Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 3118 tentang Menutup mata mayit dan mendoakan kebaikan

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan tiga adab penting saat menghadapi orang yang sedang meninggal: (1) menutup mata mayit setelah ruh keluar, (2) tidak berdoa atau berbicara kecuali dengan kebaikan karena malaikat mengaminkan, dan (3) mendoakan kebaikan bagi mayit dengan doa-doa yang diajarkan Nabi ﷺ. Doa Nabi ﷺ untuk Abu Salamah menjadi contoh doa yang dianjurkan bagi mayit.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-A'raf [7]: 55

وَدُعَاءُهُ فِي الْخَيْرِ مَقْبُولٌ

Namun yang lebih tepat sebagai dalil adalah firman Allah:

QS. Al-Baqarah [2]: 286

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنتَ مَوْلَانَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Terjemahan: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya. Baginya apa yang diusahakannya dan terhadapnya apa yang diusahakannya. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Ummu Salamah (istri Nabi ﷺ) dalam Sunan Abu Dawud no. 3118, Kitab Janazah, Bab Menutup Mata Orang yang Meninggal. Hadits ini juga memiliki syawahid (penguat) dari riwayat Muslim dari Ummu Salamah tentang doa Nabi ﷺ untuk Abu Salamah.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa menutup mata mayit adalah sunnah yang disepakati.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hikmah menutup mata adalah agar pandangan yang terbuka tidak menjadi pemandangan yang menyedihkan dan menjaga kehormatan mayit.
  • Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menegaskan bahwa doa untuk mayit adalah amalan yang bermanfaat dan sampai kepada mayit.

Penjelasan Rinci

1. Menutup Mata Mayit

Nabi ﷺ masuk menemui Abu Salamah (Abdullah bin Abdul Asad) yang baru saja wafat dan matanya masih terbuka. Beliau ﷺ menutup matanya. Ini menunjukkan bahwa menutup mata mayit setelah ruh keluar adalah sunnah. Imam an-Nawawi dalam Al-Majmu' menyatakan bahwa para ulama sepakat (ijma') tentang sunnahnya menutup mata mayit. Ibnu Hajar menambahkan bahwa ini dilakukan agar mayit tidak terlihat dalam keadaan yang tidak pantas dan agar keluarga tidak terus-menerus melihatnya dalam keadaan demikian.

2. Larangan Berdoa atau Berbicara Kecuali dengan Kebaikan

Ketika keluarga Abu Salamah menangis dan mungkin mengucapkan kata-kata yang tidak baik (seperti meratap atau mengeluh), Nabi ﷺ melarang mereka dan bersabda: "Janganlah kalian berdoa untuk diri kalian kecuali yang baik, karena para malaikat mengaminkan apa yang kalian ucapkan."

Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menjelaskan bahwa saat sakaratul maut atau setelah kematian, para malaikat hadir dan mengaminkan doa yang diucapkan. Maka hendaknya seseorang hanya mengucapkan yang baik, seperti doa ampunan, rahmat, dan husnul khatimah. Imam an-Nawawi dalam Syarh Muslim menyebutkan bahwa ini juga berlaku saat seseorang sedang sakit keras, karena bisa jadi itu adalah akhir hayatnya.

3. Doa Nabi ﷺ untuk Abu Salamah

Nabi ﷺ kemudian berdoa dengan doa yang sangat indah:

  • "Ya Allah, ampunilah Abu Salamah" — memohon ampunan untuk mayit.
  • "Angkatlah derajatnya di antara orang-orang yang mendapat petunjuk" — memohon agar mayit ditempatkan bersama orang-orang saleh.
  • "Berikanlah keturunan yang baik" — memohon agar keluarga yang ditinggalkan menjadi baik.
  • "Ampunilah kami dan dia, wahai Tuhan semesta alam" — mencakup doa untuk yang hidup dan yang mati.
  • "Luaskanlah kuburnya dan berikanlah cahaya di dalamnya" — memohon kelapangan dan cahaya di alam kubur.

Ibn Qayyim dalam Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa doa ini adalah contoh doa yang dianjurkan untuk mayit, dan para ulama menganjurkan untuk mendoakan mayit dengan doa-doa yang ma'tsur (bersumber dari Nabi ﷺ).

4. Catatan Abu Dawud tentang Menutup Mata Setelah Ruh Keluar

Abu Dawud menyebutkan riwayat dari Abu Maisarah, seorang ahli ibadah, yang mengatakan bahwa ia menutup mata Ja'far al-Mu'allim (seorang ahli ibadah) saat menjelang wafat, lalu ia bermimpi melihatnya dan Ja'far berkata: "Yang paling berat bagiku adalah engkau menutup mataku sebelum aku mati." Ini menunjukkan bahwa menutup mata dilakukan setelah ruh keluar, bukan sebelum. Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menguatkan bahwa menutup mata dilakukan setelah kematian, bukan saat sakaratul maut.

Perbedaan pendapat:

Sebagian ulama berpendapat bahwa menutup mata boleh dilakukan saat sakaratul maut jika mata sudah terbuka lebar, namun pendapat yang lebih kuat adalah setelah ruh keluar, sebagaimana hadits ini dan atsar dari Abu Maisarah. Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar menguatkan pendapat ini.

Story Telling

Diceritakan bahwa Ummu Salamah radhiyallahu 'anha, istri Nabi ﷺ, mengalami peristiwa yang sangat menyentuh. Suaminya, Abu Salamah (Abdullah bin Abdul Asad), seorang sahabat mulia yang ikut hijrah ke Habasyah dan Madinah, sedang sakit keras. Ketika Nabi ﷺ datang menjenguknya, Abu Salamah sudah dalam keadaan sakaratul maut. Matanya terbuka lebar menatap ke atas. Nabi ﷺ dengan lembut menutup matanya.

Keluarga Abu Salamah yang hadir tidak dapat menahan tangis dan mulai meratap. Nabi ﷺ dengan penuh kasih menasihati mereka: "Janganlah kalian berdoa untuk diri kalian kecuali yang baik, karena para malaikat mengaminkan apa yang kalian ucapkan." Lalu beliau ﷺ mengangkat tangannya dan berdoa dengan doa yang penuh makna untuk sahabatnya yang tercinta.

Ummu Salamah kemudian meriwayatkan hadits ini, dan ia sendiri pernah berdoa dengan doa yang diajarkan Nabi ﷺ ketika Abu Salamah wafat: "Ya Allah, ampunilah aku dan dia, dan berilah aku ganti yang lebih baik darinya." Allah pun menggantinya dengan Nabi ﷺ sendiri sebagai suami, sebagaimana disebutkan dalam Shahih Muslim.

Hikmah: Peristiwa ini mengajarkan bahwa saat menghadapi kematian, seorang mukmin hendaknya menjaga lisan, memperbanyak doa kebaikan, dan tidak meratap atau mengucapkan kata-kata yang tidak pantas. Doa yang diajarkan Nabi ﷺ adalah doa terbaik untuk mayit.

Kesimpulan Praktis

  1. Menutup mata mayit setelah ruh keluar adalah sunnah yang disepakati para ulama.
  2. Jaga lisan saat ada orang meninggal — jangan meratap, mengeluh, atau berdoa kecuali dengan kebaikan, karena malaikat mengaminkan.
  3. Doakan mayit dengan doa-doa yang diajarkan Nabi ﷺ, seperti memohon ampunan, derajat yang tinggi, kelapangan kubur, dan cahaya di dalamnya.
  4. Hindari menutup mata sebelum ruh keluar berdasarkan atsar dari Abu Maisarah yang disebutkan Abu Dawud.
  5. Hibur keluarga yang ditinggalkan dengan doa dan nasihat yang baik, bukan dengan ratapan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?