Bab Larangan Membakar Musuh dengan Api
Shahih oleh Al-Albani
haddatsana abu shalihin, mahbubu ibnu musa akhbarana abu ishaqa alfazariyyu, an abi ishaqa assyaybaniyyi, ani abni sadin, - qala ghayru abi shalihin ani alhasani ibni sadin, - an abdi arrahmani ibni abdi allahi, an abihi, qala kunna maa rasuli allahi fi safarin fanthalaqa lihajatihi faraayna hummarahan maaha farkhani faakhadzna farkhayha fajaati alhummarahu fajaalat tafrusyu fajaa annabiyyu faqala " man fajaa hadzihi biwaladiha ruddu waladaha ilayha ". waraa qaryaha namlin qad harraqnaha faqala " man harraqa hadzihi ". qulna nahnu. qala " innahu la yanbaghi an yuaddziba biannari ila rabbu annari ".
Telah menceritakan kepada kami Abu Salih, Mahbub bin Musa telah memberitahukan kepada kami Abu Ishaq Al-Fazari, dari Abu Ishaq Al-Syaibani, dari Ibn Sa'd, - bukan dari Abu Salih dari Al-Hasan bin Sa'd, - dari Abdurrahman bin Abdullah, dari ayahnya, ia berkata: "Kami bersama Rasulullah ﷺ dalam perjalanan. Ia pergi untuk keperluannya. Kami melihat seekor burung dengan dua anaknya, lalu kami menangkap kedua anaknya. Burung itu datang dan mulai mengembangkan sayapnya. Maka Nabi ﷺ datang dan berkata: "Siapa yang membuatnya bersedih karena anaknya? Kembalikan anaknya kepadanya." Ia juga melihat sebuah desa semut yang telah kami bakar. Ia bertanya: "Siapa yang membakar ini?" Kami menjawab: "Kami." Ia berkata: "Tidak sepatutnya menyiksa dengan api kecuali Tuhan api."