Bab Mengenai Warna Merah
Hasan oleh Al-Albani
haddatsana musaddadun, haddatsana isa ibnu yunusa, haddatsana hisyamu ibnu alghazi, an amriw ibni syuaybin, an abihi, an jaddihi, qala habathna maa rasuli allahi min tsaniyyahin faltafata ilaa waalaa raythahun mudharrajahun bialushfuri faqala " ma hadzihi arraythahu alayka ". faaraftu ma kariha faataytu ahli wahum yasjuruna tannuran lahum faqadzaftuha fihi tsumma ataytuhu mina alghadi faqala " ya abda allahi ma faalati arraythahu ". faakhbartuhu faqala " ala kasawtaha badha ahlika fainnahu la basa bihi lilnnisai ".
Dari 'Amr bin Suhaib, dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata: "Kami turun bersama Rasulullah ﷺ dari sebuah belokan lembah. Dia menoleh kepadaku dan aku mengenakan pakaian yang diwarnai dengan pewarna kuning kemerahan. Dia bertanya: "Apa pakaian ini yang kau kenakan?" Aku menyadari apa yang dia tidak sukai. Kemudian aku datang kepada keluargaku yang sedang membakar oven. Aku melemparkannya ke dalamnya dan datang kepadanya keesokan harinya. Dia bertanya: "Wahai Abdullah, apa yang kau lakukan dengan pakaian itu?" Aku memberitahunya. Dia berkata: "Mengapa tidak kau berikan kepada salah satu keluargamu untuk dipakai, karena tidak ada masalah bagi wanita."