Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 3729 tentang Adab minum dan doa berkah untuk tuan rumah

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kisah indah tentang adab dan akhlak mulia Nabi ﷺ ketika menjadi tamu di rumah sahabatnya, Abdullah bin Busr radhiyallahu 'anhu. Hadits ini mengajarkan beberapa hal penting: adab minum (memberikan minuman kepada yang di sebelah kanan), adab makan kurma (meletakkan biji di punggung jari), dan keutamaan mendoakan tuan rumah yang telah menjamu kita. Doa Nabi ﷺ untuk keluarga ini adalah doa keberkahan, ampunan, dan rahmat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya (no. 3729), juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 2042) dari jalur lain.

Berikut teks hadits dalam bahasa Arab (sebagaimana yang Anda cantumkan):

حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ خُمَيْرٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ، - مِنْ بَنِي سُلَيْمٍ - قَالَ جَاءَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِلَى أَبِي فَنَزَلَ عَلَيْهِ فَقَدَّمَ إِلَيْهِ طَعَامًا فَذَكَرَ حَيْسًا أَتَاهُ بِهِ ثُمَّ أَتَاهُ بِشَرَابٍ فَشَرِبَ فَنَاوَلَ مَنْ عَلَى يَمِينِهِ وَأَكَلَ تَمْرًا فَجَعَلَ يُلْقِي النَّوَى عَلَى ظَهْرِ أُصْبَعَيْهِ السَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى فَلَمَّا قَامَ قَامَ أَبِي فَأَخَذَ بِلِجَامِ دَابَّتِهِ فَقَالَ ادْعُ اللَّهَ لِي ‏.‏ فَقَالَ ‏"‏ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِيمَا رَزَقْتَهُمْ وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ ‏"‏ ‏.

Makna ringkas: Abdullah bin Busr radhiyallahu 'anhu menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ datang ke rumah ayahnya dan menjadi tamu. Ayahnya menyuguhkan makanan (hais—campuran kurma, samin, dan tepung) dan minuman. Nabi ﷺ minum lalu memberikan kepada orang di sebelah kanannya. Beliau makan kurma dan meletakkan bijinya di punggung jari telunjuk dan jari tengahnya. Ketika hendak pergi, ayah Abdullah memegang kendali hewan tunggangan Nabi ﷺ dan meminta didoakan. Maka Nabi ﷺ mendoakan mereka: "Ya Allah, berkahilah mereka dalam apa yang Engkau berikan kepada mereka, ampunilah mereka, dan rahmatilah mereka."

Kaitan dengan ulama: Hadits ini dijelaskan oleh para ulama dalam kitab-kitab syarah hadits, di antaranya:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (13/191-192) menjelaskan adab minum dan siapa yang lebih berhak menerima minuman.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (9/579-580) membahas adab membuang biji kurma dan faedah-faedah hadits ini.
  • Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad (4/226-227) menyebutkan adab makan dan minum Nabi ﷺ serta hikmahnya.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:

1. Adab Memberikan Minuman kepada yang di Sebelah Kanan

Dalam riwayat ini, Nabi ﷺ minum lalu memberikan wadah minuman kepada orang yang berada di sebelah kanannya. Ini adalah adab yang diajarkan dalam hadits lain yang lebih tegas, yaitu sabda Nabi ﷺ:

"الْأَيْمَنُونَ فَالْأَيْمَنُونَ" — "Yang di sebelah kanan, lalu yang di sebelah kanan." (HR. Bukhari no. 5619, dari Anas bin Malik)

Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa jika seseorang minum bersama orang lain, maka ia memberikan minuman kepada yang di sebelah kanannya, meskipun yang di sebelah kiri lebih tua atau lebih mulia. Ini karena Nabi ﷺ memberikan kepada anak kecil (Ibnu Abbas) yang berada di sebelah kanannya, sementara di sebelah kirinya ada para sahabat senior. Namun Imam an-Nawawi juga menegaskan bahwa jika yang di sebelah kanan mengizinkan untuk diberikan kepada yang lain, maka boleh.

2. Adab Membuang Biji Kurma

Nabi ﷺ meletakkan biji kurma di punggung jari telunjuk dan jari tengahnya, lalu membuangnya. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan hikmahnya: agar tangan tidak kotor dan biji tidak berserakan di tempat makan. Ini menunjukkan kebersihan dan keindahan akhlak Nabi ﷺ dalam hal-hal yang dianggap remeh sekalipun.

3. Doa untuk Tuan Rumah yang Menjamu

Ini adalah bagian terpenting dari hadits ini. Ketika Abdullah bin Busr meminta didoakan, Nabi ﷺ mendoakan:

"اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِيمَا رَزَقْتَهُمْ وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ"

"Ya Allah, berkahilah mereka dalam apa yang Engkau berikan kepada mereka, ampunilah mereka, dan rahmatilah mereka."

Doa ini mencakup tiga permohonan besar: keberkahan rezeki, ampunan dosa, dan rahmat. Syaikh Abdurrahman as-Sa'di dalam Bahjah Qulub al-Abrar menjelaskan bahwa doa keberkahan berarti memohon agar Allah menambah kebaikan dalam rezeki tersebut, baik secara jumlah maupun manfaatnya. Doa ampunan dan rahmat adalah permohonan keselamatan dunia dan akhirat.

4. Keutamaan Menjamu Tamu dan Mendoakannya

Hadits ini juga menunjukkan keutamaan keluarga Abdullah bin Busr yang mendapatkan doa khusus dari Nabi ﷺ. Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menyebutkan bahwa doa Nabi ﷺ untuk seseorang adalah mustajab, dan ini adalah keutamaan besar bagi keluarga tersebut.

5. Adab Tamu Terhadap Tuan Rumah

Nabi ﷺ tidak langsung pergi setelah makan, tetapi beliau melayani permintaan tuan rumah untuk didoakan. Ini menunjukkan bahwa seorang tamu yang baik adalah yang memperlakukan tuan rumah dengan baik, termasuk mendoakannya.

Story Telling

Dari hadits ini, kita bisa mengambil kisah tentang kemuliaan akhlak Nabi ﷺ. Beliau adalah pemimpin umat, namun ketika menjadi tamu di rumah seorang sahabat yang sederhana, beliau menunjukkan kerendahan hati yang luar biasa. Beliau makan dengan adab yang indah, tidak menyulitkan tuan rumah, dan ketika diminta doa, beliau dengan senang hati mendoakan mereka.

Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad (4/226) menyebutkan bahwa di antara petunjuk Nabi ﷺ dalam makan adalah tidak mencela makanan, makan dengan tangan kanan, dan berdoa untuk tuan rumah ketika selesai makan. Ini semua adalah bagian dari akhlak mulia yang diajarkan Islam.

Kisah ini juga mengingatkan kita pada kisah lain ketika Nabi ﷺ mendoakan keluarga Abu Ayyub al-Anshari ketika mereka menjamu beliau. Semua ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan hubungan sosial yang indah, termasuk dalam hal menjamu dan menjadi tamu.

Kesimpulan Praktis

Beberapa pelajaran yang bisa kita amalkan dari hadits ini:

  1. Adab minum: Dahulukan yang di sebelah kanan ketika membagikan minuman, meskipun yang di sebelah kiri lebih tua atau lebih dihormati.
  2. Adab makan: Jaga kebersihan saat makan, termasuk cara membuang biji kurma atau sisa makanan dengan cara yang tidak mengotori tempat.
  3. Mendoakan tuan rumah: Setelah dijamu, doakan tuan rumah dengan doa yang diajarkan Nabi ﷺ: "Allahumma barik lahum fima razaqtahum, waghfir lahum, warhamhum" (Ya Allah, berkahilah mereka dalam rezeki yang Engkau berikan, ampunilah mereka, dan rahmatilah mereka).
  4. Menjadi tamu yang baik: Jangan menyulitkan tuan rumah, terimalah jamuan dengan baik, dan jangan lupa mendoakan kebaikan untuk mereka.
  5. Menghargai jasa orang lain: Sebagaimana Nabi ﷺ menghargai jamuan keluarga Abdullah bin Busr dengan doa, kita pun hendaknya menghargai kebaikan orang lain dengan doa dan ucapan terima kasih.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.