Bab Siapa yang Diperintahkan untuk Duduk Bersama
Shahih oleh Al-Albani
haddatsana muslimu ibnu ibrahima, haddatsana abanu, an qatadaha, an anasin, qala qala rasulu allahi " matsalu almumini adzi yaqrau alqurana matsalu alutrujjahi rihuha thayyibun wathamuha thayyibun wamatsalu almumini adzi la yaqrau alqurana kamatsali attamrahi thamuha thayyibun wala riha laha wamatsalu alfajiri adzi yaqrau alqurana kamatsali arrayhanahi rihuha thayyibun wathamuha murrun wamatsalu alfajiri adzi la yaqrau alqurana kamatsali alhanzhalahi thamuha murrun wala riha laha wamatsalu aljalisi asshalihi kamatsali shahibi almiski in lam yushibka minhu syaun ashabaka min rihihi wamatsalu jalisi assui kamatsali shahibi alkiri in lam yushibka min sawadihi ashabaka min dukhanihi ".
Dari Anas bin Malik, Rasulullah ﷺ bersabda: "Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al-Qur'an adalah seperti buah sitrun yang harum baunya dan manis rasanya, seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur'an adalah seperti kurma yang tidak berbau tetapi rasanya manis, seorang fasiq yang membaca Al-Qur'an adalah seperti kemangi yang harum baunya tetapi rasanya pahit, dan seorang fasiq yang tidak membaca Al-Qur'an adalah seperti buah harung yang rasanya pahit dan tidak berbau. Teman yang baik adalah seperti orang yang memiliki minyak wangi; jika tidak ada yang mengenai dirimu, baunya pasti akan sampai kepadamu; dan teman yang buruk adalah seperti orang yang memiliki alat penempah; jika tidak ada yang mengenai dirimu, asapnya pasti akan sampai kepadamu."