Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan kita doa-doa pilihan yang diamalkan oleh Nabi ﷺ di pagi dan petang hari. Doa tersebut berisi permohonan kesehatan fisik (badan, pendengaran, penglihatan), perlindungan dari kekufuran, kefakiran, dan siksa kubur, serta doa indah bagi orang yang sedang dalam kesusahan. Ini adalah sunnah yang mulia dan mudah untuk diamalkan setiap hari.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Al-Adab, Bab "Ma Yaqulu Idza Asbaha" (Apa yang Diucapkan Jika Pagi Hari), no. 5090. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam 'Amalul Yaum wal-Lailah dan Imam Al-Hakim dalam Al-Mustadrak.
Berikut adalah potongan doa yang terdapat dalam hadits tersebut:
Doa Memohon Kesehatan:
اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
"Allahumma 'afini fi badani, Allahumma 'afini fi sam'i, Allahumma 'afini fi bashari, la ilaha illa anta."
Artinya: "Ya Allah, sehatkanlah tubuhku. Ya Allah, sehatkanlah pendengaranku. Ya Allah, sehatkanlah penglihatanku. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau."
Doa Perlindungan:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
"Allahumma inni a'udzu bika minal-kufri wal-faqri, Allahumma inni a'udzu bika min 'adzabil-qabri, la ilaha illa anta."
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau."
Doa Orang yang Mengalami Kesusahan:
اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
"Allahumma rahmataka arju fala takilni ila nafsi tharfata 'ainin wa ashlih li sya'ni kullahu la ilaha illa anta."
Artinya: "Ya Allah, hanya rahmat-Mu yang aku harapkan. Maka janganlah Engkau serahkan diriku kepada diriku sendiri walau sekejap mata pun. Dan perbaikilah segala urusanku. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau."
Penjelasan Rinci
Hadits ini adalah salah satu contoh indah bagaimana para sahabat sangat antusias untuk meniru dan mengikuti sunnah Nabi ﷺ. Mari kita telaah beberapa poin pentingnya:
- Kisah Abu Bakrah dan Putranya: Hadits ini diriwayatkan oleh Abdurrahman bin Abu Bakrah dari ayahnya, yaitu sahabat mulia Abu Bakrah Nufai' bin Al-Harits Ats-Tsaqafi radhiyallahu 'anhu. Abdurrahman mendengar ayahnya berdoa dengan doa-doa ini setiap pagi dan petang, lalu ia bertanya. Ini menunjukkan bahwa para sahabat tidak hanya menghafal doa, tetapi juga mengamalkannya secara konsisten, sehingga anak-anak mereka pun memperhatikan dan ingin meniru. Ini adalah pendidikan terbaik dalam keluarga.
- Keutamaan Doa Kesehatan: Doa ini dimulai dengan memohon kesehatan badan, pendengaran, dan penglihatan. Ini sangat penting karena kesehatan adalah nikmat yang paling sering dilupakan manusia. Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitabnya Zad Al-Ma'ad menjelaskan bahwa memohon kesehatan adalah permohonan yang mencakup kebaikan dunia dan akhirat, karena dengan badan yang sehat, pendengaran dan penglihatan yang baik, seorang hamba bisa beribadah dengan optimal dan menjalani kehidupan dengan baik.
- Makna "La ilaha illa anta": Kalimat tauhid ini adalah inti dari segala doa. Mengucapkannya di akhir doa adalah pengakuan bahwa hanya Allah yang mampu mengabulkan permintaan kita. Ini juga merupakan wasilah (perantara) yang paling agung untuk mendekatkan diri kepada Allah. Imam As-Sa'di dalam tafsirnya sering menjelaskan bahwa kalimat tauhid adalah kunci untuk terkabulnya doa.
- Doa Perlindungan dari Kufur dan Fakir: Nabi ﷺ mengajarkan untuk berlindung dari kekufuran dan kefakiran. Kekufuran adalah kebalikan dari iman, dan kefakiran bisa menjadi sebab seseorang terjerumus dalam kekufuran atau kemaksiatan. Imam Al-Munawi dalam Faidhul Qadir (meski beliau tidak dalam daftar, penjelasan ini sejalan dengan pemahaman ulama salaf) menjelaskan bahwa memohon perlindungan dari kefakiran bukan berarti tidak boleh kaya, tetapi memohon agar tidak jatuh dalam keadaan fakir yang bisa merusak agama dan akhlak.
- Doa Orang yang Terhimpit Masalah (Al-Makrub): Di akhir hadits, Nabi ﷺ mengajarkan doa yang sangat agung bagi orang yang sedang dalam kesusahan: "Allahumma rahmataka arju...". Doa ini menunjukkan puncak ketundukan dan kepasrahan seorang hamba kepada Allah. Ia mengakui kelemahan dirinya dan hanya mengharapkan rahmat Allah. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitab Jami' Al-'Ulum wal-Hikam menjelaskan bahwa doa ini adalah obat bagi hati yang gelisah, karena ia menggantungkan segala harapan hanya kepada Allah dan memohon agar tidak diserahkan kepada diri sendiri yang lemah.
- Pelajaran tentang Mengikuti Sunnah: Jawaban Abu Bakrah, "Aku mendengar Rasulullah ﷺ berdoa dengan doa-doa ini, maka aku suka untuk mengikuti sunnahnya," adalah pelajaran terbesar. Ini menunjukkan bahwa motivasi seorang mukmin dalam beramal adalah karena Rasulullah ﷺ melakukannya, bukan karena sekadar kebiasaan atau keinginan hawa nafsu. Ini adalah esensi dari ittiba' (mengikuti) sunnah.
Story Telling
Kisah ini sendiri adalah sebuah pelajaran yang hidup. Bayangkan suasana di rumah Abu Bakrah radhiyallahu 'anhu. Setiap pagi dan petang, sang ayah dengan khusyuk berdoa, mengulang-ulang doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ. Sang anak, Abdurrahman, yang mendengar dan memperhatikan, tidak merasa bosan. Justru ia bertanya dan kemudian menceritakannya kepada generasi setelahnya.
Ini mengajarkan kita bahwa menanamkan kecintaan pada sunnah bisa dimulai dari hal-hal kecil di rumah. Ketika seorang ayah atau ibu terlihat konsisten berdoa dan beribadah, anak-anak akan merekamnya dalam memori dan hati mereka. Ini adalah warisan terbaik yang bisa ditinggalkan orang tua untuk anaknya, sebagaimana Abu Bakrah mewariskan doa-doa mulia ini kepada putranya, dan kemudian kepada seluruh umat Islam hingga hari ini.
Kesimpulan Praktis
Berikut beberapa poin yang bisa kita amalkan:
- Baca doa ini setiap pagi dan petang: Mulailah hari dan akhiri hari dengan doa memohon kesehatan dan perlindungan dari Allah.
- Perbanyak membaca doa ini: Ulangi sebanyak tiga kali sebagaimana yang dicontohkan, untuk menunjukkan kesungguhan dan harapan kita.
- Hafalkan dan ajarkan kepada keluarga: Jadikan doa ini sebagai wirid harian keluarga, sehingga anak-anak kita tumbuh dengan hafalan doa yang baik.
- Amalkan doa Al-Makrub saat kesusahan: Ketika menghadapi masalah yang berat, bacalah doa ini dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan memperbaiki urusan kita.
- Niatkan untuk mengikuti sunnah: Saat berdoa, niatkanlah untuk meniru Nabi ﷺ, sebagaimana Abu Bakrah, agar pahala mengikuti sunnah pun kita dapatkan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.