Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan tanda besar hari kiamat, yaitu munculnya Dajjal, dan bagaimana seorang Muslim harus menyikapinya: berpegang pada tauhid, membaca awal Surah Al-Kahf, serta tetap menunaikan shalat sesuai perkiraan waktu meski siang terasa sangat panjang. Hadits ini juga menegaskan turunnya Nabi Isa عليه السلام yang akan membunuh Dajjal di pintu Ludd.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Pertempuran, Bab Keluarnya Dajjal, dari sahabat Nawwas bin Sam'an al-Kilabi رضي الله عنه.
Teks hadits (potongan penting):
إِنْ يَخْرُجْ وَأَنَا فِيكُمْ فَأَنَا حَجِيجُهُ دُونَكُمْ وَإِنْ يَخْرُجْ وَلَسْتُ فِيكُمْ فَامْرُؤٌ حَجِيجُ نَفْسِهِ وَاللَّهُ خَلِيفَتِي عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فَمَنْ أَدْرَكَهُ مِنْكُمْ فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُورَةِ الْكَهْفِ فَإِنَّهَا جِوَارُكُمْ مِنْ فِتْنَتِهِ
Terjemah ringkas: "Jika ia keluar sementara aku masih bersama kalian, maka akulah yang akan membantahnya untuk kalian. Jika ia keluar sementara aku tidak bersama kalian, maka setiap orang membela dirinya sendiri, dan Allah-lah pelindung setiap Muslim. Siapa di antara kalian yang mendapatinya, hendaklah ia membacakan kepadanya awal-awal Surah Al-Kahf, karena itu adalah pelindung kalian dari fitnahnya."
Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan perlindungan dari fitnah dan pentingnya berlindung kepada Allah:
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
QS. Al-Falaq [113]: 1
Terjemah: "Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai fajar."
Ayat ini menunjukkan prinsip umum dalam Islam: seorang hamba wajib berlindung hanya kepada Allah dari segala kejahatan, termasuk fitnah besar seperti Dajjal. Ibn Katsir dalam tafsirnya menegaskan bahwa Surah Al-Falaq dan An-Nas adalah doa perlindungan yang diajarkan Nabi ﷺ, dan maknanya mencakup berlindung dari segala keburukan, baik yang tampak maupun tersembunyi.
Penjelasan Rinci
Hadits ini menerangkan beberapa hal penting:
Pertama, tentang keberadaan Dajjal sebagai fitnah terbesar. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa fitnah Dajjal adalah ujian terbesar sejak Nabi Adam diciptakan, karena ia membawa syubhat (kerancuan) yang sangat kuat, bahkan mampu menampakkan hal-hal luar biasa dengan izin Allah sebagai ujian.
Kedua, sabda Nabi ﷺ: "Jika ia keluar sementara aku masih bersama kalian, maka akulah yang akan membantahnya." Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa ini menunjukkan kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya, dan bahwa beliau lebih mampu membantah syubhat Dajjal daripada siapa pun.
Ketiga, perintah membaca awal Surah Al-Kahf. Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa para ulama menjelaskan hikmahnya: awal Surah Al-Kahf memuat kisah-kisah orang yang diuji dengan fitnah (fitnah agama, harta, ilmu, dan kekuasaan), dan bagaimana orang-orang saleh berlindung kepada Allah. Ibn Katsir menambahkan bahwa membaca ayat-ayat ini menumbuhkan keyakinan tauhid yang menjadi benteng utama melawan syubhat Dajjal.
Keempat, tentang lamanya Dajjal di bumi: empat puluh hari, satu hari seperti setahun, satu seperti sebulan, satu seperti sepekan, dan sisanya seperti hari biasa. Para sahabat bertanya tentang shalat di hari yang seperti setahun. Nabi ﷺ menjawab: "Tidak, perkirakanlah kadarnya." Ibnu Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa ini menunjukkan kewajiban shalat tetap berlaku, dan seorang Muslim harus memperkirakan waktu berdasarkan perhitungan, bukan berdasarkan terbit dan terbenamnya matahari yang tidak normal.
Kelima, turunnya Nabi Isa عليه السلام di menara putih di timur Damaskus, lalu membunuh Dajjal di pintu Ludd. Ibn Katsir dalam An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim menyebutkan bahwa ini termasuk tanda besar kiamat yang pasti terjadi, dan Nabi Isa عليه السلام akan memimpin umat Islam dengan syariat Nabi Muhammad ﷺ.
Perbedaan pendapat: Sebagian ulama berbeda tentang apakah "pintu Ludd" adalah tempat di Palestina atau tempat lain. Namun Ibn Katsir dan Ibnu Hajar menguatkan bahwa itu adalah Ludd yang dikenal di Syam (Palestina), dan ini tidak mempengaruhi pokok keyakinan.
Story Telling
Diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari Nawwas bin Sam'an al-Kilabi bahwa ketika Nabi ﷺ menyebutkan Dajjal, para sahabat bertanya dengan penuh kekhawatiran: "Wahai Rasulullah, apakah shalat satu hari cukup bagi kami di hari yang seperti setahun?" Nabi ﷺ menjawab dengan lembut: "Tidak, perkirakanlah kadarnya."
Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa dalam riwayat lain, Nabi ﷺ juga mengajarkan doa berlindung dari fitnah Dajjal, sebagaimana dalam Shahih Muslim: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Dajjal." Hikmahnya: seorang Muslim tidak boleh hanya mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi harus menggabungkan usaha (membaca Al-Kahf, shalat tepat waktu) dengan doa dan tawakal kepada Allah.
Kesimpulan Praktis
- Teguhkan tauhid — Dajjal adalah fitnah terbesar, dan benteng utamanya adalah keyakinan yang benar kepada Allah.
- Biasakan membaca awal Surah Al-Kahf — terutama pada hari Jumat, dan saat merasa ada fitnah atau kerancuan.
- Jaga shalat tepat waktu — meski keadaan tidak normal, shalat tetap wajib dan harus diperkirakan waktunya.
- Perbanyak doa berlindung dari fitnah Dajjal — sebagaimana diajarkan Nabi ﷺ.
- Yakinlah bahwa pertolongan Allah pasti datang — Nabi Isa عليه السلام akan turun dan membunuh Dajjal, dan akhirnya kebenaran akan menang.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.