Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 4757 tentang Peringatan Dajjal bermata satu dari seluruh nabi

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu hadits shahih tentang tanda-tanda besar hari kiamat, yaitu keluarnya Dajjal. Inti hadits ini adalah Rasulullah ﷺ memperingatkan umatnya tentang fitnah Dajjal yang sangat besar, dan beliau menyebutkan ciri khusus yang tidak disebutkan oleh nabi-nabi sebelumnya kepada kaumnya, yaitu bahwa Dajjal itu buta sebelah matanya (a'war), sedangkan Allah Ta'ala tidaklah buta sebelah mata. Ini adalah bantahan terhadap orang-orang yang keliru menyangka bahwa Allah itu buta sebelah, dan sekaligus menjadi tanda paling jelas untuk mengenali Dajjal.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab as-Sunnah, Bab tentang Dajjal, nomor 4757, dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma.

Teks hadits yang Anda sertakan sudah benar dan lengkap. Sanadnya: Makhlad bin Khalid ← Abdurrazzaq ← Ma'mar ← az-Zuhri ← Salim ← ayahnya (Ibnu Umar).

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim dengan redaksi yang semakna. Dalam Shahih al-Bukhari, dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, Nabi ﷺ bersabda:

> "إِنَّ الدَّجَّالَ أَعْوَرُ، وَإِنَّ اللهَ لَيْسَ بِأَعْوَرَ"

> "Sesungguhnya Dajjal itu buta sebelah, dan sesungguhnya Allah tidaklah buta sebelah."

Adapun dalil dari Al-Qur'an yang berkaitan dengan sifat Allah yang tidak serupa dengan makhluk-Nya, Allah Ta'ala berfirman:

QS. Asy-Syura [42]: 11

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

"Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak memiliki kekurangan dan tidak menyerupai makhluk-Nya dalam bentuk atau sifat apa pun.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:

1. Peringatan tentang fitnah Dajjal adalah ajaran semua nabi

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa seluruh nabi 'alaihimus salam telah memperingatkan umatnya tentang Dajjal, karena fitnahnya adalah fitnah terbesar yang akan terjadi di akhir zaman. Ini menunjukkan betapa bahayanya Dajjal dan betapa pentingnya kita mengenal ciri-cirinya agar tidak tertipu.

2. Makna "A'war" (أَعْوَر)

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa a'war artinya buta sebelah matanya. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa mata kanannya seperti buah anggur yang masak (menonjol dan buta). Ini adalah ciri fisik yang nyata dan bisa dikenali oleh siapa saja.

3. Bantahan terhadap kesyirikan dan tasybih (menyerupakan Allah dengan makhluk)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa sabda Nabi ﷺ "وَاللَّهُ لَيْسَ بِأَعْوَرَ" (dan Allah tidaklah buta sebelah) adalah bantahan terhadap orang-orang yang menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya. Allah Maha Sempurna dan tidak memiliki kekurangan sedikit pun. Sifat buta sebelah adalah kekurangan, dan Allah mustahil memiliki kekurangan.

4. Hikmah penyebutan ciri ini

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa Nabi ﷺ menyebutkan ciri ini agar umatnya mudah mengenali Dajjal. Karena banyak orang yang bisa tertipu oleh pengakuannya, padahal ciri fisiknya jelas: buta sebelah. Sedangkan Allah Ta'ala tidak demikian — Allah Maha Melihat segala sesuatu tanpa kekurangan.

5. Kedudukan hadits ini

Hadits ini shahih dan diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan lainnya. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menyebutkan bahwa hadits tentang Dajjal yang buta sebelah termasuk hadits mutawatir maknawi, karena diriwayatkan dari banyak sahabat dengan makna yang sama.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa sahabat Ubadah bin ash-Shamit radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

> "Sesungguhnya aku telah menceritakan kepada kalian tentang Dajjal sampai aku khawatir kalian tidak memahaminya. Sesungguhnya al-Masih ad-Dajjal itu manusia pendek, berjalan cepat, berambut keriting, buta sebelah matanya, dan matanya yang buta itu seperti buah anggur yang masak..."

Kemudian beliau bersabda: "Dia akan keluar dan tinggal di bumi selama empat puluh hari..." (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Kisah ini menunjukkan betapa seriusnya Rasulullah ﷺ dalam memperingatkan umatnya. Beliau tidak bosan-bosan menyebutkan Dajjal dalam berbagai kesempatan, karena khawatir umatnya tertipu. Para sahabat pun sangat serius menghafal dan menyampaikan peringatan ini kepada generasi setelah mereka.

Hikmahnya: kita harus serius mempelajari tanda-tanda hari kiamat dan ciri-ciri Dajjal, agar tidak tertipu oleh fitnahnya. Namun yang lebih penting, kita harus mengenal Allah dengan nama dan sifat-Nya yang sempurna, agar tidak mudah terpengaruh oleh kebatilan.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinlah bahwa Dajjal akan keluar di akhir zaman sebagai ujian terbesar bagi umat manusia.
  2. Hafalkan ciri-ciri Dajjal, terutama yang disebut dalam hadits ini: buta sebelah matanya.
  3. Jangan pernah menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya — Allah Maha Sempurna, tidak buta, tidak tidur, tidak lemah, dan tidak memiliki kekurangan apa pun.
  4. Perbanyak membaca awal surat Al-Kahfi sebagai perlindungan dari fitnah Dajjal, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih.
  5. Jauhkan diri dari syubhat yang disebarkan oleh orang-orang yang merusak akidah tentang sifat-sifat Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.