Bab Shalat dalam Gerhana Matahari
HR. Al-Bukhari no. 1041Shahih
حَدَّثَنَا شِهَابُ بْنُ عَبَّادٍ، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ حُمَيْدٍ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ، عَنْ قَيْسٍ، قَالَ سَمِعْتُ أَبَا مَسْعُودٍ، يَقُولُ قَالَ النَّبِيُّ ﷺ " إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ مِنَ النَّاسِ، وَلَكِنَّهُمَا آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَقُومُوا فَصَلُّوا ".
Cara baca (latin)
haddatsana syihabu ibnu abbadin, haddatsana ibrahimu ibnu humaydin, an ismaila, an qaysin, qala samitu aba masudin, yaqulu qala annabiyyu " inna assyamsa waalqamara la yankasifani limawti ahadin mina annasi, walakinnahuma ayatani min ayati allahi, faidza raaytumuhuma faqumu fashallu ".
Diriwayatkan dari Abu Mas'ud: Nabi ﷺ bersabda, "Matahari dan bulan tidak akan gerhana karena kematian seseorang dari manusia, tetapi keduanya adalah tanda-tanda dari tanda-tanda Allah. Ketika kalian melihat keduanya, berdirilah dan shalatlah."
Belajar nahwu 14 kata
Analisis sedang disiapkan, panel terisi otomatis.
Belum ada analisis nahwu untuk hadits ini.
Matahari dan bulan tidak akan gerhana karena kematian seseorang dari manusia, tetapi keduanya adalah tanda-tanda dari tanda-tanda Allah.
Analisis dibantu AI.