlah engkau shalat di dalamnya selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama lebih berhak engkau shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang suka membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersuci."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Keutamaan Shalat di Masjid Makkah dan Madinah, Bab Masjid Quba, dari Nafi' dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma.

Kaitan dengan ulama:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Masjid Quba dan anjuran mengunjunginya.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa ziarah ke Masjid Quba adalah sunnah yang dianjurkan.
  • Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun atas dasar takwa.

Penjelasan Rinci

Makna umum hadits:

Hadits ini menggambarkan dua kebiasaan Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma dalam melaksanakan shalat Dhuha:

  1. Saat tiba di Makkah pada waktu pagi (Dhuha): Beliau melakukan thawaf di Ka'bah, lalu shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim. Ini adalah shalat sunnah setelah thawaf, bukan shalat Dhuha dalam arti khusus.
  2. Saat mengunjungi Masjid Quba setiap Sabtu: Beliau masuk masjid dan tidak suka keluar sebelum shalat di dalamnya. Ini menunjukkan semangat beliau dalam memakmurkan masjid dan meneladani sunnah Nabi ﷺ.

Pemahaman ulama:

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan beberapa poin penting:

  • Hadits ini menunjukkan bahwa Ibnu Umar sangat bersemangat meneladani Nabi ﷺ, bahkan dalam hal-hal yang bersifat sunnah.
  • Perkataan Ibnu Umar: "Saya hanya melakukan apa yang dilakukan oleh para sahabat saya" menunjukkan bahwa beliau mengikuti jejak para sahabat Nabi ﷺ dalam beribadah.
  • Larangan shalat pada waktu terbit dan terbenam matahari adalah karena waktu tersebut adalah waktu di mana matahari disembah oleh sebagian orang, sehingga dilarang menyerupai mereka.

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan:

  • Ziarah ke Masjid Quba adalah sunnah yang dianjurkan, berdasarkan hadits Nabi ﷺ yang biasa mengunjunginya.
  • Shalat di Masjid Quba memiliki keutamaan tersendiri, sebagaimana disebutkan dalam hadits lain bahwa shalat dua rakaat di Masjid Quba pahalanya seperti umrah (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah).

Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun atas dasar takwa, dan Allah memuji orang-orang yang shalat di dalamnya.

Perbedaan pendapat:

Sebagian ulama berbeda pendapat tentang apakah shalat Dhuha secara umum dianjurkan setiap hari atau hanya pada waktu-waktu tertentu. Namun, yang paling kuat adalah bahwa shalat Dhuha adalah sunnah yang dianjurkan, dan Ibnu Umar memiliki alasan khusus mengapa beliau hanya melakukannya pada dua kesempatan tersebut, yaitu karena beliau ingin meneladani Nabi ﷺ secara spesifik dalam konteks ziarah ke Masjid Quba dan thawaf di Makkah.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma adalah salah satu sahabat yang paling bersemangat dalam meneladani sunnah Nabi ﷺ. Beliau bahkan pernah menangis ketika mendengar hadits tentang larangan menyerupai orang kafir, karena takut terjerumus ke dalamnya.

Suatu ketika, Ibnu Umar mengunjungi Masjid Quba pada hari Sabtu. Beliau masuk ke masjid dan tidak ingin keluar sebelum melaksanakan shalat di dalamnya. Beliau berkata, "Saya hanya melakukan apa yang saya lihat para sahabat saya lakukan." Ini menunjukkan betapa besar kecintaan beliau kepada sunnah Nabi ﷺ dan para sahabat.

Nabi ﷺ sendiri biasa mengunjungi Masjid Quba dengan berjalan kaki atau berkendara. Dalam hadits lain, Nabi ﷺ bersabda bahwa shalat dua rakaat di Masjid Quba pahalanya seperti umrah (HR. At-Tirmidzi). Ini menunjukkan betapa besar keutamaan masjid yang dibangun atas dasar takwa ini.

Hikmah: Kisah ini mengajarkan kita untuk bersemangat dalam meneladani sunnah Nabi ﷺ dan para sahabat, serta memakmurkan masjid-masjid yang memiliki keutamaan khusus.

Kesimpulan Praktis

  1. Keutamaan Masjid Quba: Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun atas dasar takwa, dan shalat di dalamnya memiliki keutamaan besar.
  2. Anjuran ziarah ke Masjid Quba: Bagi yang mampu, dianjurkan mengunjungi Masjid Quba dan shalat di dalamnya, terutama pada hari Sabtu sebagaimana kebiasaan Ibnu Umar.
  3. Meneladani sunnah: Hendaknya kita bersemangat meneladani sunnah Nabi ﷺ dan para sahabat dalam ibadah sehari-hari.
  4. Larangan shalat pada waktu terbit dan terbenam matahari: Hindari melaksanakan shalat sunnah pada waktu matahari terbit dan terbenam, kecuali shalat yang memiliki sebab tertentu.
  5. Memakmurkan masjid: Ketika masuk masjid, hendaknya tidak keluar sebelum melaksanakan shalat, sebagaimana kebiasaan Ibnu Umar.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?