Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 563 tentang Keutamaan berjalan menuju shalat menghapus dosa

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kabar gembira yang sangat besar dari Rasulullah ﷺ tentang keutamaan berjalan menuju masjid untuk shalat berjamaah. Setiap langkah kaki seorang mukmin yang keluar dari rumahnya dalam keadaan suci (berwudhu) menuju shalat, akan dicatat sebagai kebaikan dan menghapus kesalahan. Bahkan, keutamaan dan ampunan ini tetap didapatkan meskipun seseorang datang terlambat dan hanya mendapatkan sebagian shalat berjamaah, atau bahkan datang setelah jamaah selesai, selama ia tetap menyempurnakan shalatnya.

Rujukan Ulama & Dalil

1. Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

QS. Al-An'am [6]: 160

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا ۖ وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰ إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Terjemahan: "Barangsiapa membawa amal yang baik (pada hari kiamat), maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa membawa perbuatan yang jahat, maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan)."

2. Hadits Terkait:

Hadits yang Anda tanyakan diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya (no. 563), dari Sa'id bin al-Musayyib, dari seorang sahabat Anshar. Hadits ini juga memiliki penguat dari riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

"Barangsiapa yang bersuci di rumahnya, lalu berjalan menuju salah satu rumah Allah (masjid) untuk menunaikan salah satu shalat fardhu, maka setiap langkahnya menghapus satu kesalahan dan mengangkat satu derajat." (HR. Muslim, no. 666)

3. Kaitan dengan Ulama:

Hadits ini sangat ditekankan oleh para ulama dalam bab keutamaan shalat berjamaah dan adab berjalan menuju masjid. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa hadits-hadits semacam ini menunjukkan besarnya karunia Allah bagi orang yang bersungguh-sungguh menuju masjid. Beliau juga menekankan bahwa keutamaan ini didapatkan selama niatnya ikhlas karena Allah, bukan karena riya'.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:

1. Keutamaan Wudhu yang Sempurna

Rasulullah ﷺ mengaitkan keutamaan langkah kaki dengan kesempurnaan wudhu. Ini menunjukkan bahwa wudhu bukan sekadar membersihkan anggota badan, tetapi juga pembersih dosa. Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa wudhu yang sempurna (dengan membasuh anggota wudhu secara menyeluruh sesuai sunnah) menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil.

2. Setiap Langkah Dicatat dan Menghapus Dosa

Sabda Nabi ﷺ, "Ia tidak mengangkat kaki kanannya kecuali Allah mencatat satu kebaikan, dan tidak meletakkan kaki kirinya kecuali Allah menghapus satu kesalahan" — ini menunjukkan bahwa setiap gerakan menuju ketaatan akan dibalas. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa ini adalah bentuk kemurahan Allah; amal yang sedikit dan ringan dibalas dengan pahala yang besar, karena Allah Maha Pemurah.

3. Anjuran Mendekat atau Menjauh

Frasa "fal yuqarrib ahadukum au li yuba''id" (hendaklah salah seorang dari kalian mendekat atau menjauh) — para ulama menafsirkan bahwa ini adalah isyarat bahwa baik masjid itu dekat maupun jauh, selama seseorang keluar dengan niat shalat, maka pahalanya tetap besar. Imam al-Khathabi (dalam Ma'alim as-Sunan, syarah Abu Dawud) menjelaskan bahwa maknanya adalah: "Tidak masalah apakah rumahnya dekat atau jauh, karena pahala mengikuti langkah kaki." Ini adalah dorongan agar seseorang tidak malas shalat berjamaah dengan alasan masjid jauh.

4. Kasih Sayang Allah bagi yang Terlambat

Bagian terakhir hadits ini sangat indah. Ada tiga keadaan:

  • Datang sebelum jamaah dimulai → mendapat keutamaan penuh.
  • Datang saat jamaah sudah berjalan sebagian → ia shalat bersama imam pada rakaat yang tersisa, lalu menyempurnakan sisanya → tetap mendapat keutamaan jamaah.
  • Datang setelah jamaah selesai → ia shalat sendirian dengan sempurna → tetap mendapat keutamaan yang disebutkan dalam hadits.

Ini menunjukkan bahwa Allah tidak mempersulit hamba-Nya. Selama seseorang bersungguh-sungguh keluar untuk shalat, maka ia tidak akan kehilangan pahala. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa ini adalah kabar gembira bagi orang yang memiliki udzur atau kesibukan sehingga terlambat, selama ia tetap berusaha.

5. Niat yang Ikhlas

Perawi hadits ini (sahabat Anshar) berkata, "Aku menceritakan hadits ini hanya karena mengharap pahala" — ini menunjukkan bahwa menyampaikan ilmu juga harus dengan niat ikhlas. Imam an-Nawawi dalam al-Adzkar menekankan pentingnya niat dalam setiap amal, termasuk dalam menuntut dan menyebarkan ilmu.

Story Telling

Ada kisah indah tentang seorang ulama tabi'in, Sa'id bin al-Musayyib — yang merupakan perawi hadits ini. Beliau adalah seorang yang sangat zuhud dan ahli ibadah. Diceritakan bahwa selama 40 tahun beliau tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah di masjid Nabawi. Bahkan ketika beliau terkena sakit pada mata dan sebagian orang berkata, "Seandainya engkau tidak keluar ke masjid, itu lebih meringankanmu," beliau menjawab: "Aku mendengar muadzin mengumandangkan 'Hayya 'alash shalah' (marilah menuju shalat), maka jika aku tidak memenuhinya, aku takut tidak akan mendapat kebaikan selamanya."

Ini menunjukkan betapa para salaf sangat menjaga shalat berjamaah, karena mereka memahami betul keutamaan langkah kaki menuju masjid sebagaimana dalam hadits ini.

Kesimpulan Praktis

  1. Jaga wudhu — biasakan selalu dalam keadaan suci, karena ini adalah syarat dan sebab utama mendapatkan keutamaan langkah kaki.
  2. Semangat keluar menuju masjid — jangan malas, baik masjid dekat maupun jauh, karena setiap langkah dihitung oleh Allah.
  3. Niatkan ikhlas — hanya mengharap pahala Allah, bukan pamer atau riya.
  4. Jangan berkecil hati jika terlambat — tetap datang ke masjid, shalatlah bersama imam pada rakaat yang tersisa, lalu sempurnakan. Pahala tetap besar.
  5. Perbanyak istighfar — karena setiap langkah menghapus dosa, maka perbanyaklah berjalan menuju kebaikan agar dosa semakin berkurang.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.