Bab tentang Tebusan Tahanan dengan Uang
Hasan oleh Al-Albani
haddatsana ahmadu ibnu muhammadi ibni hanbalin, qala haddatsana abu nuhin, qala akhbarana ikrimahu ibnu ammarin, qala haddatsana simakun alhanafiyyu, qala haddatsana abnu abbasin, qala haddatsani umaru ibnu alkhatthabi, qala lamma kana yawmu badrin faakhadza - yani annabiyya - alfidaa anzala allahu azza wajalla ma kana linabiyyin an yakuna lahu asra hatta yutskhina fi alardhi ila qawlihi lamassakum fima akhadztum mina alfidai tsumma ahalla lahumu allahu alghanaima. qala abu dawuda samitu ahmada ibna hanbalin yusalu ani asmi abi nuhin faqala aysyin tashnau bismihi asmuhu asmun syaniun. qala abu dawuda asmu abi nuhin quradun waasshahihu abdu arrahmani ibnu ghazwana.
‘Umar bin Al Khattab berkata, “Pada hari Badr, Nabi ﷺ mengambil tebusan.” Kemudian Allah Yang Maha Tinggi menurunkan, “Tidak layak bagi seorang Rasul untuk memiliki tawanan perang hingga ia benar-benar menguasai negeri.” Kamu melihat pada harta dunia ini, tetapi Allah melihat pada akhirat. Dan Allah Maha Perkasa dan Bijaksana. Seandainya bukan karena ketetapan sebelumnya dari Allah, siksaan yang berat pasti akan menimpa kalian karena (tebusan) yang kalian ambil. Kemudian Allah menjadikan harta rampasan perang itu halal. Abu Dawud berkata, “Saya mendengar Ahmad bin Hanbal ditanya tentang nama Abu Nuh.” Dia berkata, “Apa yang akan kamu lakukan dengan namanya? Namanya adalah nama yang buruk.” Abu Dawud berkata, “Nama Abu Nuh adalah Qurad. Yang benar adalah namanya ‘Abd Al Rahman bin Ghazwan.