Shahih oleh Darussalam
haddatsana jarirun, an abdi almaliki ibni umayrin, an jabiri ibni samuraha, qala khathaba umaru annasa bialjabiyahi faqala inna rasula allahi shalla allahu alayhi wasallama qama fi mitsli maqami hadza faqala ahsinu ila ashhabi tsumma adzina yalunahum tsumma adzina yalunahum tsumma yajiu qawmun yahlifu ahaduhum ala alyamini qabla an yustahlafa alayha wayasyhadu ala assyahadahi qabla an yustasyhada faman ahabba minkum an yanala buhbuhaha aljannahi falyalzam aljamaaha fainna assyaythana maa alwahidi wahuwa min altsnayni abadu wala yakhluwanna rajulun bimraahin fainna tsalitsahuma assyaythanu waman kana minkum tasurruhu hasanatuhu watasuuhu sayyiatuhu fahuwa muminun.
Diriwayatkan bahwa Jabir bin Samurah berkata: Umar berkhutbah kepada orang-orang di al-Jabiyah, dan berkata: Rasulullah ﷺ berdiri seperti saya berdiri dan berkata: 'Perlakukanlah sahabat-sahabatku dengan baik, kemudian orang-orang yang datang setelah mereka, kemudian orang-orang yang datang setelah mereka. Kemudian akan datang orang-orang yang bersumpah sebelum diminta untuk bersumpah dan akan memberikan kesaksian sebelum diminta untuk memberikan kesaksian. Siapa di antara kalian yang ingin mendapatkan tempat terbaik di Surga, hendaklah ia berpegang pada jama'ah (kumpulan utama umat Islam), karena setan bersama satu orang dan ia lebih jauh dari dua. Tidak boleh seorang pria sendirian dengan seorang wanita karena setan akan menjadi yang ketiga di antara mereka. Siapa pun yang merasa senang ketika melakukan perbuatan baik dan merasa buruk ketika melakukan perbuatan jahat adalah seorang mukmin.'