Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 5104 tentang Larangan keluar saat sepi karena Allah menyebar makhluk-Nya

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini berisi larangan Nabi ﷺ untuk banyak keluar rumah pada malam hari ketika suasana sudah sepi dan lengang, yaitu setelah "heningnya kaki" (tidak ada aktivitas orang di jalan). Alasannya, pada saat-saat seperti itu Allah ﷻ menyebarkan makhluk-makhluk-Nya yang tidak terlihat oleh manusia, seperti jin dan setan. Ini adalah bimbingan Nabi ﷺ untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga, sekaligus mengajarkan adab memanfaatkan waktu.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Adab, Bab "Apa yang Dikatakan tentang Ayam Jantan dan Hewan Ternak", no. 5104. Berikut teks haditsnya:

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ خَالِدِ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِلاَلٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ زِيَادٍ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، ح وَحَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مَرْوَانَ الدِّمَشْقِيُّ، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْهَادِ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ عُمَرَ بْنِ حُسَيْنِ بْنِ عَلِيٍّ، وَغَيْرِهِ، قَالاَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "أَقِلُّوا الْخُرُوجَ بَعْدَ هَدْأَةِ الرِّجْلِ فَإِنَّ لِلَّهِ تَعَالَى دَوَابَّ يَبُثُّهُنَّ فِي الأَرْضِ". قَالَ ابْنُ مَرْوَانَ: "فِي تِلْكَ السَّاعَةِ". وَقَالَ: "فَإِنَّ لِلَّهِ خَلْقًا". ثُمَّ ذَكَرَ نُبَاحَ الْكَلْبِ وَالْحَمِيرَ نَحْوَهُ وَزَادَ فِي حَدِيثِهِ قَالَ ابْنُ الْهَادِ وَحَدَّثَنِي شُرَحْبِيلُ الْحَاجِبُ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ مِثْلَهُ.

Terjemahan: Dari Ali bin Umar bin Husain bin Ali, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Janganlah kalian banyak keluar setelah heningnya kaki (sepi dari aktivitas manusia), karena sesungguhnya Allah ﷻ menyebarkan makhluk-makhluk melata-Nya di bumi." Ibn Marwan berkata: "Pada saat itu." Dan ia berkata: "Sesungguhnya Allah memiliki makhluk-makhluk." Kemudian ia menyebutkan tentang gonggongan anjing dan ringkikan keledai yang semisal dengannya, dan ia menambahkan dalam haditsnya: Ibn al-Had berkata: "Telah menceritakan kepadaku Syurahbil al-Hajib dari Jabir bin Abdullah dari Rasulullah ﷺ yang semisal dengannya."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya secara ringkas, dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ أَوْ أَمْسَيْتُمْ فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ، فَإِنَّ الشَّيَاطِينَ تَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ

"Apabila malam telah tiba (gelap), atau kalian memasuki waktu sore, maka tahanlah anak-anak kalian (jangan biarkan keluar), karena setan-setan berkeliaran pada saat itu." (HR. Al-Bukhari, no. 3280)

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung bimbingan Nabi ﷺ yang sangat berharga tentang adab keluar rumah pada malam hari. Mari kita perhatikan beberapa poin penting:

1. Makna "Hed'atir Rijl" (هدأة الرجل)

Imam Ibn al-Atsir dalam an-Nihayah menjelaskan bahwa "هدأة الرجل" bermakna "diamnya dan heningnya kaki-kaki manusia dari berjalan" — yaitu waktu di mana orang-orang sudah jarang keluar, suasana sudah sepi, dan aktivitas jalanan mulai berhenti. Ini biasanya terjadi pada sepertiga malam yang pertama atau setelahnya, ketika manusia sudah masuk ke rumah masing-masing.

2. Makna "Dawabb" (دواب) dan "Khalq" (خلق)

Kata "dawabb" secara bahasa berarti hewan melata atau makhluk yang berjalan di bumi. Namun dalam konteks ini, para ulama menafsirkannya sebagai makhluk halus yang tidak terlihat, yaitu jin dan setan. Imam al-Khathabi menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah makhluk-makhluk yang Allah ciptakan dan sebarkan di bumi pada malam hari, yang tidak terlihat oleh manusia — dan mereka lebih banyak berkeliaran pada saat sepi.

3. Hikmah Larangan Keluar Malam

Syaikhul Islam Ibn Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa larangan ini bukanlah larangan mutlak, tetapi larangan yang bersifat bimbingan (irsyad) untuk menjaga keselamatan. Karena pada malam hari, khususnya saat sepi, setan-setan dan makhluk halus lebih leluasa berkeliaran. Ini juga mengajarkan kepada kita untuk tidak membiasakan diri keluar rumah tanpa keperluan di waktu-waktu yang tidak baik.

4. Kaitan dengan Gonggongan Anjing dan Ringkikan Keledai

Dalam riwayat lain yang semakna, Nabi ﷺ mengajarkan doa ketika mendengar gonggongan anjing dan ringkikan keledai di malam hari, yaitu berlindung kepada Allah dari setan. Ini menunjukkan bahwa suara-suara tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan makhluk halus. Imam Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa anjing dan keledai dapat melihat makhluk halus yang tidak dapat dilihat manusia, sehingga mereka bereaksi dengan suara tersebut.

5. Penerapan dalam Kehidupan

Para ulama menerapkan hadits ini dengan beberapa hal:

  • Tidak keluar rumah pada malam hari tanpa keperluan yang mendesak
  • Jika terpaksa keluar, membaca doa keluar rumah dan dzikir perlindungan
  • Menjaga anak-anak agar tidak bermain di luar rumah pada malam hari
  • Menutup pintu dan menyebut nama Allah, sebagaimana hadits-hadits lain yang semakna

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu, perawi hadits ini, adalah seorang sahabat yang sangat cinta kepada Nabi ﷺ. Suatu malam, beliau bersama Nabi ﷺ dalam sebuah perjalanan. Ketika malam semakin larut dan suasana mulai sepi, Nabi ﷺ bersabda kepada para sahabat: "Barangsiapa yang ingin berangkat, hendaklah ia berangkat." Kemudian beliau bersabda: "Barangsiapa yang ingin tidur, hendaklah ia tidur di bagian akhir malam, karena malam itu panjang."

Kisah ini menunjukkan bagaimana Nabi ﷺ mengajarkan para sahabat untuk bijak dalam memanfaatkan waktu malam — tidak keluar tanpa keperluan, dan jika tidur, hendaknya di awal malam agar bisa bangun untuk shalat malam dan ibadah di akhir malam. Ini adalah adab yang diajarkan Nabi ﷺ kepada umatnya dengan penuh kasih sayang.

Kesimpulan Praktis

  1. Kurangi keluar rumah pada malam hari ketika suasana sudah sepi, kecuali ada keperluan yang mendesak.
  2. Jika terpaksa keluar malam, bacalah doa keluar rumah dan dzikir perlindungan kepada Allah dari gangguan setan.
  3. Jaga anak-anak agar tidak bermain di luar rumah pada malam hari, sebagaimana perintah Nabi ﷺ dalam hadits riwayat al-Bukhari.
  4. Jika mendengar gonggongan anjing atau ringkikan keledai di malam hari, berlindunglah kepada Allah dari setan yang terkutuk, karena mereka melihat apa yang tidak kita lihat.
  5. Manfaatkan malam untuk ibadah, seperti shalat malam dan membaca Al-Qur'an, karena malam adalah waktu yang penuh keberkahan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.