Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 3768 tentang Menyebut nama Allah sebelum dan sesudah makan

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa menyebut nama Allah (bismillah) sebelum makan adalah sunnah yang sangat dianjurkan, dan jika lupa di awal, hendaklah mengucapkan "bismillah awwalahu wa akhirahu" saat ingat. Nabi ﷺ menegaskan bahwa setan ikut makan bersama orang yang tidak menyebut nama Allah, dan setan akan memuntahkan makanannya ketika nama Allah disebut.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Utama (Sunan Abu Dawud no. 3768):

Hadits ini diriwayatkan oleh Umayyah bin Makhsyi radhiyallahu 'anhu, dari jalur Jabir bin Shubh, dari Al-Mutsanna bin Abdurrahman Al-Khuza'i, dari pamannya Umayyah. Abu Dawud menyebutkan bahwa Jabir bin Shubh adalah kakek Sulaiman bin Harb dari pihak ibu.

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-Baqarah [2]: 168

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Terjemahan: "Wahai manusia, makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu."

Hadits pendukung dari kitab shahih:

  1. Dari Umar bin Abi Salamah radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda (HR. Al-Bukhari dan Muslim):

يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ

"Wahai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang dekat denganmu."

  1. Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, Nabi ﷺ bersabda (HR. Muslim):

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى، فَإِنْ نَسِيَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ: بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

"Jika salah seorang dari kalian makan, hendaklah menyebut nama Allah Ta'ala. Jika lupa menyebut nama Allah di awalnya, hendaklah mengucapkan: 'Bismillah awwalahu wa akhirahu'."

Kaitan dengan ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa disunnahkan menyebut nama Allah sebelum makan, dan jika lupa di awal maka mengucapkan "bismillah awwalahu wa akhirahu" berdasarkan hadits Aisyah ini.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa menyebut nama Allah sebelum makan mencegah setan ikut serta dalam makanan.
  • Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa setan benar-benar makan bersama orang yang tidak menyebut nama Allah, dan ini adalah perkara yang harus diimani sebagaimana disebutkan dalam nash.

Penjelasan Rinci

Makna hadits:

Hadits ini menceritakan seorang pria yang makan tanpa menyebut nama Allah hingga tersisa satu suapan terakhir. Ketika dia mengangkat suapan itu ke mulutnya, dia baru ingat dan mengucapkan "bismillah awwalahu wa akhirahu" (dengan nama Allah di awal dan di akhir). Nabi ﷺ tertawa karena melihat kejadian itu dan menjelaskan bahwa setan terus makan bersamanya selama dia tidak menyebut nama Allah, tetapi ketika dia menyebut nama Allah, setan memuntahkan apa yang ada di perutnya.

Pemahaman ulama:

  1. Imam an-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya menyebut nama Allah sebelum makan. Jika seseorang lupa di awal, hendaklah mengucapkan "bismillah awwalahu wa akhirahu" ketika ingat. Ini adalah bentuk ta'widh (mengganti yang terlewat).
  2. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menjadi dalil bahwa setan benar-benar makan bersama orang yang tidak menyebut nama Allah. Ini adalah perkara ghaib yang wajib diimani berdasarkan khabar dari Nabi ﷺ, bukan sesuatu yang bisa diukur dengan akal.
  3. Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad fi Hadyi Khairil 'Ibad menjelaskan bahwa menyebut nama Allah sebelum makan adalah sebab terhalangnya setan dari makanan. Beliau juga menyebutkan bahwa setan memuntahkan makanan yang telah dimakannya ketika nama Allah disebut, sebagaimana disebutkan dalam hadits ini.
  4. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa besar keberkahan menyebut nama Allah, dan betapa setan sangat ingin ikut serta dalam makanan manusia. Beliau juga menegaskan bahwa jika seseorang lupa di awal, maka mengucapkan "bismillah awwalahu wa akhirahu" adalah bentuk dzikir yang menggantikan yang terlewat.
  5. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Taisir al-Karim ar-Rahman ketika menafsirkan QS. Al-Baqarah [2]: 168 menjelaskan bahwa mengikuti langkah setan termasuk tidak menyebut nama Allah saat makan, karena setan ingin manusia lalai dari mengingat Allah dalam segala keadaan.

Perbedaan pendapat:

Para ulama dari daftar yang disebutkan sepakat bahwa menyebut nama Allah sebelum makan adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), dan jika lupa di awal maka mengucapkan "bismillah awwalahu wa akhirahu" ketika ingat. Tidak ada perbedaan pendapat yang berarti di antara mereka dalam hal ini.

Yang paling kuat:

Pendapat yang paling kuat adalah yang disebutkan dalam hadits Aisyah radhiyallahu 'anha (HR. Muslim) bahwa jika lupa menyebut nama Allah di awal, hendaklah mengucapkan "bismillah awwalahu wa akhirahu". Ini adalah pendapat yang dipegang oleh Imam an-Nawawi, Ibnu Hajar, dan Ibn Qayyim.

Story Telling

Diceritakan bahwa suatu ketika Nabi ﷺ sedang duduk bersama para sahabatnya. Seorang pria makan tanpa menyebut nama Allah. Setan pun ikut makan bersamanya, mengambil bagian dari makanan itu. Ketika makanan tinggal satu suapan terakhir dan pria itu mengangkatnya ke mulutnya, dia baru teringat dan mengucapkan "bismillah awwalahu wa akhirahu". Seketika itu, setan yang telah makan bersamanya memuntahkan semua yang ada di perutnya. Nabi ﷺ tertawa melihat kejadian itu dan menjelaskan kepada para sahabat apa yang terjadi. (HR. Abu Dawud no. 3768, dari Umayyah bin Makhsyi radhiyallahu 'anhu)

Hikmah dari kisah ini: Betapa besar perhatian Nabi ﷺ terhadap adab-adab kecil dalam kehidupan sehari-hari, dan betapa setan sangat ingin ikut serta dalam makanan manusia. Menyebut nama Allah adalah benteng yang melindungi kita dari gangguan setan.

Kesimpulan Praktis

  1. Biasakan menyebut "bismillah" sebelum makan — ini adalah sunnah yang sangat dianjurkan dan menjadi sebab terhalangnya setan dari makanan kita.
  2. Jika lupa di awal, ucapkan "bismillah awwalahu wa akhirahu" ketika ingat, berdasarkan hadits Aisyah radhiyallahu 'anha (HR. Muslim).
  3. Ajarkan adab ini kepada keluarga dan anak-anak — sebagaimana Nabi ﷺ mengajarkan kepada Umar bin Abi Salamah radhiyallahu 'anhu.
  4. Yakini bahwa setan benar-benar ikut makan — ini adalah perkara ghaib yang wajib diimani berdasarkan khabar Nabi ﷺ, bukan sekadar simbolisme.
  5. Jangan meremehkan adab kecil — Islam mengajarkan adab dalam segala hal, termasuk saat makan, karena semua itu adalah bentuk ibadah dan dzikir kepada Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?