Bab Tentang Penegasan Terhadap Kebohongan
Shahih oleh Al-Albani
haddatsana abu bakri ibnu abi syaybaha, haddatsana wakiun, akhbarana alamasyu, h wahaddatsana musaddadun, haddatsana abdu allahi ibnu dawuda, haddatsana alamasyu, an abi wailin, an abdi allahi, qala qala rasulu allahi " iyyakum waalkadziba fainna alkadziba yahdi ila alfujuri wainna alfujura yahdi ila annari wainna arrajula layakdzibu wayataharra alkadziba hatta yuktaba inda allahi kaddzaban waalaykum biasshidqi fainna asshidqa yahdi ila albirri wainna albirra yahdi ila aljannahi wainna arrajula layashduqu wayataharra asshidqa hatta yuktaba inda allahi shiddiqan ".
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Waki', telah menceritakan kepada kami Al-A'mash, dan telah menceritakan kepada kami Musaddad, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Dawud, telah menceritakan kepada kami Al-A'mash, dari Abu Wail, dari Abdullah, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Hati-hatilah kalian dari kebohongan, karena kebohongan itu mengantarkan kepada keburukan, dan keburukan itu mengantarkan kepada neraka; dan sesungguhnya seorang lelaki benar-benar berdusta dan berusaha untuk berdusta hingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta. Dan berpeganglah kalian pada kebenaran, karena kebenaran itu mengantarkan kepada kebaikan, dan kebaikan itu mengantarkan kepada surga; dan sesungguhnya seorang lelaki benar-benar berkata benar dan berusaha untuk berkata benar hingga dicatat di sisi Allah sebagai orang yang sangat benar."