Sunan Abu Dawud · Kitab Pajak, Kepemimpinan, dan Harta Rampasan · No. 3074

Bab Tentang Menghidupkan Tanah yang Mati

Hasan oleh Al-Albani

حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ، حَدَّثَنَا عَبْدَةُ، عَنْ مُحَمَّدٍ، - يَعْنِي ابْنَ إِسْحَاقَ - عَنْ يَحْيَى بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ " مَنْ أَحْيَا أَرْضًا مَيْتَةً فَهِيَ لَهُ " . وَذَكَرَ مِثْلَهُ قَالَ فَلَقَدْ خَبَّرَنِي الَّذِي حَدَّثَنِي هَذَا الْحَدِيثَ أَنَّ رَجُلَيْنِ اخْتَصَمَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ غَرَسَ أَحَدُهُمَا نَخْلاً فِي أَرْضِ الآخَرِ فَقَضَى لِصَاحِبِ الأَرْضِ بِأَرْضِهِ وَأَمَرَ صَاحِبَ النَّخْلِ أَنْ يُخْرِجَ نَخْلَهُ مِنْهَا . قَالَ فَلَقَدْ رَأَيْتُهَا وَإِنَّهَا لَتُضْرَبُ أُصُولُهَا بِالْفُئُوسِ وَإِنَّهَا لَنَخْلٌ عُمٌّ حَتَّى أُخْرِجَتْ مِنْهَا .

haddatsana hannadu ibnu assariyyi, haddatsana abdahu, an muhammadin, - yani abna ishaqa - an yahya ibni urwaha, an abihi, anna rasula allahi qala " man ahya ardhan maytahan fahiya lahu ". wadzakara mitslahu qala falaqad khabbarani adzi haddatsani hadza alhaditsa anna rajulayni akhtashama ila rasuli allahi gharasa ahaduhuma nakhlan fi ardhi alakhari faqadha lishahibi alardhi biardhihi waamara shahiba annakhli an yukhrija nakhlahu minha. qala falaqad raaytuha wainnaha latudhrabu ushuluha bialfuusi wainnaha lanakhlun ummun hatta ukhrijat minha.

Dari Urwah: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa menghidupkan tanah yang mati, maka tanah itu adalah miliknya." Dia kemudian menyampaikan sebuah tradisi serupa yang disebutkan di atas (No. 3067). Dia ('Urwah) berkata: Seseorang yang menyampaikan tradisi ini kepadaku mengatakan bahwa dua orang mengajukan sengketa mereka kepada Rasulullah ﷺ. Salah satu dari mereka menanam pohon kurma di tanah milik yang lain. Dia memutuskan untuk mengembalikan tanah kepada pemilik pohon kurma agar mengeluarkan pohon kurmanya. Dia berkata: Aku melihat ketika akar-akarnya dipukul dengan kapak. Pohon-pohon itu sudah tumbuh sepenuhnya, tetapi mereka dikeluarkan dari sana.

Penjelasan