Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 3755 tentang Larangan masuk rumah yang dihias berlebihan

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan adab dan sifat zuhud Nabi ﷺ: beliau menolak masuk ke rumah yang dihiasi tirai bergambar/bermotif karena hal itu tidak pantas bagi seorang Nabi. Ini bukan larangan mutlak menghias rumah, tetapi menunjukkan keutamaan kesederhanaan, menjauhi kemewahan yang melalaikan, dan menjaga kehormatan kenabian. Pelajarannya: rumah seorang mukmin hendaknya sederhana, bersih, dan tidak berlebihan dalam hiasan yang mengalihkan dari ibadah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Makanan, Bab "Seorang pria yang dipanggil lalu melihat sesuatu yang tidak disukainya", dari Safinah Abu Abdurrahman (mantan budak Nabi ﷺ), melalui jalur Hammad bin Salamah dari Sa'id bin Jumhan.

Teks hadits (potongan inti):

إِنَّهُ لَيْسَ لِي أَوْ لِنَبِيٍّ أَنْ يَدْخُلَ بَيْتًا مُزَوَّقًا

"Sesungguhnya tidak pantas bagiku — atau bagi seorang Nabi — untuk masuk ke rumah yang dihiasi (muzawwaq)."

Hadits pendukung tentang kezuhudan Nabi ﷺ dan keengganan beliau terhadap kemewahan dunia, di antaranya sabda beliau yang diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim dari Umar bin al-Khaththab radhiyallahu 'anhu:

مَا لِي وَلِلدُّنْيَا، إِنَّمَا مَثَلِي وَمَثَلُ الدُّنْيَا كَرَاكِبٍ ظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا

"Apa urusanku dengan dunia? Sesungguhnya perumpamaanku dengan dunia seperti seorang musafir yang berteduh di bawah pohon, lalu ia pergi dan meninggalkannya."

(HR. At-Tirmidzi dan Ibn Majah; dinilai shahih oleh al-Albani)

Ayat yang menjadi landasan zuhud dan tidak berlebihan:

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

"Dan janganlah engkau tujukan pandanganmu kepada kenikmatan yang Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang kafir) sebagai bunga kehidupan dunia, agar Kami menguji mereka dengannya. Dan rezeki Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal."

(QS. Thaha [20]: 131)

Penjelasan Rinci

Makna kata "muzawwaq" (مُزَوَّق): Para ulama bahasa menjelaskan bahwa muzawwaq berarti rumah yang dihiasi dengan gambar, ukiran, atau tirai bermotif makhluk bernyawa atau hiasan berlebihan yang menyerupai kemewahan dunia. Ibn al-Atsir (dalam an-Nihayah, disebutkan oleh Ibn Hajar dalam Fath al-Bari) menyebut zauq bermakna menghiasi dan memperindah.

Pemahaman ulama daftar:

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa Nabi ﷺ menjauhi rumah yang dihias bukan karena pengharaman mutlak, melainkan karena:

  1. Hiasan itu termasuk tana'um (berlebihan dalam kenikmatan dunia) yang tidak sesuai dengan kezuhudan beliau.
  2. Beliau khawatir hal itu menjadi contoh bagi umat untuk berlomba dalam kemewahan.
  3. Beliau menjaga kehormatan kenabian dari hal-hal yang melalaikan.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menyebutkan bahwa hadits ini menjadi dalil karahah (makruh) menghias rumah dengan gambar atau tirai bergambar makhluk bernyawa, dan menjadi dalil keutamaan kesederhanaan. Beliau juga menukil bahwa sebagian ulama memahami "muzawwaq" di sini khusus pada gambar bernyawa, bukan sekadar hiasan warna.

Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menegaskan bahwa zuhud Nabi ﷺ bukan karena beliau tidak mampu, tetapi karena pilihan sadar untuk tidak terikat dunia. Beliau menolak apa yang bisa mengalihkan hati dari akhirat.

Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Madarij as-Salikin menjelaskan bahwa hati yang terikat hiasan dunia akan sulit khusyuk; karena itu Nabi ﷺ menjauhinya sebagai pendidikan bagi umat.

Syeikh Abdurrahman as-Sa'di dalam tafsirnya menegaskan bahwa ayat Thaha 131 mengajarkan agar seorang mukmin tidak silau dengan kemewahan orang kafir, karena itu adalah ujian sementara.

Perbedaan pendapat: Sebagian ulama (seperti Ibn Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa) membedakan antara hiasan yang sekadar memperindah rumah secara wajar (boleh) dengan hiasan berlebihan atau bergambar makhluk bernyawa (makruh/haram sesuai jenisnya). Pendapat yang paling kuat: larangan di sini bersifat karahah tanzih (makruh) untuk hiasan berlebihan, dan tahrim untuk gambar makhluk bernyawa yang utuh, berdasarkan hadits-hadits lain tentang larangan gambar.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Safinah radhiyallahu 'anhu — yang pernah menjadi pelayan Nabi ﷺ — menceritakan peristiwa ini. Ali bin Abi Thalib dan Fatimah radhiyallahu 'anhuma mengundang Nabi ﷺ untuk makan bersama. Betapa besar keinginan mereka berdua untuk berbagi makanan dengan beliau. Namun ketika Nabi ﷺ sampai di pintu dan melihat tirai berhias di sudut rumah, beliau langsung menarik tangan dan pergi tanpa masuk.

Fatimah yang mulia, putri Nabi ﷺ, segera menyuruh Ali untuk menyusul dan bertanya. Ali pun menyusul dan bertanya dengan penuh adab. Jawaban Nabi ﷺ singkat namun mendalam: "Tidak pantas bagi seorang Nabi masuk ke rumah yang dihias."

Hikmahnya: Nabi ﷺ tidak marah, tidak menuduh, tidak menghakimi. Beliau hanya menjaga prinsip. Ini mengajarkan kita bahwa menolak sesuatu yang tidak sesuai prinsip bisa dilakukan dengan lembut dan tanpa melukai perasaan orang yang mencintai kita. (Sumber: Sunan Abu Dawud, dan penjelasan Ibn Hajar dalam Fath al-Bari serta an-Nawawi dalam Syarh Muslim.)

Kesimpulan Praktis

  1. Sederhana dalam rumah: Hindari hiasan berlebihan yang mengalihkan dari ibadah dan membuat lupa akhirat.
  2. Hindari gambar makhluk bernyawa di rumah, berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lain yang shahih.
  3. Zuhud bukan berarti miskin: Nabi ﷺ mampu, tetapi memilih sederhana. Zuhud adalah hati tidak terikat dunia meski tangan bekerja.
  4. Tegur dengan lembut: Seperti Nabi ﷺ yang pergi tanpa marah, sampaikan prinsip dengan adab.
  5. Prioritaskan yang kekal: Rezeki Allah yang kekal lebih baik dari kemewahan sementara (QS. Thaha [20]: 131).

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?