Bab Dalam Mengimami dan Keutamaannya
Hasan oleh Al-Albani
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الْمَهْرِيُّ، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حَرْمَلَةَ، عَنْ أَبِي عَلِيٍّ الْهَمْدَانِيِّ، قَالَ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ، يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ " مَنْ أَمَّ النَّاسَ فَأَصَابَ الْوَقْتَ فَلَهُ وَلَهُمْ وَمَنِ انْتَقَصَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا فَعَلَيْهِ وَلاَ عَلَيْهِمْ " .
Dari Uqbah bin Amir, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang mengimami manusia dan ia melakukannya pada waktu yang tepat, maka ia dan orang-orang yang diimami akan mendapatkan pahala. Barangsiapa yang mengundurkan (shalat) dari waktu yang ditentukan, maka ia akan bertanggung jawab (atas keterlambatan ini) dan bukan orang-orang yang diimami."