Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits yang Anda tanyakan adalah riwayat pendukung (mutaba'ah) dari hadits tentang keutamaan menjenguk orang sakit. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, dan maknanya selaras dengan hadits-hadits shahih lainnya yang menjelaskan bahwa seorang muslim yang menjenguk saudaranya yang sakit akan senantiasa berada dalam "khurfatul jannah" (taman surga) hingga ia kembali. Riwayat ini menegaskan keutamaan besar dari amalan menjenguk orang sakit, yang merupakan hak seorang muslim atas muslim lainnya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Abu Dawud:
Hadits yang Anda sebutkan adalah penguat (mutaba'ah) dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud sebelumnya. Dalam Sunan Abu Dawud, Kitab Jenazah, Bab Keutamaan Menjenguk Orang Sakit, diriwayatkan:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلاَءِ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، عَنِ الْحَكَمِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى، عَنْ عَلِيٍّ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: "مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُودُ مُسْلِمًا إِلاَّ خَاضَ فِي رَحْمَةِ اللهِ، فَإِذَا جَلَسَ عِنْدَهُ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ" أَوْ كَمَا قَالَ
"Tidaklah seorang muslim menjenguk muslim lainnya, kecuali ia berjalan dalam rahmat Allah. Apabila ia duduk di sisinya, maka rahmat itu meliputinya." (HR. Abu Dawud no. 3098)
Kemudian datanglah riwayat yang Anda tanyakan (no. 3099) sebagai penguat dengan makna yang sama, tanpa menyebutkan kata "الْخَرِيفَ" (kebun).
Hadits Pendukung dari Kitab Shahih:
Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda:
حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ: رَدُّ السَّلاَمِ، وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ، وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ، وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ، وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ
"Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima: menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengikuti jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan orang yang bersin." (HR. Bukhari no. 1240, Muslim no. 2162)
Penjelasan Ulama:
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa menjenguk orang sakit adalah sunnah yang sangat dianjurkan (mustahabbah) dan termasuk hak muslim atas muslim lainnya. Beliau menukil ijma' ulama tentang disunnahkannya menjenguk orang sakit.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa keutamaan menjenguk orang sakit sangat besar, dan pahalanya terus mengalir selama ia dalam perjalanan menjenguk hingga kembali.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
1. Keutamaan Menjenguk Orang Sakit
Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ sangat memperhatikan untuk menjenguk para sahabatnya yang sakit, dan ini termasuk petunjuk beliau dalam bermuamalah dengan sesama. Menjenguk orang sakit adalah amalan yang dicintai Allah karena di dalamnya terdapat kasih sayang, persaudaraan, dan doa.
2. Makna "Berjalan dalam Rahmat Allah"
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di ketika menafsirkan ayat-ayat tentang rahmat Allah menjelaskan bahwa rahmat Allah meliputi hamba-hamba-Nya yang saling menyayangi. Dalam hadits ini, orang yang menjenguk digambarkan "berjalan dalam rahmat Allah" - artinya setiap langkahnya diiringi rahmat, dan ketika ia duduk di sisi orang sakit, rahmat itu semakin meliputinya.
3. Adab-Adab Menjenguk Orang Sakit
Para ulama dari kalangan salaf, seperti Al-Hasan al-Bashri dan Sa'id bin al-Musayyib, sangat memperhatikan adab menjenguk orang sakit. Di antaranya:
- Mendoakan kesembuhan, seperti doa yang diajarkan Nabi ﷺ: "Allahumma rabban-nas, adzhibil-ba's, isyfi antasy-syafi, la syifa'a illa syifa'uka, syifa'an la yughadiru saqama" (Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah penyakit, sembuhkanlah, Engkau Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit).
- Tidak memperlama duduk kecuali jika orang sakit menginginkannya.
- Meringankan beban orang sakit dan tidak membuatnya bosan.
- Mendoakan kebaikan dunia dan akhirat untuknya.
4. Riwayat yang Tidak Menyebutkan Kata "Kebun"
Imam Abu Dawud menjelaskan bahwa dalam riwayat ini tidak disebutkan kata "الْخَرِيفَ" (kebun/taman). Ini menunjukkan bahwa para perawi terkadang meriwayatkan hadits secara makna, dan perbedaan lafazh ini tidak mengubah substansi hadits. Yang terpenting adalah maknanya tetap sama: keutamaan menjenguk orang sakit.
5. Keshahihan Hadits
Imam Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud menilai hadits ini shahih. Adapun riwayat yang menyebutkan "khurfatul jannah" (taman surga) juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Tsuban radhiyallahu 'anhu:
إِنَّ الْمُسْلِمَ إِذَا عَادَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ
"Sesungguhnya seorang muslim apabila menjenguk saudaranya yang muslim, maka ia senantiasa berada dalam taman surga hingga ia kembali." (HR. Muslim no. 2568)
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa "khurfah" artinya taman yang dipetik buahnya, maksudnya ia senantiasa mendapatkan pahala seperti orang yang berada di taman surga.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, yang meriwayatkan hadits ini dari Nabi ﷺ, adalah sosok yang sangat memperhatikan keadaan kaum muslimin. Suatu ketika, beliau menjenguk seorang sahabat yang sakit dan mendoakannya dengan doa yang diajarkan Nabi ﷺ. Beliau tidak pernah merasa berat untuk meluangkan waktu menjenguk saudaranya yang sakit, karena beliau memahami betul sabda Nabi ﷺ tentang keutamaan amalan ini.
Al-Hasan al-Bashri - semoga Allah merahmatinya - berkata: "Menjenguk orang sakit adalah termasuk amalan yang paling utama, karena di dalamnya terdapat tiga kebaikan: mendoakan kesembuhan, menghibur hati yang sakit, dan mengingatkan akan kematian."
Kesimpulan Praktis
- Menjenguk orang sakit adalah sunnah yang sangat dianjurkan dan termasuk hak muslim atas muslim lainnya.
- Setiap langkah menuju orang sakit dihitung sebagai amalan dalam rahmat Allah, dan pahalanya terus mengalir hingga kembali.
- Perbanyaklah doa kesembuhan ketika menjenguk, karena doa orang yang menjenguk mustajab.
- Jaga adab-adab menjenguk: tidak memperlama duduk, tidak membebani orang sakit dengan pertanyaan berlebihan, dan selalu memberikan semangat serta harapan.
- Jadikan menjenguk orang sakit sebagai sarana mengingat kematian dan mempersiapkan bekal untuk akhirat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.