Bab Keutamaan Syahid
Hasan oleh Al-Albani
haddatsana utsmanu ibnu abi syaybaha, haddatsana abdu allahi ibnu idrisa, an muhammadi ibni ishaqa, an ismaila ibni umayyaha, an abi azzubayri, an saidi ibni jubayrin, ani abni abbasin, qala qala rasulu allahi : " lamma ushiba ikhwanukum biuhudin jaala allahu arwahahum fi jawfi thayrin khudhrin taridu anhara aljannahi, takulu min tsimariha, watawi ila qanadila min dzahabin muallaqahin fi zhilli alarsyi, falamma wajadu thiba makalihim wamasyrabihim wamaqilihim qalu : man yuballighu ikhwanana anna anna ahyaun fi aljannahi nurzaqu liala yazhadu fi aljihadi wala yankulu inda alharbi faqala allahu subhanahu : ana uballighuhum ankum. qala : faanzala allahu wala tahsabanna adzina qutilu fi sabili allahi amwatan ". ila akhiri alayahi.
Diriwayatkan dari Ibn Abbas: Rasulullah ﷺ bersabda: Ketika saudara-saudara kalian terkena musibah di perang Uhud, Allah menempatkan ruh-ruh mereka di dalam tubuh burung hijau yang pergi ke sungai-sungai surga, memakan buah-buahnya dan bersarang di lampu-lampu emas di bawah naungan Arsy. Kemudian ketika mereka merasakan manisnya makanan, minuman, dan tempat beristirahat mereka, mereka bertanya: Siapa yang akan memberitakan kepada saudara-saudara kami tentang kami bahwa kami hidup di surga dengan rezeki, agar mereka tidak merasa bosan dengan jihad dan tidak mundur dalam perang? Allah Yang Maha Tinggi berkata: Aku akan memberitakan kepada mereka tentang kalian; maka Allah menurunkan: "Dan janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati." hingga akhir ayat.