Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa ketika terjadi musibah kekeringan, Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangannya saat berdoa meminta hujan, dan para sahabat pun ikut mengangkat tangan mereka bersama beliau. Ini adalah dalil disunnahkannya mengangkat tangan ketika berdoa meminta hujan, baik oleh imam maupun makmum. Namun perlu dipahami, mengangkat tangan dalam doa istisqa' (minta hujan) berbeda dengan mengangkat tangan dalam doa-doa lainnya; dalam istisqa', tangan diangkat tinggi hingga terlihat putih ketiaknya, sebagai bentuk sangat mengharap dan merendahkan diri kepada Allah.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Telah menceritakan kepada kami Ayyub bin Sulaiman, telah menceritakan kepadaku Abu Bakar bin Abi Uwais, dari Sulaiman bin Bilal, ia berkata: Yahya bin Sa'id berkata: Aku mendengar Anas bin Malik berkata:
> "Seorang badui dari penduduk pedalaman datang kepada Rasulullah ﷺ pada hari Jumat, lalu berkata: 'Wahai Rasulullah, ternak telah binasa, anak-anak telah kelaparan, dan manusia telah binasa.' Maka Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangannya berdoa, dan orang-orang pun mengangkat tangan mereka bersama beliau berdoa. Maka kami belum keluar dari masjid hingga hujan turun kepada kami. Kami terus diguyur hujan hingga Jumat berikutnya. Lalu orang itu datang lagi kepada Nabi ﷺ dan berkata: 'Wahai Rasulullah, para musafir terhambat dan jalan-jalan terputus.'"
(HR. Al-Bukhari no. 1029)
Ayat Al-Qur'an yang Terkait:
Allah ﷻ berfirman:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا * يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
"Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat.'"
(QS. Nuh [71]: 10-11)
Penjelasan Ulama:
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya mengangkat tangan dalam doa istisqa', dan hal ini dilakukan oleh imam dan makmum bersama-sama. Beliau juga menukil bahwa Imam Asy-Syafi'i berpendapat: "Aku menyukai imam mengangkat tangannya dalam istisqa' dan makmum pun mengangkat tangan mereka, karena Nabi ﷺ melakukannya dan orang-orang pun ikut melakukannya."
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
Pertama: Doa Istisqa' adalah Sunnah yang Diajarkan Nabi ﷺ
Ketika terjadi kekeringan dan kesulitan, Nabi ﷺ tidak menyuruh umatnya berpangku tangan, tetapi beliau mengajarkan untuk kembali kepada Allah dengan doa dan istighfar. Ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Nuh di atas, bahwa istighfar adalah sebab turunnya hujan.
Kedua: Mengangkat Tangan dalam Doa Istisqa'
Para ulama menjelaskan bahwa dalam doa istisqa', disunnahkan mengangkat tangan lebih tinggi daripada doa biasa. Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' menyebutkan bahwa para ulama sepakat (ijma') tentang disunnahkannya mengangkat tangan dalam doa istisqa'. Bahkan disebutkan dalam riwayat lain bahwa Nabi ﷺ mengangkat tangannya hingga terlihat putih ketiaknya (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas).
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa mengangkat tangan dalam istisqa' adalah dengan membalikkan telapak tangan ke arah langit, dan ini adalah bentuk pengharapan yang sangat kuat kepada Allah.
Ketiga: Makmum Ikut Mengangkat Tangan
Dalam hadits ini jelas disebutkan bahwa para sahabat ikut mengangkat tangan mereka bersama Nabi ﷺ. Ini menunjukkan bahwa makmum juga disunnahkan mengangkat tangan ketika imam berdoa istisqa', bukan hanya imam saja.
Keempat: Adab dalam Berdoa
Perhatikan bagaimana Nabi ﷺ dan para sahabat berdoa dengan penuh kesungguhan dan pengharapan. Mereka tidak berdoa dengan main-main, tetapi dengan hati yang khusyuk dan penuh keyakinan bahwa Allah akan mengabulkan.
Kelima: Hikmah di Balik Musibah
Setelah hujan turun lebat hingga menyebabkan kesulitan, orang badui itu kembali mengadu. Ini mengajarkan bahwa segala sesuatu ada hikmahnya. Hujan yang tadinya dinanti menjadi musibah ketika berlebihan. Maka seorang mukmin selalu kembali kepada Allah dalam segala keadaan, baik susah maupun senang.
Story Telling
Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:
> "Nabi ﷺ tidak pernah mengangkat kedua tangannya dalam doa sama sekali kecuali dalam doa istisqa', hingga terlihat putih ketiaknya. Dan beliau tidak mengangkat tangannya dalam doa-doa lainnya, melainkan hanya sedikit (tidak terlalu tinggi)."
(HR. Muslim no. 895)
Kisah ini menunjukkan betapa pentingnya doa istisqa' di sisi Nabi ﷺ. Beliau mengangkat tangannya dengan sangat tinggi sebagai bentuk penghambaan dan pengharapan yang luar biasa kepada Allah. Ini berbeda dengan doa-doa biasa yang tidak terlalu tinggi.
Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa mengangkat tangan tinggi dalam istisqa' adalah karena doa ini berkaitan dengan permintaan turunnya hujan dari langit, sehingga tangan diangkat tinggi sebagai isyarat mengharap turunnya rahmat dari atas.
Kesimpulan Praktis
- Disunnahkan mengangkat tangan ketika berdoa meminta hujan, baik oleh imam maupun makmum, dengan mengangkat tangan tinggi sebagai bentuk pengharapan yang kuat.
- Doa istisqa' dilakukan dengan penuh kesungguhan dan keyakinan bahwa Allah akan mengabulkan, sebagaimana Nabi ﷺ dan para sahabat melakukannya.
- Perbanyak istighfar ketika terjadi kekeringan, karena istighfar adalah sebab turunnya hujan sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an.
- Kembalilah kepada Allah dalam segala keadaan, baik ketika susah maupun senang, karena Dialah satu-satunya tempat meminta.
- Jadikan musibah sebagai momen untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan menjauh dari-Nya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.