Bab Doa dalam Shalat
Shahih oleh Al-Albani
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ مُوسَى بْنِ أَبِي عَائِشَةَ، قَالَ كَانَ رَجُلٌ يُصَلِّي فَوْقَ بَيْتِهِ وَكَانَ إِذَا قَرَأَ { أَلَيْسَ ذَلِكَ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَى } قَالَ سُبْحَانَكَ فَبَلَى فَسَأَلُوهُ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ . قَالَ أَبُو دَاوُدَ قَالَ أَحْمَدُ يُعْجِبُنِي فِي الْفَرِيضَةِ أَنْ يَدْعُوَ بِمَا فِي الْقُرْآنِ .
Musa bin Abi 'A'ishah berkata: Seorang laki-laki biasa shalat di atas atap rumahnya. Ketika ia membaca ayat "Apakah Dia tidak mampu menghidupkan orang-orang mati?" Surah Al-Qiyamah: 42 ia berkata: "Maha Suci Engkau, maka mengapa tidak?" Mereka bertanya kepadanya tentang hal itu, dan ia menjawab: "Saya mendengarnya dari Rasulullah ﷺ." Abu Dawud berkata: Ahmad (bin Hanbal) mengatakan: "Saya senang jika dalam shalat wajib seseorang berdoa dengan apa yang terdapat dalam Al-Qur'an."