Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan tata cara shalat gerhana (shalat kusuf) yang dilakukan Nabi ﷺ, yaitu dua rakaat dengan dua kali berdiri dan dua kali rukuk di setiap rakaatnya. Selain itu, hadits ini juga mengajarkan bahwa gerhana bukanlah tanda kematian atau kelahiran seseorang, melainkan tanda kebesaran Allah yang dengannya kita dianjurkan untuk berdoa, bertakbir, shalat, dan bersedekah. Di akhir khutbahnya, Nabi ﷺ juga mengingatkan tentang sifat cemburu Allah terhadap perbuatan zina dan anjuran untuk memperbanyak ibadah karena kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi.
Rujukan Ulama & Dalil
1. Ayat Al-Qur'an yang relevan:
QS. Fushshilat [41]: 37
وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
"Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah kamu bersujud kepada matahari dan bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya."
2. Hadits terkait:
Hadits yang sedang kita bahas ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Gerhana, Bab Sedekah dalam Gerhana, no. 1044, dari Aisyah radhiyallahu 'anha.
3. Kaitan dengan ulama:
- Imam Ibn Hajar al-Asqalani dalam kitab Fath al-Bari menjelaskan secara panjang lebar tentang fiqih shalat gerhana berdasarkan hadits-hadits yang ada, termasuk hadits Aisyah ini.
- Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim juga membahas perbedaan pendapat ulama tentang jumlah rukuk dalam shalat gerhana.
- Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin dan kitab-kitab fiqihnya menjelaskan tata cara shalat gerhana dan hikmahnya.
Penjelasan Rinci
Hadits ini adalah salah satu hadits terpenting dalam bab shalat gerhana. Mari kita bedah beberapa poin penting:
1. Tata Cara Shalat Gerhana
Dalam hadits ini, Aisyah radhiyallahu 'anha menggambarkan bahwa Nabi ﷺ shalat gerhana dengan dua rakaat, dan di setiap rakaatnya beliau melakukan dua kali berdiri dan dua kali rukuk. Ini yang dikenal dengan istilah rukuk dua kali dalam satu rakaat.
Para ulama berbeda pendapat tentang jumlah rukuk ini:
- Imam Malik, Imam Asy-Syafi'i, dan Imam Ahmad dalam pendapat yang masyhur berpendapat bahwa shalat gerhana adalah dua rakaat dengan dua rukuk di setiap rakaatnya, berdasarkan hadits Aisyah ini dan hadits-hadits lain yang semakna.
- Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa shalat gerhana dilakukan seperti shalat sunnah biasa, yaitu dua rakaat dengan satu rukuk di setiap rakaatnya, berdasarkan hadits Nu'man bin Basyir yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa pendapat yang lebih kuat adalah pendapat jumhur (mayoritas ulama) yaitu dua rukuk di setiap rakaat, karena hadits-hadits yang menjelaskan hal ini lebih banyak dan lebih jelas. Namun, beliau juga mencatat bahwa kedua pendapat ini memiliki dalil masing-masing, dan yang penting adalah shalat gerhana tetap dilaksanakan karena ini adalah sunnah yang ditegaskan oleh Nabi ﷺ.
2. Hikmah Gerhana Bukan Karena Kematian Seseorang
Nabi ﷺ menegaskan bahwa matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau kehidupan seseorang. Ini adalah bantahan terhadap keyakinan masyarakat jahiliyah yang mengira gerhana terjadi karena kematian atau kelahiran orang besar.
Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah menjadikan gerhana sebagai peringatan bagi hamba-hamba-Nya agar mereka kembali kepada-Nya dengan doa, shalat, dan taubat.
3. Anjuran Berdoa, Bertakbir, Shalat, dan Bersedekah
Nabi ﷺ memerintahkan empat hal ketika melihat gerhana: berdoa, bertakbir, shalat, dan bersedekah. Ini menunjukkan bahwa gerhana adalah momen untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa perintah ini mengandung hikmah agar manusia tidak sibuk dengan sebab-sebab alamiah semata, tetapi juga mengingat Allah yang mengatur alam semesta ini.
4. Sifat Cemburu Allah dan Peringatan Tentang Zina
Di akhir khutbahnya, Nabi ﷺ menyampaikan dua hal penting:
- Pertama, tidak ada yang lebih cemburu daripada Allah jika hamba-Nya berzina. Ini menunjukkan bahwa Allah sangat membenci perbuatan zina dan segala bentuk pelanggaran kehormatan.
- Kedua, jika manusia mengetahui apa yang Nabi ﷺ ketahui tentang dahsyatnya hari kiamat dan azab Allah, niscaya mereka akan sedikit tertawa dan banyak menangis.
Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya menjelaskan bahwa hadits ini mengandung peringatan keras tentang bahaya zina dan dorongan untuk memperbanyak ibadah karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput.
Story Telling
Ada kisah menarik yang diriwayatkan terkait dengan gerhana matahari. Ketika Ibrahim, putra Nabi ﷺ, meninggal dunia pada tahun ke-10 Hijriah, sebagian sahabat mengira bahwa gerhana matahari yang terjadi saat itu adalah karena kematian Ibrahim. Maka Nabi ﷺ segera meluruskan keyakinan ini.
Diriwayatkan dari Abu Bakrah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Kami sedang bersama Rasulullah ﷺ ketika terjadi gerhana matahari. Maka Nabi ﷺ bangkit sambil menyeret selendangnya hingga masuk ke masjid, lalu kami pun masuk. Beliau shalat dua rakaat bersama kami hingga matahari kembali terang. Setelah selesai, beliau bersabda: 'Sesungguhnya matahari dan bulan tidaklah mengalami gerhana karena kematian seseorang. Jika kalian melihat gerhana, maka shalatlah dan berdoalah hingga gerhana itu hilang.'" (HR. Al-Bukhari no. 1040)
Kisah ini menunjukkan bagaimana Nabi ﷺ dengan bijak meluruskan pemahaman yang keliru di tengah duka cita kehilangan putranya. Beliau tetap mengedepankan ajaran tauhid dan tidak membiarkan keyakinan yang salah berkembang di tengah umatnya.
Kesimpulan Praktis
- Shalat gerhana adalah sunnah muakkadah yang dilakukan ketika terjadi gerhana matahari atau bulan, dengan tata cara dua rakaat dan dua rukuk di setiap rakaatnya menurut pendapat jumhur ulama.
- Gerhana bukanlah tanda kematian atau kelahiran seseorang, melainkan tanda kebesaran Allah untuk mengingatkan hamba-Nya.
- Ketika melihat gerhana, kita dianjurkan untuk berdoa, bertakbir, shalat, dan bersedekah.
- Jauhi perbuatan zina karena Allah sangat membencinya, dan perbanyaklah ibadah serta persiapan untuk hari akhir karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput.
- Perbanyak menangis karena takut kepada Allah dan kurangi tertawa yang berlebihan, karena kehidupan akhirat lebih dahsyat daripada yang bisa kita bayangkan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.