Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 5077 tentang Dzikir pagi petang dengan pahala besar dan perlindungan setan

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kabar gembira yang sangat besar dari Nabi ﷺ tentang keutamaan dzikir pagi dan petang. Cukup dengan mengucapkan satu kalimat yang ringan di lisan, yaitu kalimat tauhid yang mengandung pujian kepada Allah, seorang hamba mendapatkan pahala yang sangat besar: seperti memerdekakan budak, dicatat 10 kebaikan, dihapus 10 keburukan, diangkat 10 derajat, dan dilindungi dari gangguan setan sepanjang hari atau malam. Ini menunjukkan betapa luasnya rahmat dan karunia Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada hamba-Nya yang berdzikir.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits yang dimaksud:

Dari Abu Ayyasy (atau Ibnu Abi 'Aisy) radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

> "Barangsiapa yang mengucapkan di pagi hari: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu), maka baginya pahala setara memerdekakan budak dari keturunan Isma'il, dituliskan baginya 10 kebaikan, dihapuskan darinya 10 keburukan, diangkat baginya 10 derajat, dan dia berada dalam perlindungan dari setan hingga petang. Jika mengucapkannya di petang hari, maka baginya pahala yang sama hingga pagi hari." (HR. Abu Dawud no. 5077, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Abi Dawud)

Dalil pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

> وَلَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَهُ الدِّينُ وَاصِبًا ۚ أَفَغَيْرَ اللَّهِ تَتَّقُونَ

> "Dan milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi, dan milik-Nya (pula) agama yang selamanya (ditaati). Maka mengapa kamu bertakwa kepada selain Allah?" (QS. An-Nahl [16]: 52)

Juga firman-Nya:

> فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

> "Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku." (QS. Al-Baqarah [2]: 152)

Kaitan dengan ulama:

Hadits ini dijelaskan oleh para ulama dalam kitab-kitab mereka, di antaranya:

  • Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Shahih Abi Dawud dan Silsilah ash-Shahihah menilai hadits ini shahih dan menyebutkan bahwa hadits ini memiliki penguat dari riwayat lain.
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Tafsir as-Sa'di menjelaskan tentang keutamaan dzikir dan tauhid, bahwa kalimat ini mengandung pengakuan keesaan Allah, kerajaan-Nya, dan pujian kepada-Nya.
  • Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Al-Wabil ash-Shayyib menjelaskan bahwa dzikir pagi dan petang adalah benteng yang melindungi hamba dari gangguan setan.

Penjelasan Rinci

Makna kalimat dzikir ini:

Kalimat لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ mengandung tiga pilar tauhid yang agung:

  1. Tauhid Uluhiyah — pengakuan bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah semata, tanpa sekutu.
  2. Tauhid Rububiyah — pengakuan bahwa milik Allah seluruh kerajaan alam semesta, Dia yang mengatur dan memelihara.
  3. Tauhid Asma' wa Sifat — penetapan sifat kesempurnaan bagi Allah, yaitu Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Keutamaan yang terkandung dalam hadits:

  1. Pahala memerdekakan budak dari keturunan Isma'il — Ini adalah pahala yang sangat besar. Memerdekakan budak adalah amalan yang sangat dicintai Allah. Disebutkan "dari keturunan Isma'il" karena mereka adalah budak yang paling mahal dan paling mulia di sisi bangsa Arab saat itu. Ini menunjukkan betapa agungnya pahala dzikir ini.
  2. Ditulis 10 kebaikan — Setiap huruf dari kalimat ini mengandung kebaikan, dan Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki.
  3. Dihapus 10 keburukan — Ini adalah rahmat Allah yang menghapus dosa-dosa kecil dengan amalan-amalan baik.
  4. Diangkat 10 derajat — Ini menunjukkan peningkatan kedudukan hamba di sisi Allah.
  5. Dilindungi dari setan hingga petang (atau pagi) — Ini adalah benteng perlindungan yang sangat berharga. Setan adalah musuh yang nyata bagi manusia, dan dzikir ini menjadi perisai dari gangguannya.

Penjelasan ulama tentang hadits ini:

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa dzikir pagi dan petang adalah amalan yang sangat dianjurkan, dan kalimat ini termasuk dzikir yang paling utama karena mengandung tauhid yang murni. Beliau juga menekankan bahwa perlindungan dari setan yang disebutkan dalam hadits ini adalah perlindungan dari gangguan dan was-wasnya, bukan berarti seseorang tidak akan tertimpa musibah takdir.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah dalam Tuhfatul Ikhwan menyebutkan bahwa dzikir pagi dan petang adalah sunnah yang diajarkan Nabi ﷺ, dan di antara dzikir yang paling utama adalah kalimat ini. Beliau menganjurkan untuk membacanya setiap pagi dan petang dengan penuh keyakinan dan keikhlasan.

Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah menjelaskan bahwa kalimat ini mengandung pengakuan bahwa Allah semata yang memiliki kerajaan dan segala pujian, dan ini adalah bentuk penghambaan yang sempurna. Beliau juga menekankan pentingnya memahami makna dzikir, bukan sekadar melafalkannya.

Catatan penting:

Dalam riwayat Abu Dawud ini terdapat kisah menarik: seorang laki-laki bermimpi bertemu Rasulullah ﷺ dan bertanya tentang hadits yang diriwayatkan Abu Ayyasy. Rasulullah ﷺ membenarkan hadits tersebut dengan bersabda: "Abu Ayyasy benar." Ini menunjukkan bahwa hadits ini benar dan shahih, dan mimpi para sahabat tentang Nabi ﷺ adalah benar karena setan tidak bisa menyerupai bentuk Nabi ﷺ.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah — salah satu ulama besar yang sangat teguh dalam berpegang kepada sunnah — selalu menjaga dzikir pagi dan petang. Beliau dikenal sebagai pribadi yang sangat tekun beribadah dan selalu menjaga lisan dari perkataan yang sia-sia.

Suatu ketika, beliau ditanya tentang rahasia ketenangan hatinya di tengah ujian dan cobaan yang berat — beliau dipenjara dan disiksa karena mempertahankan aqidah yang benar. Beliau menjawab bahwa dzikir kepada Allah adalah penenang hati, dan bahwa kalimat tauhid yang diucapkan dengan keyakinan akan menjadi benteng yang kuat dari segala gangguan.

Kisah ini mengajarkan kita bahwa dzikir bukan sekadar rutinitas lisan, tetapi adalah kebutuhan hati. Semakin kita memahami maknanya dan menghayatinya, semakin besar manfaat dan ketenangan yang kita rasakan.

Kesimpulan Praktis

  1. Biasakan membaca dzikir ini setiap pagi dan petang — Bacalah dengan penuh keyakinan dan keikhlasan, bukan sekadar rutinitas.
  2. Pahami maknanya — Renungkan bahwa kita mengakui keesaan Allah, kerajaan-Nya, dan kekuasaan-Nya atas segala sesuatu.
  3. Jaga konsistensi — Dzikir ini ringan di lisan tetapi berat di timbangan. Jangan remehkan amalan yang sedikit namun dilakukan secara istiqamah.
  4. Yakini janji Allah — Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. Jika kita berdzikir dengan ikhlas, maka pahala yang disebutkan dalam hadits akan kita dapatkan.
  5. Jadikan dzikir sebagai benteng — Di tengah kehidupan yang penuh fitnah dan gangguan setan, dzikir adalah perisai yang melindungi kita.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.