Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 4254 tentang Prediksi masa kehancuran dan ketetapan umat Islam

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu kabar ghaib dari Nabi ﷺ tentang masa depan umat Islam, khususnya berkaitan dengan kekuatan dan kejayaan Islam. Beliau mengabarkan bahwa "penggilingan Islam" (perputaran kekuatan dan urusan kaum muslimin) akan berlangsung hingga sekitar tahun ke-35 atau 36 atau 37 (dari hijrahnya Nabi ke Madinah). Setelah itu, akan terjadi ujian besar; jika mereka binasa, maka itu adalah sunnatullah bagi orang-orang yang sebelumnya binasa karena meninggalkan agama mereka. Namun jika agama mereka tetap tegak, maka akan ditegakkan untuk mereka selama tujuh puluh tahun. Ini adalah isyarat tentang masa kekhalifahan yang mengikuti petunjuk kenabian dan juga masa-masa setelahnya yang penuh dengan fitnah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Al-Fitan, Bab Ma Yudzkaru fi al-Fitan wa 'Alamatiha (Bab Tentang Fitnah dan Tanda-tandanya), no. 4254. Teks haditsnya adalah sebagai berikut:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ الأَنْبَارِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ رِبْعِيِّ بْنِ حِرَاشٍ، عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ نَاجِيَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: "تَدُورُ رَحَى الإِسْلاَمِ لِخَمْسٍ وَثَلاَثِينَ أَوْ سِتٍّ وَثَلاَثِينَ أَوْ سَبْعٍ وَثَلاَثِينَ فَإِنْ يَهْلِكُوا فَسَبِيلُ مَنْ هَلَكَ وَإِنْ يَقُمْ لَهُمْ دِينُهُمْ يَقُمْ لَهُمْ سَبْعِينَ عَامًا". قَالَ قُلْتُ: أَمِمَّا بَقِيَ أَوْ مِمَّا مَضَى؟ قَالَ: "مِمَّا مَضَى".

Terjemahan: Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: "Penggilingan Islam akan berputar hingga tahun tiga puluh lima, atau tiga puluh enam, atau tiga puluh tujuh. Jika mereka binasa, maka itu adalah jalan orang-orang yang binasa sebelumnya. Dan jika agama mereka ditegakkan, maka akan ditegakkan untuk mereka selama tujuh puluh tahun." Perawi (Rib'i bin Hirasy) berkata: "Aku bertanya: 'Apakah itu dari sisa (umur Islam) atau dari yang telah berlalu?' Beliau menjawab: 'Dari yang telah berlalu.'"

Kaitan dengan Ulama: Hadits ini termasuk dalam bab Al-Fitan yang banyak dijelaskan oleh para ulama, di antaranya:

  • Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan hadits-hadits tentang fitnah dan tanda-tanda akhir zaman dalam kitab shahih mereka.
  • Imam Ibnu Katsir dalam An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim menjelaskan makna hadits-hadits tentang masa kekhalifahan dan fitnah.
  • Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah dan tahqiqnya atas Sunan Abu Dawud memberikan penilaian terhadap hadits ini.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung kabar tentang masa kejayaan dan keruntuhan umat Islam. Berikut poin-poin pentingnya:

  1. Makna "Penggilingan Islam" (رَحَى الإِسْلاَمِ): Ini adalah metafora yang indah. Penggilingan adalah alat untuk menggiling biji-bijian. Maksudnya, roda kekuatan, kekokohan, dan perputaran urusan Islam akan terus berjalan dengan stabil. Selama masa itu, kaum muslimin dalam keadaan kuat, bersatu, dan berjaya.
  2. Angka 35, 36, atau 37: Ini adalah isyarat tentang masa kekhalifahan yang mengikuti petunjuk kenabian. Sebagaimana diketahui, masa khulafaur rasyidin berakhir dengan wafatnya Ali bin Abi Thalib pada tahun 40 H. Namun, jika dihitung dari wafatnya Nabi ﷺ (tahun 11 H), maka masa kekhalifahan yang lurus adalah sekitar 30 tahun. Para ulama berbeda pendapat tentang angka pastinya, namun yang jelas ini mengisyaratkan bahwa masa kejayaan Islam yang murni dan bersih dari perpecahan besar tidak berlangsung lama setelah wafatnya Nabi ﷺ.
  3. "Jika mereka binasa, maka itu adalah jalan orang-orang yang binasa": Ini adalah peringatan keras. Jika umat Islam setelah masa itu tidak berpegang teguh pada agama mereka, maka mereka akan binasa sebagaimana umat-umat sebelumnya yang meninggalkan perintah Allah. Ini bukan takdir yang memaksa, tetapi akibat dari perbuatan mereka sendiri.
  4. "Jika agama mereka ditegakkan, maka akan ditegakkan selama tujuh puluh tahun": Ini adalah kabar gembira bahwa meskipun terjadi fitnah dan perpecahan, masih ada sisa umat yang akan menegakkan agama ini. Tujuh puluh tahun di sini ditafsirkan oleh sebagian ulama sebagai masa kejayaan Dinasti Umayyah dan Abbasiyah yang tetap membawa panji Islam, meskipun tidak semurni masa khulafaur rasyidin.
  5. Jawaban Nabi ﷺ "dari yang telah lalu": Pertanyaan Rib'i bin Hirasy ini penting. Beliau bertanya apakah tujuh puluh tahun itu dihitung dari masa yang telah berlalu atau yang akan datang. Nabi ﷺ menjawab "dari yang telah lalu", yang menunjukkan bahwa masa kejayaan yang dimaksud adalah masa yang sudah berjalan sejak awal dakwah Islam, bukan masa depan yang jauh.

Catatan Penting: Hadits ini memiliki sanad yang diperselisihkan oleh para ulama hadits. Sebagian ulama seperti Imam Abu Dawud meriwayatkannya, namun Syaikh al-Albani dalam Dha'if Abi Dawud menilai hadits ini dha'if (lemah) karena adanya perawi yang bernama Al-Barra' bin Najiyah yang tidak dikenal secara kuat (majhul). Namun, makna hadits ini tetap selaras dengan hadits-hadits shahih lainnya tentang masa kekhalifahan dan fitnah, seperti hadits dari Safinah radhiyallahu 'anhu bahwa masa khilafah nubuwwah adalah tiga puluh tahun, kemudian berubah menjadi kerajaan (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Story Telling

Dahulu, ketika umat Islam berada di masa kejayaan di bawah kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz (salah satu khalifah Bani Umayyah yang dikenal adil), para ulama sering mengingatkan kaum muslimin tentang hadits-hadits fitnah ini. Mereka khawatir umat akan terlena dengan kemewahan dunia dan melupakan inti agama.

Suatu ketika, seorang pemuda bertanya kepada Al-Hasan al-Bashri tentang masa depan umat ini. Al-Hasan menangis dan berkata, "Wahai anakku, dahulu para sahabat Nabi ﷺ hidup sederhana, namun hati mereka penuh cahaya. Sekarang kita hidup mewah, tetapi hati kita penuh kegelapan. Jika engkau ingin selamat, maka peganglah Al-Qur'an dan Sunnah, karena keduanya adalah cahaya yang tidak akan padam meskipun zaman berganti."

Pemuda itu bertanya lagi, "Wahai guru, bukankah Nabi ﷺ telah mengabarkan bahwa Islam akan mengalami masa sulit?" Al-Hasan menjawab, "Benar, tetapi kesulitan itu datang karena kaum muslimin meninggalkan agama mereka. Maka jadilah engkau orang yang berpegang teguh pada sunnah, karena orang yang berpegang pada sunnah di tengah kerusakan seperti orang yang menggenggam bara api. Sedikit saja yang melakukannya, namun pahalanya sangat besar."

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa kabar tentang masa sulit bukanlah alasan untuk berputus asa, melainkan motivasi untuk menjadi bagian dari orang-orang yang istiqamah memegang agama, meskipun hanya sedikit.

Kesimpulan Praktis

  1. Percaya kepada kabar ghaib Nabi ﷺ bahwa umat Islam akan mengalami masa kejayaan dan masa sulit. Ini adalah bagian dari iman kepada hal-hal ghaib yang dikabarkan oleh Rasulullah ﷺ.
  2. Mengambil pelajaran dari sejarah bahwa kejayaan Islam tidak bertahan lama jika umatnya meninggalkan Al-Qur'an dan Sunnah. Maka kita harus senantiasa kembali kepada keduanya.
  3. Tidak berputus asa ketika melihat kondisi umat yang lemah. Justru kita harus berusaha menjadi bagian dari orang-orang yang menegakkan agama ini sesuai kemampuan kita.
  4. Menjauhi perpecahan karena fitnah terbesar yang menimpa umat adalah perpecahan dan saling bermusuhan. Persatuan di atas kebenaran adalah kunci kekuatan.
  5. Mempersiapkan diri menghadapi fitnah dengan memperdalam ilmu agama, memperbanyak amal shalih, dan bergaul dengan orang-orang shalih.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?