Bab Mengenai Haudh
Hasan oleh Al-Albani
haddatsana hannadu ibnu assariyyi, haddatsana muhammadu ibnu fudhaylin, ani almukhtari ibni fulfulin, qala samitu anasa ibna malikin, yaqulu : aghfa rasulu allahi ighfaahan farafaa rasahu mutabassiman, faimma qala lahum waimma qalu lahu : ya rasula allahi lima dhahikta faqala : " innahu unzilat alaa anifan surahun ". faqaraa bismi allahi arrahmani arrahimi inna athaynaka alkawtsara hatta khatamaha falamma qaraaha qala : " hal tadruna ma alkawtsaru ". qalu : allahu warasuluhu alamu. qala : " fainnahu nahrun waadanihi rabbi azza wajalla fi aljannahi, waalayhi khayrun katsirun alayhi hawdhun taridu alayhi ummati yawma alqiyamahi aniyatuhu adadu alkawakibi ".
Anas bin Malik berkata: 'Rasulullah ﷺ tertidur sejenak dan mengangkat kepalanya dengan tersenyum. Ia berkata kepada mereka atau mereka bertanya kepadanya: 'Wahai Rasulullah! Mengapa engkau tertawa?' Ia berkata: 'Sebuah surah baru saja diturunkan kepadaku,' dan kemudian ia membaca: 'Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu al-Kautsar' hingga akhir. Ketika ia membacanya, ia bertanya: 'Apakah kalian tahu apa itu al-Kautsar?' Mereka menjawab: 'Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.' Ia berkata: 'Itu adalah sebuah sungai yang dijanjikan oleh Tuhanku Yang Maha Tinggi di surga: di sana terdapat banyak kebaikan dan di atasnya ada kolam yang akan didatangi umatku pada Hari Kiamat. Jumlah wadahnya sebanyak bintang-bintang.'