Bab tentang Orang yang Terpaksa Memakan Bangkai
Hasan oleh Al-Albani
haddatsana musa ibnu ismaila, haddatsana hammadun, an simaki ibni harbin, an jabiri ibni samuraha, anna rajulan, nazala alharraha wamaahu ahluhu wawaladuhu faqala rajulun inna naqahan li dhallat fain wajadtaha faamsikha. fawajadaha falam yajid shahibaha famaridhat faqalati amraatuhu anharha. faaba fanafaqat faqalati aslukhha hatta nuqaddida syahmaha walahmaha wanakulahu. faqala hatta asala rasula allahi faatahu fasaalahu faqala " hal indaka ghinan yughnika ". qala la. qala " fakuluha ". qala fajaa shahibuha faakhbarahu alkhabara faqala " hala kunta nahartaha ". qala astahyaytu minka.
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Ismail, telah menceritakan kepada kami Hammad, dari Simak bin Harb, dari Jabir bin Samurah, bahwa seorang lelaki turun di Harrah bersama istri dan anak-anaknya. Seorang lelaki berkata kepadanya: "Unta betina saya telah tersesat; jika kamu menemukannya, tahanlah." Ia menemukannya, tetapi tidak menemukan pemiliknya, dan unta itu sakit. Istrinya berkata: "Sembelihlah." Tetapi ia menolak dan unta itu mati. Istrinya berkata: "Kulitlah agar kita dapat mengeringkan lemak dan dagingnya dan memakannya." Ia berkata: "Biarkan saya bertanya kepada Rasulullah ﷺ." Maka ia datang kepada beliau dan bertanya. Beliau berkata: "Apakah kamu memiliki cukup untuk kebutuhanmu?" Ia menjawab: "Tidak." Beliau kemudian berkata: "Maka makanlah." Kemudian pemiliknya datang dan ia memberitahunya cerita tersebut. Ia berkata: "Mengapa kamu tidak menyembelihnya?" Ia menjawab: "Saya malu (atau takut) kepadamu."