Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 465 tentang Doa masuk dan keluar masjid serta keutamaannya

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita adab masuk dan keluar masjid. Ketika masuk, kita disunnahkan bersalawat kepada Nabi ﷺ lalu berdoa memohon dibukakan pintu rahmat Allah. Ketika keluar, kita berdoa memohon karunia (rezeki) dari Allah. Ini adalah bentuk penghambaan dan harapan agar seluruh aktivitas kita di masjid maupun setelah keluar dari masjid senantiasa berada dalam limpahan rahmat dan karunia Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits yang Anda tanyakan adalah riwayat Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Shalat, Bab "Apa yang Diucapkan Seseorang Ketika Masuk ke Masjid", nomor 465. Berikut teks haditsnya:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ الدِّمَشْقِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ، - يَعْنِي الدَّرَاوَرْدِيَّ - عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ سَعِيدِ بْنِ سُوَيْدٍ، قَالَ سَمِعْتُ أَبَا حُمَيْدٍ، أَوْ أَبَا أُسَيْدٍ الأَنْصَارِيَّ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيُسَلِّمْ عَلَى النَّبِيِّ ﷺ ثُمَّ لْيَقُلِ اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ فَإِذَا خَرَجَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ "

Terjemahan: Dari Abu Usaid al-Ansari, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid, hendaklah ia bersalawat kepada Nabi ﷺ kemudian mengucapkan: Allahummaftah li abwaba rahmatik (Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu). Dan apabila ia keluar, hendaklah ia mengucapkan: Allahumma inni as'aluka min fadlik (Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu dari karunia-Mu)."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 713) dari jalur Abu Usaid al-Ansari, dan oleh Imam at-Tirmidzi dalam Sunan-nya (no. 314) dari sahabat Abu Humaid as-Sa'idi.

Adapun dalil dari Al-Qur'an yang relevan dengan makna doa ini adalah firman Allah tentang rahmat dan karunia-Nya:

QS. Al-A'raf [7]: 56

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ

"Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu." (QS. Al-A'raf [7]: 156 - potongan ayat)

Serta firman Allah tentang karunia-Nya:

QS. Al-Jumu'ah [62]: 10

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ

"Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah." (QS. Al-Jumu'ah [62]: 10)

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung dua adab penting: doa masuk dan doa keluar masjid.

Pertama, tentang doa masuk masjid. Dalam riwayat ini, Nabi ﷺ mengajarkan untuk bersalawat kepada beliau terlebih dahulu, kemudian berdoa memohon dibukakan pintu rahmat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa masjid adalah rumah Allah yang di dalamnya terdapat rahmat dan ketenangan. Maka ketika seorang hamba masuk ke dalamnya, ia memohon agar Allah membukakan pintu rahmat-Nya, sebagaimana ia masuk melalui pintu masjid secara fisik, ia pun ingin masuk ke dalam rahmat Allah secara maknawi.

Imam an-Nawawi dalam al-Adzkar menyebutkan bahwa doa ini adalah salah satu doa yang diajarkan Nabi ﷺ ketika masuk masjid. Beliau juga menyebutkan bahwa dalam riwayat lain (HR. Muslim) terdapat tambahan doa: "A'udzu billahil 'azhim wa bi wajhihil karim wa sulthanihil qadim minasy syaithanir rajim" (Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, dengan wajah-Nya yang mulia dan kekuasaan-Nya yang terdahulu, dari setan yang terkutuk). Kedua doa ini saling melengkapi: berlindung dari setan dan memohon rahmat.

Kedua, tentang doa keluar masjid. Ketika keluar, Nabi ﷺ mengajarkan untuk memohon karunia Allah. Syaikh Abdurrahman as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ketika seseorang berada di dalam masjid, ia berada dalam ibadah dan rahmat. Namun ketika keluar untuk mencari rezeki, ia tetap butuh kepada karunia Allah. Maka doa ini mengajarkan bahwa antara ibadah di masjid dan aktivitas mencari nafkah di luar, keduanya adalah bentuk penghambaan kepada Allah. Yang satu mencari rahmat, yang lain mencari karunia.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan hikmah pembedaan doa ini: ketika masuk, seseorang memohon rahmat karena ia hendak melakukan ibadah yang membutuhkan rahmat Allah agar diterima. Sedangkan ketika keluar, ia memohon karunia (rezeki) karena ia akan kembali ke tengah kesibukan dunia yang membutuhkan pertolongan Allah dalam mencari nafkah yang halal.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menegaskan bahwa doa-doa ini adalah sunnah yang diajarkan Nabi ﷺ, dan seorang muslim hendaknya menjaganya karena di dalamnya terkandung faedah yang besar: menghadirkan rasa butuh kepada Allah di setiap keadaan, baik ketika masuk maupun keluar masjid.

Perlu dicatat bahwa sebagian ulama menyebutkan bahwa hadits ini memiliki sanad yang diperselisihkan karena dalam sanadnya terdapat keraguan perawi apakah dari Abu Humaid atau Abu Usaid. Namun Imam Muslim meriwayatkannya dalam Shahih-nya, sehingga hadits ini tetap shahih dan dapat diamalkan. Imam at-Tirmidzi juga meriwayatkannya dan menghasankannya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa para sahabat sangat memperhatikan adab-adab yang diajarkan Nabi ﷺ, termasuk dalam urusan masuk dan keluar masjid. Abu Usaid al-Ansari dan Abu Humaid as-Sa'idi adalah dua sahabat yang meriwayatkan hadits ini. Keduanya termasuk sahabat yang banyak meriwayatkan hadits tentang tata cara shalat Nabi ﷺ.

Suatu ketika, Abu Humaid as-Sa'idi pernah memperagakan tata cara shalat Nabi ﷺ di hadapan para sahabat yang lebih muda. Beliau melakukan ini agar ilmu tentang ibadah Nabi tidak hilang. Ini menunjukkan semangat para sahabat dalam menjaga dan menyampaikan setiap detail ajaran Nabi ﷺ, sekecil apa pun — bahkan sampai doa masuk dan keluar masjid.

Hikmah yang bisa diambil: para sahabat tidak menganggap remeh adab-adab kecil dalam ibadah. Mereka menjaga setiap ajaran Nabi ﷺ dengan teliti, karena mereka paham bahwa dalam setiap ajaran beliau terdapat keberkahan dan kebaikan.

Kesimpulan Praktis

  1. Ketika masuk masjid, ucapkanlah doa yang diajarkan Nabi ﷺ: bersalawat kepada beliau, kemudian membaca "Allahummaftah li abwaba rahmatik" (Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu). Jika mampu, gabungkan dengan doa berlindung dari setan sebagaimana dalam riwayat Muslim.
  2. Ketika keluar masjid, ucapkanlah: "Allahumma inni as'aluka min fadlik" (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari karunia-Mu).
  3. Amalkan dengan penuh keyakinan, karena doa-doa ini adalah ajaran langsung dari Nabi ﷺ yang mengandung permohonan rahmat saat beribadah dan karunia saat beraktivitas.
  4. Jadikan masjid sebagai tempat yang diberkahi, bukan sekadar tempat shalat, tetapi tempat untuk memohon rahmat dan ketenangan dari Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?