Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan kita bahwa di malam hari bisa turun berbagai fitnah (ujian) dan juga khazaa’in (kebaikan/harta). Nabi ﷺ memerintahkan untuk membangunkan keluarga agar shalat malam, karena shalat malam adalah benteng dari fitnah. Beliau juga mengingatkan bahwa banyak orang yang di dunia berpakaian mewah namun di akhirat telanjang karena tidak beriman dan tidak beramal shalih.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang terkait:
Allah Ta'ala berfirman:
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
"Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."
(QS. Al-Isra' [17]: 79)
Hadits:
Hadits yang dimaksud diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Tahajjud, Bab Dorongan Nabi ﷺ untuk Shalat Malam dan Sunnah Tanpa Kewajiban, no. 1126. Perawinya dari Ummu Salamah radhiyallahu 'anha.
Kaitan dengan ulama:
Imam Az-Zuhri (Muhammad bin Shihab) adalah salah satu tabi'in besar yang meriwayatkan hadits ini. Beliau adalah ahli hadits dan fiqih di zamannya. Imam Al-Bukhari memuat hadits ini dalam kitab shahihnya sebagai dalil tentang keutamaan shalat malam dan kewaspadaan terhadap fitnah.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dari kalangan salaf:
1. Makna "Fitnah" dan "Khazaa'in"
- Fitnah di sini maksudnya adalah ujian dan cobaan yang menimpa manusia, baik berupa kesesatan, peperangan, atau perkara yang menggoncang iman. Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah sering menafsirkan fitnah sebagai ujian yang memisahkan antara yang baik dan yang buruk.
- Khazaa'in (harta karun) maksudnya adalah kebaikan dan rahmat yang diturunkan Allah, seperti petunjuk, ilmu, atau keberkahan. Namun ada juga ulama yang menafsirkan sebagai harta benda yang menjadi ujian bagi manusia.
2. Perintah Membangunkan Keluarga untuk Shalat Malam
Nabi ﷺ bersabda: "Bangunlah dan bangunkanlah para wanita penghuni rumah ini untuk shalat." Ini menunjukkan bahwa seorang suami atau kepala keluarga bertanggung jawab mengingatkan keluarganya untuk beribadah, terutama di waktu yang penuh berkah seperti malam hari.
Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah dalam kitabnya Latha'if Al-Ma'arif menjelaskan bahwa shalat malam adalah kebiasaan orang-orang shalih, dan membangunkan keluarga untuk ikut serta adalah bentuk kasih sayang dan kepedulian terhadap keimanan mereka.
3. Peringatan tentang "Kasiyah 'Ariyah"
Sabda Nabi ﷺ: "Betapa banyak orang yang berpakaian di dunia namun telanjang di akhirat." Ini adalah peringatan keras bagi mereka yang hanya mementingkan penampilan lahiriah namun hatinya kosong dari iman dan amal shalih.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa hakikat pakaian adalah iman dan takwa. Allah berfirman:
وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ
"Dan pakaian takwa itulah yang paling baik."
(QS. Al-A'raf [7]: 26)
Maka orang yang di dunia berpakaian mewah namun tidak bertakwa, di akhirat akan telanjang dari kebaikan dan mendapatkan siksa yang pedih.
4. Hikmah Shalat Malam sebagai Benteng Fitnah
Para ulama seperti Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitab Madarij As-Salikin menyebutkan bahwa shalat malam adalah salah satu sebab terbesar untuk selamat dari fitnah. Karena dengan shalat malam, hati menjadi tenang, jiwa menjadi bersih, dan seseorang lebih mudah mengingat Allah di saat sulit.
Story Telling
Diriwayatkan dari Ummu Salamah radhiyallahu 'anha, bahwa pada suatu malam, Rasulullah ﷺ terbangun dari tidurnya. Beliau melihat ke arah langit, lalu bersabda dengan penuh kekaguman dan kekhawatiran: "Subhanallah... betapa banyak fitnah yang diturunkan malam ini, dan betapa banyak harta karun yang diturunkan."
Beliau segera memerintahkan para istrinya untuk bangun dan shalat. Ini menunjukkan betapa pentingnya kewaspadaan seorang mukmin terhadap fitnah zaman. Beliau tidak diam, tetapi langsung bertindak dengan ibadah dan mengajak keluarganya.
Kisah ini mengajarkan kita bahwa ketika melihat tanda-tanda fitnah atau ujian, janganlah kita hanya takut atau mengeluh, tetapi segeralah mendekatkan diri kepada Allah dengan shalat, doa, dan memperbanyak ibadah.
Kesimpulan Praktis
- Bangunkan keluarga untuk shalat malam, terutama saat ada tanda-tanda fitnah atau kesulitan.
- Jangan tertipu dengan penampilan duniawi, karena hakikat pakaian adalah iman dan takwa.
- Shalat malam adalah benteng dari fitnah, maka jangan tinggalkan meskipun hanya dua rakaat.
- Jadilah orang yang peduli terhadap keimanan keluarga, bukan hanya urusan dunia mereka.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.