Sunan Abu Dawud · Kitab Thaharah · No. 72

Bab Wudhu dengan Air Liur Anjing

Shahih oleh Al-Albani

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ يَعْنِي ابْنَ سُلَيْمَانَ، ح وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، جَمِيعًا عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، بِمَعْنَاهُ وَلَمْ يَرْفَعَاهُ زَادَ ‏"‏ وَإِذَا وَلَغَ الْهِرُّ غُسِلَ مَرَّةً ‏"‏ ‏.‏

Dari Abu Hurairah, sebuah riwayat serupa telah disampaikan melalui sanad yang berbeda. Namun, versi ini dinyatakan sebagai pernyataan Abu Hurairah sendiri dan tidak dinisbatkan kepada Nabi ﷺ. Versi ini memiliki tambahan kata: "Jika kucing menjilat (wadah), maka harus dicuci sekali."