Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah salah satu hadits terpenting yang menggambarkan secara rinci tata cara shalat Nabi ﷺ, khususnya dalam gerakan rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, dan duduk tasyahud. Hadits ini mengajarkan kita tentang pentingnya thuma'ninah (ketenangan/berhenti sejenak) dalam setiap gerakan shalat, serta tata cara meletakkan anggota badan yang sesuai dengan tuntunan beliau. Hadits ini juga menjelaskan tentang posisi duduk iftirasy (duduk di atas kaki kiri) pada saat tasyahud awal atau duduk di antara dua sujud.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Shalat, Bab Awal Shalat, no. 734. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya secara ringkas (no. 828) dan Imam Ibnu Khuzaimah dalam Shahih-nya (no. 580) dengan lafaz yang lebih lengkap.
Dalam Al-Qur'an, Allah ﷻ berfirman tentang perintah untuk shalat dengan khusyuk:
QS. Al-Mu'minun [23]: 1-2
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ
"Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya."
Hadits ini juga diperkuat dengan hadits shahih lainnya yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda kepada orang yang shalatnya tidak thuma'ninah:
"Apabila engkau berdiri untuk shalat, maka sempurnakanlah wudhu, kemudian menghadaplah ke kiblat lalu bertakbirlah. Kemudian bacalah ayat Al-Qur'an yang mudah bagimu. Kemudian rukuklah dengan thuma'ninah. Kemudian bangkitlah (i'tidal) hingga engkau berdiri lurus. Kemudian sujudlah dengan thuma'ninah. Kemudian bangkitlah dari sujud hingga engkau duduk dengan thuma'ninah. Dan lakukanlah itu dalam seluruh shalatmu." (HR. Al-Bukhari no. 757, Muslim no. 397)
Penjelasan Rinci
Hadits ini adalah bagian dari hadits panjang yang diriwayatkan oleh 'Abbas bin Sahl. Beliau menceritakan bahwa para sahabat senior berkumpul dan membahas tentang shalat Nabi ﷺ. Di antara mereka adalah Abu Humaid as-Sa'idi, Abu Usaid as-Sa'idi, Sahl bin Sa'd, dan Muhammad bin Maslamah radhiyallahu 'anhum. Abu Humaid kemudian berkata, "Aku adalah orang yang paling tahu di antara kalian tentang shalat Rasulullah ﷺ."
Peristiwa ini menunjukkan betapa para sahabat sangat perhatian untuk menghafal dan menjaga tata cara shalat Nabi ﷺ. Mereka saling berdiskusi untuk memastikan bahwa mereka tidak melupakan detail-detail shalat beliau.
Beberapa poin penting yang dapat diambil dari hadits ini:
- Tata Cara Rukuk: Nabi ﷺ meletakkan kedua tangannya di atas lutut, seolah-olah menggenggamnya. Beliau juga watara tangannya, yaitu meluruskan atau membentangkan lengannya sehingga tidak menempel pada rusuk/sisi tubuhnya. Ini menunjukkan bahwa lengan tidak ditempelkan ke badan saat rukuk.
- Tata Cara Sujud: Nabi ﷺ meletakkan hidung dan dahinya ke tanah, menjauhkan tangannya dari sisi tubuhnya, dan meletakkan telapak tangannya sejajar dengan bahunya. Ini menunjukkan bahwa dalam sujud, lengan tidak ditempelkan ke badan, dan posisi telapak tangan sejajar dengan bahu (atau dalam riwayat lain sejajar dengan telinga).
- Thuma'ninah: Setelah mengangkat kepala dari sujud, beliau duduk hingga setiap tulang kembali ke tempatnya. Ini menunjukkan pentingnya thuma'ninah dalam setiap gerakan shalat, tidak terburu-buru.
- Duduk Iftirasy: Beliau duduk dengan menghamparkan kaki kiri dan menegakkan kaki kanan, dengan jari-jari kaki kanan menghadap ke kiblat. Kedua telapak tangan diletakkan di atas lutut masing-masing. Ini adalah posisi duduk iftirasy yang dilakukan pada duduk di antara dua sujud dan tasyahud awal.
- Isyarat Jari: Beliau berisyarat dengan jari telunjuknya saat tasyahud. Ini adalah salah satu sunnah dalam tasyahud.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa hadits Abu Humaid ini adalah hadits yang paling lengkap dalam menjelaskan tata cara shalat Nabi ﷺ. Beliau juga menjelaskan bahwa posisi duduk iftirasy adalah posisi yang paling utama dalam duduk di antara dua sujud dan tasyahud awal, sedangkan duduk tawarruk (duduk di atas pantat dengan kaki kiri dimasukkan ke bawah kaki kanan) dilakukan pada tasyahud akhir.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa dalam sujud, hidung dan dahi harus menempel ke tanah, dan ini adalah bagian dari anggota sujud yang tujuh. Beliau juga menjelaskan bahwa meletakkan telapak tangan sejajar dengan bahu adalah sunnah, dan jika seseorang meletakkannya sejajar dengan telinga juga diperbolehkan karena ada dalil lain yang mendukungnya.
Story Telling
Para sahabat radhiyallahu 'anhum adalah orang-orang yang sangat cinta kepada Nabi ﷺ. Mereka tidak hanya menghafal perkataan beliau, tetapi juga memperhatikan setiap gerakan beliau dalam beribadah. Kisah dalam hadits ini menunjukkan hal tersebut.
Abu Humaid as-Sa'idi radhiyallahu 'anhu adalah salah seorang sahabat yang banyak meriwayatkan hadits tentang sifat shalat Nabi ﷺ. Ketika para sahabat berkumpul dan saling bertanya tentang shalat Nabi ﷺ, Abu Humaid dengan tegas menyatakan bahwa dialah yang paling tahu di antara mereka. Ini bukanlah bentuk kesombongan, tetapi karena beliau memang banyak memperhatikan dan menghafal gerakan shalat Nabi ﷺ.
Kemudian beliau mempraktikkan langsung di hadapan mereka tata cara shalat Nabi ﷺ, sehingga mereka semua dapat melihat dan menyaksikan dengan mata kepala sendiri. Ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat menjaga warisan Nabi ﷺ, termasuk dalam hal yang tampak kecil seperti posisi tangan saat rukuk dan sujud.
Kesimpulan Praktis
- Menghafal dan mempelajari tata cara shalat Nabi ﷺ adalah kewajiban setiap muslim, karena shalat adalah tiang agama dan amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat.
- Thuma'ninah dalam setiap gerakan shalat adalah rukun yang wajib, bukan sekadar sunnah. Shalat tidak sah tanpa thuma'ninah.
- Posisi duduk iftirasy (duduk di atas kaki kiri) dilakukan pada duduk di antara dua sujud dan tasyahud awal, sedangkan duduk tawarruk dilakukan pada tasyahud akhir.
- Dalam sujud, hidung dan dahi harus menempel ke tanah, kedua telapak tangan sejajar dengan bahu, dan lengan dijauhkan dari sisi tubuh.
- Dalam rukuk, kedua tangan menggenggam lutut dan lengan dijauhkan dari sisi tubuh.
- Berisyarat dengan jari telunjuk saat tasyahud adalah sunnah Nabi ﷺ.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.