Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 936 tentang Mengucapkan amin bersamaan malaikat menghapus dosa

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah dalil utama disunnahkannya makmum mengucapkan "Amin" secara berjamaah ketika imam selesai membaca Al-Fatihah. Keutamaannya sangat besar: siapa yang ucapan aminnya bersamaan dengan ucapan amin para malaikat, maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni oleh Allah. Ini menunjukkan betapa agungnya rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya yang mengikuti imam dengan khusyuk dalam shalat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Abu Dawud No. 936:

Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda cantumkan, dengan harakat lengkap):

> حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ، عَنْ مَالِكٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، وَأَبِي سَلَمَةَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُمَا أَخْبَرَاهُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: " إِذَا أَمَّنَ الإِمَامُ فَأَمِّنُوا فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ تَأْمِينُهُ تَأْمِينَ الْمَلاَئِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ " . قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ " آمِينَ " .

Terjemahan: Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu melaporkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Ketika imam mengucapkan Amin, maka ucapkanlah Amin, karena jika ucapan Amin seseorang bersamaan dengan ucapan malaikat, maka dia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." Ibn Shihab (Az-Zuhri) berkata: "Rasulullah ﷺ biasa mengucapkan Amin (di akhir Al-Fatihah)."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh:

  • Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu (no. 780)
  • Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 410) dengan lafaz yang semakna

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam Malik bin Anas meriwayatkan hadits ini dalam Al-Muwaththa' melalui gurunya, Az-Zuhri, sebagaimana tercantum dalam sanad hadits di atas.
  • Imam Abu Dawud memasukkannya dalam Sunan-nya pada "Kitab Shalat, Bab Mengaminkan di Belakang Imam" sebagai dalil disyariatkannya makmum mengucapkan amin.
  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan makna "bersamaan dengan malaikat" dan keutamaan besar di dalamnya.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin dan kitab-kitab fiqihnya menjelaskan tata cara pengamalan hadits ini dalam shalat berjamaah.

Penjelasan Rinci

1. Makna "Amin" dan Hukum Mengucapkannya

Kata "آمِينَ" (Amin) bermakna: "Ya Allah, kabulkanlah doa kami." Ini adalah doa yang diucapkan setelah membaca Al-Fatihah, baik oleh imam, makmum, maupun orang yang shalat sendirian.

Para ulama dari kalangan sahabat dan tabi'in bersepakat bahwa mengucapkan "Amin" setelah membaca Al-Fatihah adalah sunnah yang dianjurkan. Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa makmum disunnahkan mengucapkan amin secara jahr (dengan suara keras) ketika imam selesai membaca Al-Fatihah, berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lain yang semakna. Adapun Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa makmum mengucapkan amin dengan sirr (pelan), namun semua sepakat bahwa mengucapkan amin adalah sunnah.

2. Makna "Bersamaan dengan Ucapan Malaikat"

Imam An-Nawawi menjelaskan dalam Syarah Shahih Muslim bahwa para ulama berbeda pendapat tentang makna "bersamaan dengan ucapan malaikat":

  • Pendapat pertama: Yang dimaksud adalah malaikat yang bertugas mencatat amal kebaikan. Mereka ikut mengaminkan doa orang yang shalat.
  • Pendapat kedua: Yang dimaksud adalah para malaikat yang sedang shalat bersama-sama di langit, atau malaikat yang hadir di majelis-majelis dzikir.
  • Pendapat yang lebih kuat menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari: Malaikat yang dimaksud adalah malaikat pencatat amal, karena konteks hadits berbicara tentang ampunan dosa yang berkaitan dengan catatan amal.

Syaikh Al-Utsaimin menjelaskan bahwa makna "bersamaan" di sini adalah bersamaan dalam waktu dan sifat, yaitu sama-sama mengucapkan amin dengan ikhlas dan khusyuk. Bukan berarti harus persis bersamaan detiknya, karena itu di luar kemampuan manusia.

3. Keutamaan: Ampunan Dosa yang Telah Lalu

Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Jami'ul 'Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa ampunan dosa yang disebutkan dalam hadits ini adalah ampunan untuk dosa-dosa kecil, bukan dosa besar. Ini sesuai dengan kaidah Ahlus Sunnah bahwa dosa besar hanya diampuni dengan taubat nasuha. Namun, ini tetap menunjukkan keutamaan yang sangat besar dari amalan yang ringan ini.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa ampunan dosa adalah salah satu bentuk rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya yang beribadah dengan ikhlas dan mengikuti tuntunan Nabi ﷺ.

4. Amalan Az-Zuhri: Rasulullah ﷺ Mengucapkan Amin

Perkataan Az-Zuhri (Ibn Shihab) bahwa "Rasulullah ﷺ biasa mengucapkan Amin" menunjukkan bahwa beliau mengucapkannya dengan suara yang bisa didengar, karena Az-Zuhri menyampaikannya sebagai informasi yang diketahui. Ini diperkuat oleh hadits riwayat Al-Bukhari dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Jika imam mengucapkan amin, maka ucapkanlah amin, karena barangsiapa yang ucapannya bersamaan dengan ucapan malaikat, maka diampuni dosanya yang telah lalu." Dan Ibnu Syihab berkata: "Rasulullah ﷺ biasa mengucapkan amin sehingga suaranya terdengar oleh para makmum di masjid."

5. Penerapan dalam Shalat Berjamaah

Berdasarkan hadits ini dan penjelasan para ulama:

  1. Imam disunnahkan mengucapkan "Amin" dengan suara keras setelah selesai membaca Al-Fatihah.
  2. Makmum disunnahkan mengucapkan "Amin" bersamaan dengan imam, dengan suara yang tidak terlalu keras sehingga tidak mengganggu.
  3. Orang yang shalat sendirian juga disunnahkan mengucapkan amin setelah membaca Al-Fatihah.

Imam Asy-Syafi'i dalam Al-Umm menjelaskan bahwa makmum mengucapkan amin setelah imam selesai membaca Al-Fatihah, dan disunnahkan mengeraskannya. Ini adalah pendapat yang dipegang oleh mayoritas ulama hadits.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Malik bin Anas ketika ditanya tentang hukum mengucapkan amin di belakang imam, beliau menjawab dengan tegas: "Ini adalah sunnah yang telah berlalu, dan aku tidak mengetahui adanya perselisihan di kalangan ulama tentang kebolehannya." Kemudian beliau membacakan hadits Abu Hurairah ini.

Ada juga kisah tentang Al-Hasan Al-Bashri yang sangat memperhatikan shalatnya. Beliau berkata: "Wahai manusia, sesungguhnya shalat kalian tidak akan sempurna kecuali dengan mengikuti imam kalian. Maka janganlah kalian mendahului imam dalam ruku', sujud, dan amin. Ucapkanlah amin setelah imam mengucapkannya, karena itu adalah pintu kebaikan yang besar."

Kisah ini mengajarkan kita bahwa para ulama salaf sangat memperhatikan detail-detail kecil dalam shalat, karena mereka memahami bahwa kesempurnaan shalat adalah kunci diterimanya amal ibadah lainnya.

Kesimpulan Praktis

  1. Ucapkan "Amin" setelah imam selesai membaca Al-Fatihah, baik sebagai imam, makmum, maupun shalat sendirian.
  2. Jangan mendahului imam dalam mengucapkan amin, tetapi ucapkanlah setelah atau bersamaan dengan imam.
  3. Niatkan dengan ikhlas agar ucapan amin kita bersamaan dengan amin malaikat, sehingga kita mendapatkan ampunan dosa.
  4. Jaga kekhusyukan dalam shalat, karena keutamaan ini hanya didapat oleh orang yang shalat dengan benar dan khusyuk.
  5. Sebarkan ilmu ini kepada keluarga dan kerabat, karena ini adalah sunnah yang sering diabaikan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.