Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 775 tentang Doa pembuka shalat malam dengan tasbih dan isti'adzah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan doa pembuka (istiftah) yang dibaca Nabi ﷺ ketika bangun untuk shalat malam (tahajjud), yaitu "Subhanaka Allahumma wa bihamdika..." yang dikenal sebagai doa istiftah. Setelah itu beliau membaca takbir, tahlil, dan ta'awudz sebelum membaca Al-Qur'an. Hadits ini menjadi dalil disyariatkannya doa istiftah dalam shalat, dan para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menetapkannya sebagai sunnah yang dianjurkan.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

Allah ﷻ berfirman:

وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

"Dan (dirikanlah pula shalat) Subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)." (QS. Al-Isra' [17]: 78)

Ayat ini menunjukkan perintah mendirikan shalat, dan para ulama menjelaskan bahwa di dalam shalat terdapat dzikir dan bacaan yang harus dimulai dengan cara yang diajarkan Nabi ﷺ.

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, kitab Ash-Shalah, bab "Siapa yang Melihat Memulai dengan 'Subhanaka Allahumma wa bihamdika'", dari sahabat Abu Sa'id al-Khudri رضي الله عنه.

Hadits serupa juga diriwayatkan dari Aisyah رضي الله عنها yang menyebutkan bahwa Nabi ﷺ membuka shalat malamnya dengan doa istiftah (diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud, dan lainnya).

Catatan sanad dari Abu Dawud:

Imam Abu Dawud sendiri mengomentari bahwa hadits ini dikatakan sebenarnya dari 'Ali bin 'Ali dari al-Hasan secara mursal (tidak menyebut sahabat), dan kesalahan (wahm) terjadi pada Ja'far. Ini menunjukkan kejujuran dan ketelitian Imam Abu Dawud dalam menilai sanad hadits.

Penjelasan Rinci

Makna doa istiftah:

Doa "سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ" mengandung pujian yang sangat mendalam:

  • "سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ" — Maha Suci Engkau ya Allah: menetapkan kesucian Allah dari segala kekurangan.
  • "وَبِحَمْدِكَ" — dan dengan memuji-Mu: menggabungkan tasbih (penyucian) dengan tahmid (pujian).
  • "وَتَبَارَكَ اسْمُكَ" — Maha Berkah nama-Mu: nama Allah penuh keberkahan.
  • "وَتَعَالَى جَدُّكَ" — Maha Tinggi keagungan-Mu: menetapkan keagungan dan kemuliaan Allah.
  • "وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ" — tidak ada tuhan selain Engkau: tauhid yang murni.

Pemahaman ulama:

Imam an-Nawawi dalam Al-Majmu' dan Syarh Muslim menjelaskan bahwa doa istiftah ini adalah salah satu bentuk doa pembuka shalat yang disunnahkan, dan para ulama berbeda pendapat tentang doa istiftah mana yang paling utama — namun semuanya sepakat bahwa istiftah adalah sunnah.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan beberapa versi doa istiftah, dan semuanya boleh diamalkan secara bergantian.

Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ memiliki beberapa doa istiftah yang berbeda, dan beliau terkadang membaca satu versi dan terkadang versi lain, menunjukkan keluasan dalam hal ini.

Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menekankan bahwa membuka shalat dengan pujian kepada Allah adalah adab yang agung, karena shalat adalah munajat kepada Allah, dan sebaik-baik pembuka munajat adalah pujian.

Tentang ta'awudz:

Nabi ﷺ membaca "أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ" — berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari setan yang terkutuk, dari hamz (hasutan/gangguan berupa bisikan), nafkh (kesombongan), dan nafth (ludah/sihir atau syair yang buruk).

Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ta'awudz sebelum membaca Al-Qur'an adalah perintah Allah dalam QS. An-Nahl [16]: 98:

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

"Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca Al-Qur'an, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk."

Perbedaan pendapat:

Para ulama dari daftar yang disebutkan berbeda pendapat tentang apakah doa istiftah "Subhanaka Allahumma..." ini khusus untuk shalat malam atau juga untuk shalat wajib. Imam Ahmad bin Hanbal dan Ishaq bin Rahuyah berpendapat bahwa doa ini boleh dibaca dalam shalat wajib maupun sunnah. Imam asy-Syafi'i lebih memilih doa "Wajjahtu wajhiya..." untuk shalat wajib, namun membolehkan doa ini. Yang paling kuat menurut dalil adalah bahwa semua doa istiftah yang shahih dari Nabi ﷺ boleh diamalkan, dan yang paling utama adalah yang paling banyak dalilnya.

Story Telling

Diceritakan bahwa Abu Sa'id al-Khudri رضي الله عنه, seorang sahabat yang banyak meriwayatkan hadits, memperhatikan dengan sangat teliti bagaimana Nabi ﷺ melaksanakan shalat malam. Ia memperhatikan setiap gerakan dan bacaan, termasuk ketika Nabi ﷺ bangun di tengah malam dan memulai shalatnya. Dari pengamatan inilah beliau meriwayatkan hadits ini.

Al-Hasan al-Bashri — seorang tabi'in besar — juga meriwayatkan doa istiftah ini, sebagaimana disebutkan dalam catatan Abu Dawud bahwa hadits ini mungkin sampai kepada al-Hasan secara mursal. Ini menunjukkan bahwa para tabi'in sangat memperhatikan sunnah-sunnah Nabi ﷺ dalam shalat dan meriwayatkannya dengan penuh amanah.

Sufyan ats-Tsauri pernah berkata: "Aku tidak mengetahui amalan yang lebih utama daripada shalat, karena di dalamnya seseorang bermunajat kepada Rabb-nya." Maka membuka munajat dengan pujian terbaik adalah cerminan adab seorang hamba di hadapan Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Disunnahkan membaca doa istiftah "Subhanaka Allahumma wa bihamdika..." ketika memulai shalat, terutama shalat malam (tahajjud).
  2. Boleh membaca ta'awudz dengan lafazh lengkap "A'udzu billahis-Sami'il-'Alimi minasy-syaithanir-rajim min hamzihi wa nafkhihi wa nafsthihi" sebelum membaca Al-Qur'an.
  3. Tidak perlu memaksakan satu versi doa istiftah — Nabi ﷺ mengajarkan beberapa versi, dan semuanya boleh diamalkan.
  4. Perhatikan sanad hadits — Imam Abu Dawud sendiri mengomentari kelemahan sanad hadits ini, namun maknanya tetap shahih karena didukung hadits lain dari Aisyah رضي الله عنها.
  5. Hendaknya seorang muslim bersemangat menghidupkan shalat malam, karena di dalamnya terdapat munajat yang paling dekat antara hamba dan Rabb-nya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?