Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 963 tentang Cara duduk dan sujud dalam shalat Nabi

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits Abu Humaid As-Sa'idi radhiyallahu 'anhu ini adalah salah satu hadits paling lengkap yang menggambarkan tata cara shalat Nabi ﷺ, termasuk cara duduk di antara dua sujud dan duduk tasyahud akhir. Inti dari bagian hadits yang Anda tanyakan adalah: ketika sujud, Nabi ﷺ membuka/menegakkan jari-jari kakinya menghadap kiblat; ketika bangkit dari sujud, beliau duduk di atas kaki kiri (iftirasy); dan pada raka'at yang diakhiri salam (tasyahud akhir), beliau duduk dengan posisi tawarruk, yaitu duduk di atas pinggul kiri dengan kaki kiri dikeluarkan dari bawah kaki kanan. Ini adalah penjelasan tentang "turuk" (cara-cara duduk) dalam shalat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Shalat, Bab "Siapa yang Menyebutkan Turuk dalam Raka'at Keempat" (no. 963). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari secara mu'allaq, dan Imam At-Tirmidzi, An-Nasa'i, serta Ibnu Hibban dalam kitab-kitab mereka.

Berikut adalah dalil dari Al-Qur'an tentang perintah menegakkan shalat dan mengikuti Nabi ﷺ:

QS. Al-Ahzab [33]: 21

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah."

Adapun hadits ini, para ulama dari kalangan sahabat yang hadir saat Abu Humaid memaparkan tata cara shalat Nabi ﷺ—di antaranya Abu Qatadah—membenarkan seluruh ucapannya. Mereka berkata: "Engkau benar, demikianlah Nabi ﷺ shalat." Ini menunjukkan bahwa hadits ini adalah kesaksian kolektif para sahabat.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits Abu Humaid As-Sa'idi ini adalah salah satu riwayat paling rinci tentang sifat shalat Nabi ﷺ. Bagian yang Anda tanyakan berfokus pada dua hal:

1. Keadaan Kaki Saat Sujud

Nabi ﷺ membuka jari-jari kakinya dan menghadapkannya ke kiblat. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan dalam Syarh Al-Mumti' bahwa yang dimaksud adalah jari-jari kaki ditegakkan dan ujungnya menghadap ke arah kiblat, tidak menggulung ke bawah. Ini adalah bentuk kesempurnaan sujud, karena seluruh anggota badan turut beribadah menghadap kiblat.

2. Cara Duduk di Antara Dua Sujud (Iftirasy)

Setelah bangkit dari sujud, Nabi ﷺ duduk di atas kaki kiri yang dibentangkan, sementara kaki kanan ditegakkan. Ini disebut iftirasy. Ini adalah posisi duduk di antara dua sujud dan juga pada tasyahud awal.

3. Cara Duduk Tasyahud Akhir (Tawarruk)

Pada raka'at yang diakhiri dengan salam—yaitu raka'at kedua dalam shalat dua raka'at atau raka'at keempat dalam shalat empat raka'at—Nabi ﷺ duduk dengan posisi tawarruk, yaitu duduk di atas pinggul kiri, kaki kiri dikeluarkan dari bawah kaki kanan, dan kaki kanan tetap ditegakkan.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah dalam Majmu' Fatawa-nya menjelaskan bahwa kedua cara duduk ini (iftirasy dan tawarruk) adalah sunnah yang shahih dari Nabi ﷺ. Posisi iftirasy dilakukan pada duduk di antara dua sujud dan tasyahud awal, sedangkan tawarruk dilakukan pada tasyahud akhir. Ini adalah pendapat jumhur ulama, termasuk Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad dalam salah satu riwayatnya.

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah dalam Sifat Shalat Nabi menegaskan bahwa hadits Abu Humaid ini adalah dalil utama untuk masalah ini, dan beliau menyebutkan bahwa riwayat ini disepakati oleh sepuluh sahabat yang hadir saat itu.

Story Telling

Abu Humaid As-Sa'idi radhiyallahu 'anhu adalah seorang sahabat yang dikenal sangat memperhatikan detail ibadah. Suatu hari, di hadapan sepuluh sahabat Nabi ﷺ yang mulia—termasuk Abu Qatadah—beliau dengan berani menyatakan: "Aku lebih tahu daripada kalian tentang cara shalat Rasulullah ﷺ."

Para sahabat tidak marah, justru mereka berkata: "Sampaikanlah!" Mereka tahu bahwa Abu Humaid adalah orang yang sangat teliti dan sering memperhatikan gerakan shalat Nabi ﷺ dari dekat. Maka Abu Humaid pun memaparkan seluruh tata cara shalat Nabi ﷺ dari takbir hingga salam. Setelah selesai, para sahabat yang hadir membenarkan: "Engkau benar, demikianlah Nabi ﷺ shalat."

Kisah ini menunjukkan adab para sahabat dalam menuntut ilmu: mereka tidak merasa gengsi untuk belajar dari sesama sahabat, dan mereka mengakui kebenaran dengan jujur. Ini juga menunjukkan bahwa memperhatikan detail ibadah adalah bagian dari kecintaan kepada Nabi ﷺ.

Kesimpulan Praktis

  1. Saat sujud, tegakkan jari-jari kaki dan hadapkan ke kiblat, karena ini adalah sunnah Nabi ﷺ.
  2. Duduk di antara dua sujud dan tasyahud awal menggunakan posisi iftirasy (duduk di atas kaki kiri, kaki kanan ditegakkan).
  3. Tasyahud akhir menggunakan posisi tawarruk (duduk di atas pinggul kiri, kaki kiri dikeluarkan dari bawah kaki kanan).
  4. Pelajarilah tata cara shalat Nabi ﷺ dengan teliti, karena shalat adalah tiang agama dan amalan pertama yang akan dihisab.
  5. Jangan merasa gengsi untuk belajar dari siapa pun yang lebih tahu, sebagaimana para sahabat belajar dari Abu Humaid.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.