Bab Tentang Melaknat
Hasan oleh Al-Albani
haddatsana ahmadu ibnu shalihin, haddatsana yahya ibnu hassana, haddatsana alwalidu ibnu rabahin, qala samitu nimrana, yadzkuru an ummi addardai, qalat samitu aba addardai, yaqulu qala rasulu allahi " inna alabda idza laana syayan shaidati allanahu ila assamai fatughlaqu abwabu assamai dunaha tsumma tahibthu ila alardhi fatughlaqu abwabuha dunaha tsumma takhudzu yaminan wasyimalan faidza lam tajid masaghan rajaat ila adzi luina fain kana lidzalika ahlan waila rajaat ila qailiha ". qala abu dawuda qala marwanu ibnu muhammadin huwa rabahu ibnu alwalidi samia minhu wadzakara anna yahya ibna hassana wahima fihi.
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Shalih, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Hassan, telah menceritakan kepada kami Al-Walid bin Rabah, ia berkata: 'Aku mendengar Nimran menyebutkan dari Ummu al-Dardaa, ia berkata: 'Aku mendengar Abu al-Dardaa berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya seorang hamba jika melaknat sesuatu, maka laknat itu naik ke langit dan pintu-pintu langit tertutup untuknya. Kemudian ia turun ke bumi dan pintu-pintu bumi tertutup untuknya. Kemudian ia pergi ke kanan dan ke kiri, dan jika tidak menemukan tempat masuk, ia kembali kepada yang dilaknat, dan jika ia layak dengan apa yang dikatakan (masuklah), jika tidak, ia kembali kepada yang mengucapkannya."' Abu Dawud berkata: Marwan bin Muhammad berkata: 'Dia adalah Rabah bin Al-Walid yang mendengar darinya (Nimran). Dia (Marwan bin Muhammad) berkata: Yahya bin Hassan bingung dalam hal ini.'