Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan adab penting sebelum dan saat makan: sebutlah nama Allah (bismillah). Jika seseorang lupa mengucapkannya di awal, maka ia boleh mengucapkan "Bismillahi awwalahu wa akhirahu" (dengan nama Allah di awal dan di akhirnya). Ini menunjukkan bahwa syariat memberi kemudahan dan tetap membimbing hamba untuk tidak melupakan Allah meski sudah terlanjur lupa.
Rujukan Ulama & Dalil
Dalil Al-Qur'an:
Allah ﷻ berfirman:
فَكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ إِنْ كُنْتُمْ بِآيَاتِهِ مُؤْمِنِينَ
"Maka makanlah dari apa yang disebutkan nama Allah atasnya, jika kamu benar-benar beriman kepada ayat-ayat-Nya."
(QS. Al-An'am [6]: 118)
Hadits terkait:
- Hadits Umar bin Abi Salamah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
يَا غُلَامُ، سَمِّ اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ
"Wahai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang dekat denganmu."
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
- Hadits Hudzaifah bin al-Yaman رضي الله عنه, Nabi ﷺ bersabda tentang makanan yang tidak disebut nama Allah padanya, bahwa setan ikut makan bersamanya (HR. Muslim).
Kaitan dengan ulama:
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa menyebut nama Allah saat makan adalah sunnah yang disepakati, dan jika lupa di awal maka disunnahkan membaca "Bismillahi awwalahu wa akhirahu".
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa bacaan pengganti ini berfungsi menutup kelalaian dan menghalangi setan dari makanan tersebut.
- Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya meriwayatkan bab khusus tentang "Bismillah" sebelum makan, menunjukkan pentingnya adab ini.
Penjelasan Rinci
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, kitab Al-Ath'imah (makanan), bab menyebut nama saat makan. Sanadnya melalui Ummu Kultsum dari Aisyah رضي الله عنها.
Makna hadits:
- Perintah menyebut nama Allah sebelum makan. Ini adalah adab yang diajarkan Nabi ﷺ. Menyebut nama Allah bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk tauhid dan pengakuan bahwa rezeki datang dari Allah.
- Jika lupa di awal, ucapkan "Bismillahi awwalahu wa akhirahu". Ini adalah bentuk istidrak (menyusul) yang diajarkan syariat. Artinya, kelalaian tidak menjadi alasan untuk meninggalkan zikir sepenuhnya.
Pemahaman ulama:
- Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa membaca bismillah saat makan hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan). Jika seseorang meninggalkannya dengan sengaja, ia kehilangan keberkahan, dan setan berbagi makanannya.
- Ibnu Hajar al-Asqalani menukil bahwa sebagian ulama berpendapat bacaan "Bismillahi awwalahu wa akhirahu" juga berlaku jika seseorang baru ingat di tengah makan, bukan hanya di akhir.
- Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menegaskan bahwa menyebut nama Allah saat makan mengusir setan dan mendatangkan berkah pada makanan.
- Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa syariat menjaga setiap aktivitas hamba agar selalu terhubung dengan Allah, bahkan dalam hal sederhana seperti makan.
Perbedaan pendapat:
Sebagian ulama berbeda apakah bacaan pengganti diucapkan hanya jika lupa di awal saja, atau juga jika lupa sama sekali hingga selesai makan. Pendapat yang lebih kuat — sebagaimana dirajihkan Ibnu Hajar dan an-Nawawi — adalah bacaan tersebut diucapkan ketika ingat, baik di tengah maupun di akhir makan, karena tujuannya menutup kelalaian.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Hudzaifah bin al-Yaman رضي الله عنه pernah bersama Nabi ﷺ dalam suatu jamuan. Ketika mereka hendak makan, ada seorang anak kecil yang langsung menyantap tanpa menyebut nama Allah, lalu Nabi ﷺ memegang tangannya. Kemudian datang seorang Arab badui yang juga langsung makan tanpa bismillah, dan Nabi ﷺ memegang tangannya seraya bersabda:
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَيَسْتَحِلُّ الطَّعَامَ إِذَا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ
"Sesungguhnya setan menghalalkan makanan (untuk ikut menyantapnya) apabila tidak disebutkan nama Allah padanya."
(HR. Muslim)
Hikmah: Setan sangat ingin ikut serta dalam makanan yang tidak disebut nama Allah. Maka bismillah adalah benteng sederhana namun kuat yang menjaga keberkahan makanan kita.
Kesimpulan Praktis
- Biasakan membaca "Bismillah" sebelum makan dan minum. Ini sunnah yang ringan namun besar pahalanya.
- Jika lupa di awal, ucapkan "Bismillahi awwalahu wa akhirahu" saat ingat, baik di tengah maupun di akhir makan.
- Ajarkan adab ini kepada keluarga dan anak-anak, sebagaimana Nabi ﷺ mengajarkannya kepada Umar bin Abi Salamah.
- Yakini bahwa bismillah mendatangkan berkah dan menghalangi setan dari makanan kita.
- Jangan remehkan amalan kecil, karena syariat memperhatikan setiap detail kehidupan hamba.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.