Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 4311 tentang Sepuluh tanda besar sebelum datangnya hari kiamat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu hadits shahih yang menjelaskan tentang sepuluh tanda besar menjelang hari kiamat. Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa kiamat tidak akan terjadi sebelum muncul sepuluh tanda yang sangat dahsyat dan di luar kebiasaan, sebagai pemberitahuan bahwa akhir zaman benar-benar telah dekat. Tanda-tanda ini adalah bagian dari perkara ghaib yang wajib kita imani, dan kita tidak boleh menetapkan waktu kapan terjadinya, karena itu hanya Allah yang mengetahuinya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Muslim:

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, dari sahabat Hudzaifah bin Asid Al-Ghifari radhiyallahu 'anhu. Imam Muslim meriwayatkan dalam Kitab Al-Fitan wa Asyrat As-Sa'ah, Bab Fi Ayat As-Sa'ah:

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ نُمَيْرٍ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ، عَنْ قَيْسٍ، قَالَ: قَالَ حُذَيْفَةُ بْنُ أَسِيدٍ الْغِفَارِيُّ: "اطَّلَعَ النَّبِيُّ ﷺ عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ، فَقَالَ: مَا تَذَاكَرُونَ؟ قَالُوا: نَذْكُرُ السَّاعَةَ. قَالَ: إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ..." (HR. Muslim no. 2901)

Ayat Al-Qur'an yang Terkait:

Allah ﷻ berfirman tentang hari kiamat:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ

"Mereka bertanya kepadamu tentang hari kiamat: 'Kapankah terjadinya?' Katakanlah: 'Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Rabb-ku; tidak ada yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia.'" (QS. Al-A'raf [7]: 187)

Juga firman Allah tentang terbitnya matahari dari barat:

يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ

"Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Rabb-mu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu." (QS. Al-An'am [6]: 158)

Penjelasan Ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (18/27) menjelaskan bahwa sepuluh tanda ini adalah tanda-tanda besar kiamat yang disebutkan secara berurutan, dan beliau mengutip perkataan Al-Qadhi 'Iyadh bahwa urutan kemunculannya bisa berbeda-beda, namun yang terakhir adalah keluarnya api dari Yaman yang menggiring manusia menuju Padang Mahsyar.
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari (13/83) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa tanda-tanda besar kiamat itu berjumlah sepuluh, dan beliau menyebutkan bahwa sebagian ulama menggabungkan antara Dajjal dan turunnya Isa 'alaihissalam sebagai satu rangkaian karena keduanya saling berkaitan.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Al-Arba'in An-Nawawiyah dan Majmu' Fatawa menjelaskan bahwa hadits ini adalah dalil wajibnya mengimani tanda-tanda kiamat secara global dan terperinci sesuai yang shahih, tanpa menetapkan waktu terjadinya.

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan dari sahabat Hudzaifah bin Asid Al-Ghifari radhiyallahu 'anhu, yang menceritakan bahwa suatu ketika para sahabat sedang duduk di bawah naungan kamar (atau ruangan) milik Rasulullah ﷺ. Mereka berbincang-bincang tentang hari kiamat, dan suara mereka meninggi karena perbincangan yang hangat. Maka Rasulullah ﷺ keluar dan memberitahukan tentang sepuluh tanda besar sebelum kiamat.

Sepuluh tanda tersebut adalah:

  1. Terbitnya matahari dari barat — Ini adalah tanda pertama yang sangat besar. Ibnu Katsir dalam An-Nihayah fi Al-Fitan wa Al-Malahim menjelaskan bahwa ketika matahari terbit dari barat, pintu taubat akan ditutup, dan iman seseorang yang belum beriman sebelumnya tidak lagi bermanfaat.
  2. Keluarnya Dajjal — Fitnah terbesar di akhir zaman. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa Dajjal adalah manusia biasa yang Allah beri kemampuan luar biasa sebagai ujian, dan ia akan dibunuh oleh Nabi Isa 'alaihissalam.
  3. Turunnya Nabi Isa 'alaihissalam — Beliau turun di menara putih timur Damaskus, lalu membunuh Dajjal, menghancurkan salib, membunuh babi, dan menegakkan syariat Islam.
  4. Keluarnya Ya'juj dan Ma'juj — Dua kaum yang sangat banyak jumlahnya, mereka keluar setelah Nabi Isa berdoa kepada Allah, lalu Allah membinasakan mereka dengan ulat di leher-leher mereka.
  5. Keluarnya Dabbah (binatang melata) — Binatang yang keluar dari bumi dan berbicara kepada manusia, menandai orang mukmin dan kafir.
  6. Keluarnya asap (Dukhan) — Asap yang memenuhi bumi, menimpa orang-orang kafir seperti demam, sedangkan orang mukmin hanya terkena seperti pilek ringan.
  7. Tiga gerhana (khasf) — Satu di timur, satu di barat, dan satu di Jazirah Arab. Ini adalah pembenaman bumi beserta apa yang ada di atasnya.
  8. Api dari Yaman — Api besar yang keluar dari dasar Aden, menggiring manusia menuju Padang Mahsyar. Ini adalah tanda terakhir dari tanda-tanda besar.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Lum'atul I'tiqad menjelaskan bahwa urutan tanda-tanda ini tidak harus persis seperti yang disebutkan dalam hadits, karena sebagian riwayat menyebutkan urutan yang berbeda. Yang penting adalah kita mengimani semuanya secara global.

Syaikh Shalih Al-Fauzan dalam Syarah Aqidah Al-Wasithiyah menegaskan bahwa mengimani tanda-tanda kiamat adalah bagian dari mengimani hari akhir, dan tidak boleh ada seorang pun yang menetapkan waktu terjadinya karena itu termasuk perkara ghaib yang hanya Allah ketahui.

Perbedaan urutan dalam riwayat:

Dalam riwayat Imam Muslim, urutannya sedikit berbeda dengan riwayat Abu Dawud. Ini menunjukkan bahwa urutan tersebut tidaklah penting untuk dihafal secara kaku, karena yang terpenting adalah mengimani kesepuluh tanda tersebut. Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa perbedaan urutan ini adalah karena Nabi ﷺ menyebutkannya dalam beberapa kesempatan yang berbeda, dan tidak ada nash yang memastikan urutan pastinya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallahu 'anhu — yang juga meriwayatkan hadits-hadits tentang fitnah — dikenal sebagai pemegang rahasia Rasulullah ﷺ tentang perkara-perkara fitnah. Suatu ketika, beliau ditanya oleh para sahabat tentang tanda-tanda kiamat, dan beliau menjawab dengan ilmu yang ia dapatkan langsung dari Nabi ﷺ.

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah — seorang tabi'in yang sangat zuhud — sering kali menangis ketika menyebutkan hari kiamat. Beliau berkata: "Wahai manusia, sesungguhnya kalian tidak akan selamat dari kematian, dan tidak akan selamat dari hisab setelah kematian. Maka bersiap-siaplah." Beliau juga berkata: "Barangsiapa yang mengenal kematian, maka ia akan membenci dunia dan tidak akan merasa aman dari akhirat."

Kisah ini mengajarkan kita bahwa para salaf sangat serius dalam menghadapi berita tentang hari kiamat. Mereka tidak menjadikannya sebagai bahan candaan atau perdebatan yang sia-sia, tetapi justru menjadikannya sebagai motivasi untuk memperbanyak amal shalih.

Kesimpulan Praktis

  1. Wajib mengimani semua tanda-tanda kiamat yang shahih, baik yang besar maupun yang kecil, karena itu termasuk mengimani hari akhir.
  2. Tidak boleh menetapkan waktu kapan terjadinya kiamat atau tanda-tandanya, karena itu hanya Allah yang mengetahuinya.
  3. Menjadikan hadits ini sebagai motivasi untuk memperbanyak taubat dan amal shalih, karena kiamat bisa datang kapan saja.
  4. Tidak boleh memperdebatkan hal-hal yang tidak bermanfaat tentang tanda-tanda kiamat, tetapi cukup mengimani dan mengambil pelajaran.
  5. Bersiap dengan iman dan amal shalih, karena ketika tanda-tanda besar muncul, pintu taubat sudah tertutup bagi yang belum beriman.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.