Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 610 tentang Posisi makmum di sebelah kanan imam

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa makmum yang hanya satu orang berdiri di sebelah kanan imam, sejajar dengannya — bukan di belakang dan bukan di kiri. Jika ia sudah berdiri di kiri, imam boleh memindahkannya ke kanan dengan memutar lewat belakang. Hadits ini juga menunjukkan keutamaan berwudhu sebelum shalat malam dan kelembutan Nabi ﷺ dalam mengajari anak kecil.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-Muzzammil [73]: 20

إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَىٰ مِن ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِّنَ الَّذِينَ مَعَكَ ۚ وَاللَّهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ ۚ عَلِمَ أَن لَّن تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ ۖ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ ۚ

Terjemahan ringkas: "Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau berdiri (shalat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua, atau sepertiganya, dan segolongan dari orang-orang yang bersamamu. Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah dari Al-Qur'an."

Ayat ini menjadi dasar umum tentang shalat malam berjamaah yang dilakukan Nabi ﷺ bersama sebagian sahabat, sebagaimana dalam hadits ini Nabi ﷺ shalat malam dan Ibnu Abbas ikut shalat bersamanya.

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya, dari jalur Musaddad dari Yahya (yaitu Yahya bin Sa'id al-Qaththan) dari Abdul Malik bin Abi Sulaiman dari Atha' bin Abi Rabah dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.

Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari jalur yang lain, dengan tambahan bahwa Nabi ﷺ menarik telinga Ibnu Abbas atau memegang kepalanya. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim dan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil utama tentang posisi makmum tunggal di sisi kanan imam.

Penjelasan Rinci

Pertama: Posisi makmum tunggal.

Para ulama dari daftar yang disebutkan sepakat bahwa jika makmum hanya satu orang (bukan dua atau lebih), maka ia berdiri di sebelah kanan imam, sejajar dengannya. Ini adalah pendapat Imam asy-Syafi'i, Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Malik, dan Imam Abu Hanifah — meskipun mereka berbeda dalam rincian apakah makmum sejajar penuh atau sedikit mundur. Yang paling kuat menurut dalil adalah sejajar di kanan, karena Nabi ﷺ dalam hadits ini "menempatkan Ibnu Abbas di sebelah kanannya" setelah sebelumnya ia berdiri di kiri.

Kedua: Hikmah memutar lewat belakang.

Nabi ﷺ tidak memindahkan Ibnu Abbas dengan cara melewati depan beliau, tetapi memutar lewat belakang. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa ini menunjukkan adab dalam shalat: tidak melintas di depan orang yang sedang shalat atau bersiap shalat. Imam an-Nawawi dalam Al-Minhaj juga menegaskan bahwa memutar makmum dari kiri ke kanan lewat belakang adalah sunnah yang dicontohkan Nabi ﷺ.

Ketiga: Keutamaan berwudhu sebelum shalat malam.

Ibnu Abbas menceritakan bahwa Nabi ﷺ membuka kantong air, berwudhu, lalu menutupnya kembali. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menjelaskan bahwa ini menunjukkan perhatian Nabi ﷺ terhadap kebersihan dan persiapan sebelum menghadap Allah, serta menjaga air agar tidak terbuang sia-sia. Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ selalu berwudhu sebelum shalat malam, dan ini menjadi sunnah yang dianjurkan.

Keempat: Kelembutan Nabi ﷺ terhadap anak kecil.

Ibnu Abbas saat itu masih kecil (menurut sebagian riwayat berusia sekitar 10-13 tahun). Nabi ﷺ tidak menegurnya dengan keras, tetapi dengan lembut memindahkannya. Imam an-Nawawi dalam Riyadh ash-Shalihin memasukkan hadits ini dalam bab kelembutan dan kasih sayang Nabi ﷺ. Ibn Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menyebutkan bahwa Ibnu Abbas adalah salah satu sahabat yang paling dekat dengan Nabi ﷺ dan banyak meriwayatkan hadits karena kedekatan ini.

Kelima: Perbedaan pendapat tentang posisi makmum tunggal.

Sebagian ulama seperti Imam Abu Hanifah berpendapat makmum tunggal berdiri sedikit di belakang kanan imam, bukan sejajar penuh. Namun Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat sejajar di kanan berdasarkan zhahir hadits ini. Ibnu Hajar menguatkan pendapat sejajar di kanan karena hadits ini jelas menyebutkan "فَأَقَامَنِي عَنْ يَمِينِهِ" (menempatkanku di sebelah kanannya) tanpa menyebut mundur. Pendapat yang paling kuat adalah sejajar di kanan.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma, sepupu Nabi ﷺ, suatu malam menginap di rumah bibinya Maimunah binti al-Harits, istri Nabi ﷺ. Ia masih muda, namun hatinya sudah dipenuhi kecintaan pada ilmu dan ibadah. Ketika Nabi ﷺ bangun malam, Ibnu Abbas pun terbangun dan mengikuti beliau berwudhu. Ia lalu berdiri di kiri Nabi ﷺ — mungkin karena merasa lebih pantas di belakang atau karena belum tahu adabnya. Namun Nabi ﷺ dengan penuh kelembutan memegang tangannya, memutar lewat belakang, dan menempatkannya di kanan. Sejak malam itu, Ibnu Abbas tumbuh menjadi salah satu ulama terbesar umat ini, hingga dijuluki Turjuman al-Qur'an (juru bicara Al-Qur'an) dan Hibr al-Ummah (tinta umat). Adz-Dzahabi dalam Siyar A'lam an-Nubala mencatat bahwa doa Nabi ﷺ untuknya, "Ya Allah, ajarkanlah dia Al-Kitab," menjadi sebab keluasan ilmunya.

Hikmahnya: kedekatan dengan orang shalih, sekecil apa pun, membawa berkah besar. Dan kelembutan dalam mengajari anak-anak adalah jalan para nabi.

Kesimpulan Praktis

  1. Jika Anda shalat berjamaah dengan satu makmum saja, berdirilah di sebelah kanan imam, sejajar dengannya.
  2. Jika sudah terlanjur di kiri, imam boleh memindahkan lewat belakang — dan ini sunnah.
  3. Berwudhulah sebelum shalat malam, dan jagalah air serta alat wudhu dengan baik.
  4. Ajarkan adab shalat kepada anak-anak dengan lembut, bukan dengan kekerasan.
  5. Teladani Nabi ﷺ dalam kesabaran dan kasih sayang kepada generasi muda.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?