Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 3168 tentang Pahala shalat jenazah dan mengantarnya hingga selesai

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan keutamaan besar mengikuti jenazah, yaitu shalat jenazah dan mengantarkannya hingga selesai penguburan. Pahala yang disebutkan adalah satu qirath bagi yang shalat, dan dua qirath bagi yang mengantarnya hingga selesai. Ukuran qirath di sini sangat besar, bahkan yang lebih kecil di antara keduanya setara dengan Gunung Uhud. Ini menunjukkan betapa mulianya membantu urusan jenazah seorang muslim.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Jenazah, Bab Keutamaan Shalat atas Jenazah dan Mengantarkannya, nomor 3168. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya.

Teks Hadits (sebagaimana yang Anda sebutkan):

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ سُمَىٍّ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، يَرْوِيهِ قَالَ مَنْ تَبِعَ جَنَازَةً فَصَلَّى عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ وَمَنْ تَبِعَهَا حَتَّى يُفْرَغَ مِنْهَا فَلَهُ قِيرَاطَانِ أَصْغَرُهُمَا مِثْلُ أُحُدٍ أَوْ أَحَدُهُمَا مِثْلُ أُحُدٍ

Makna ringkas: Barangsiapa mengikuti jenazah lalu shalat atasnya, maka baginya satu qirath. Barangsiapa mengikutinya hingga selesai (penguburan), maka baginya dua qirath. Yang lebih kecil di antara keduanya setara dengan Gunung Uhud.

Dalil pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

"Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu berasal dari ketakwaan hati." (QS. Al-Hajj [22]: 32)

Mengurus dan mengantarkan jenazah muslim adalah bagian dari mengagungkan syi'ar Allah dan bentuk persaudaraan sesama muslim.

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna qirath di sini adalah ukuran pahala yang sangat besar, dan disebutkan bahwa yang lebih kecil setara dengan Gunung Uhud. Ini menunjukkan keutamaan yang luar biasa bagi orang yang mengikuti jenazah.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menegaskan bahwa hadits ini menunjukkan dorongan kuat untuk menghadiri shalat jenazah dan mengantarkannya hingga selesai, karena pahalanya sangat besar.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung dua tingkatan keutamaan:

  1. Satu Qirath untuk yang Shalat Jenazah: Seseorang yang menghadiri jenazah, ikut menshalatkannya, lalu pergi setelah shalat, maka ia mendapatkan satu qirath. Ini adalah pahala yang sangat besar, karena qirath yang dimaksud di sini bukan qirath biasa (ukuran mata uang), melainkan ukuran pahala yang hanya diketahui besarnya oleh Allah.
  2. Dua Qirath untuk yang Mengantar hingga Selesai: Seseorang yang tidak hanya shalat, tetapi juga mengantarkan jenazah hingga selesai dimakamkan, maka ia mendapatkan dua qirath. Yang lebih kecil dari dua qirath ini setara dengan Gunung Uhud. Ini menunjukkan bahwa pahala mengantarkan jenazah hingga penguburan lebih besar daripada hanya sekedar shalat.

Mengapa yang mengantar lebih besar pahalanya? Karena ia bersabar lebih lama, membantu proses penguburan, dan turut serta dalam menyelesaikan urusan saudaranya yang telah meninggal. Ini adalah bentuk mu'azanah (pertolongan) dan mu'akhah (persaudaraan) yang sangat dicintai Allah.

Perbedaan pendapat tentang makna "yang lebih kecil": Sebagian ulama seperti Imam Al-Khathabi berpendapat bahwa yang dimaksud "yang lebih kecil" adalah pahala satu qirath (untuk yang shalat saja), dan "yang lebih besar" adalah dua qirath (untuk yang mengantar). Pendapat lain mengatakan bahwa keduanya sama-sama setara dengan Uhud, hanya saja salah satunya disebutkan secara spesifik. Namun, inti dari hadits ini adalah keutamaan yang sangat besar bagi keduanya.

Adab dalam mengikuti jenazah: Para ulama juga menjelaskan bahwa keutamaan ini didapatkan dengan syarat mengikuti jenazah dengan niat ikhlas karena Allah, menjaga adab, tidak bercanda, dan tidak melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Imam Ahmad bin Hanbal dan para ulama lainnya menekankan pentingnya niat yang benar dalam setiap amalan.

Story Telling

Dahulu, ada seorang laki-laki dari kalangan Anshar yang selalu menghadiri setiap jenazah yang lewat di Madinah. Ia tidak pernah melewatkan shalat jenazah dan selalu mengantarnya hingga selesai penguburan. Ketika ditanya mengapa ia melakukan itu, ia menjawab, "Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda bahwa barangsiapa mengikuti jenazah hingga selesai, ia mendapat dua qirath yang lebih kecilnya setara dengan Gunung Uhud. Maka aku tidak ingin melewatkan pahala sebesar itu."

Kisah ini menggambarkan semangat para sahabat dan tabi'in dalam meraih keutamaan yang disebutkan dalam hadits. Mereka sangat bersemangat dalam kebaikan, sekecil apapun bentuknya, karena mereka yakin dengan janji Allah dan Rasul-Nya.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersemangatlah menghadiri shalat jenazah bagi kaum muslimin, karena pahalanya sangat besar.
  2. Jika memungkinkan, antarkan jenazah hingga selesai penguburan untuk mendapatkan pahala yang lebih sempurna.
  3. Niatkan semua itu karena Allah, bukan karena riya atau ingin dilihat orang lain.
  4. Jaga adab saat mengikuti jenazah: tenang, tidak tertawa, tidak bercanda, dan mendoakan mayit.
  5. Ingatkan diri sendiri tentang kematian saat mengikuti jenazah, karena ini adalah pelajaran berharga bagi yang masih hidup.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.