Bab Tidak Terjadinya Gerhana Matahari Karena Kematian Seseorang Atau Kehidupannya
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، وَهِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ قَالَتْ كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقَامَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فَصَلَّى بِالنَّاسِ، فَأَطَالَ الْقِرَاءَةَ، ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ الرُّكُوعَ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَأَطَالَ الْقِرَاءَةَ، وَهْىَ دُونَ قِرَاءَتِهِ الأُولَى، ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ الرُّكُوعَ دُونَ رُكُوعِهِ الأَوَّلِ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ، ثُمَّ قَامَ فَصَنَعَ فِي الرَّكْعَةِ الثَّانِيَةِ مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ قَامَ فَقَالَ " إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لاَ يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ، وَلَكِنَّهُمَا آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ يُرِيهِمَا عِبَادَهُ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلاَةِ ".
Aisyah رضي الله عنها berkata: "Pada masa Rasulullah صلى الله عليه وسلم, matahari mengalami gerhana. Maka Nabi صلى الله عليه وسلم berdiri untuk shalat bersama manusia dan membaca dengan bacaan yang panjang, kemudian beliau rukuk dengan rukuk yang panjang, lalu mengangkat kepalanya dan membaca dengan bacaan yang panjang, tetapi lebih pendek dari bacaan yang pertama. Kemudian beliau rukuk lagi dengan rukuk yang panjang, tetapi lebih pendek dari rukuk yang pertama, lalu mengangkat kepalanya dan melakukan dua sujud. Kemudian beliau berdiri dan melakukan di rakaat kedua seperti itu. Setelah itu beliau berdiri dan berkata: 'Sesungguhnya matahari dan bulan tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang atau kehidupannya, tetapi keduanya adalah dua tanda di antara tanda-tanda Allah yang diperlihatkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Maka jika kalian melihat hal itu, bersegeralah untuk shalat.'"
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
