Sunan Abu Dawud · Kitab Adab · No. 5048

Bab Apa yang Dikatakan Saat Tidur

Shahih oleh Al-Albani

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ الْغَزَّالُ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الأَعْمَشِ، وَمَنْصُورٍ، عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَيْدَةَ، عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ بِهَذَا قَالَ سُفْيَانُ قَالَ أَحَدُهُمَا " إِذَا أَتَيْتَ فِرَاشَكَ طَاهِرًا " . وَقَالَ الآخَرُ " تَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ " . وَسَاقَ مَعْنَى مُعْتَمِرٍ .

haddatsana muhammadu ibnu abdi almaliki alghazzalu, haddatsana muhammadu ibnu yusufa, haddatsana sufyanu, ani alamasyi, wamanshurin, an sadi ibni ubaydaha, ani albarai ibni azibin, ani annabiyyi bihadza qala sufyanu qala ahaduhuma " idza atayta firasyaka thahiran ". waqala alakharu " tawaddha wudhuaka lilsshalahi ". wasaqa mana mutamirin.

Tradisi yang disebutkan di atas juga telah diteruskan oleh al-Bara bin Azib dari nabi (Semoga keselamatan tercurah kepada-Nya) dengan cara yang sama melalui rantai perawi yang berbeda. Salah satu perawi berkata: ketika kamu pergi ke tempat tidurmu dalam keadaan suci. Yang lainnya berkata: Lakukanlah wudhu seperti wudhu untuk shalat. Kemudian ia meneruskan tradisi tersebut dengan cara yang sama seperti Mu'tamir.

Penjelasan