Shahih oleh Darussalam
haddatsana abu muawiyaha, haddatsana alamasyu, an sadi ibni ubaydaha, an abi abdi arrahmani assulamiyyi, an aliyyin, radhiya allahu anhu qala kana rasulu allahi shalla allahu alayhi wasallama dzata yawmin jalisan wafi yadihi udun yankutu bihi qala farafaa rasahu faqala ma minkum min nafsin illa waqad ulima manziluha min aljannahi waannari qala faqalu ya rasula allahi falima namalu qala amalu fakullun muyassarun lima khuliqa lahu amma man atha wattaqa washaddaqa bialhusna fasanuyassiruhu lilyusra waamma man bakhila wastaghna wakaddzaba bialhusna fasanuyassiruhu lilusra.
Diriwayatkan bahwa Ali (رضي الله عنه) berkata: Suatu hari Rasulullah ﷺ sedang duduk dengan sebuah tongkat di tangannya, yang digunakannya untuk memukul tanah. Ia mengangkat kepalanya dan berkata: 'Tidak ada jiwa di antara kalian melainkan tempatnya di surga atau neraka sudah diketahui.' Mereka berkata: 'Wahai Rasulullah ﷺ, mengapa kita harus berusaha?' Ia berkata: 'Teruslah berusaha, karena setiap orang akan dibantu untuk melakukan apa yang diciptakan untuknya. Adapun orang yang memberi (dalam sedekah) dan bertakwa kepada Allah serta takut kepada-Nya, dan percaya kepada Al-Husna. Kami akan memudahkan baginya jalan menuju kebaikan. Tetapi orang yang kikir dan merasa cukup dengan dirinya sendiri, dan mendustakan Al-Husna, Kami akan memudahkan baginya jalan menuju keburukan.'