Bab Larangan Terhadap Banyak Berlebihan dalam Kenikmatan
Shahih oleh Al-Albani
haddatsana alhasanu ibnu aliyyin, haddatsana yazidu almaziniyyu, akhbarana aljurayriyyu, an abdi allahi ibni buraydaha, anna rajulan, min ashhabi annabiyyi rahala ila fadhalaha ibni ubaydin wahuwa bimishra faqadima alayhi faqala ama inni lam atika zairan walakinni samitu ana waanta haditsan min rasuli allahi rajawtu an yakuna indaka minhu ilmun. qala wama huwa qala kadza wakadza qala fama li araka syaitsan waanta amiru alardhi qala inna rasula allahi kana yanhana an katsirin mina alirfahi. qala fama li la ara alayka hidzaan qala kana annabiyyu yamuruna an nahtafiya ahyanan.
Abdullah bin Buraydah berkata: Seorang lelaki dari sahabat Nabi ﷺ melakukan perjalanan ke Fudalah bin Ubayd ketika ia berada di Mesir. Ia datang kepadanya dan berkata: "Sesungguhnya aku tidak datang untuk mengunjungimu. Tetapi engkau dan aku mendengar sebuah hadits dari Rasulullah ﷺ. Aku berharap engkau memiliki pengetahuan tentangnya." Ia bertanya: "Apa itu?" Ia menjawab: "Demikian dan demikian." Ia berkata: "Mengapa aku melihatmu acak-acakan padahal engkau adalah penguasa di negeri ini?" Ia menjawab: "Sesungguhnya Rasulullah ﷺ melarang kami untuk berlebihan dalam kenikmatan." Ia bertanya: "Mengapa aku tidak melihatmu memakai alas kaki?" Ia menjawab: "Nabi ﷺ pernah memerintahkan kami untuk tidak mengenakan alas kaki pada waktu-waktu tertentu."