Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 2151 tentang Perintah mendatangi istri saat tergoda wanita lain

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita tentang bahaya memandang wanita yang bukan mahram, dan memberikan solusi syar'i bagi yang merasakan gejolak syahwat akibat pandangan tersebut, yaitu dengan segera menyalurkannya kepada istri (bagi yang sudah menikah). Ini adalah obat yang diajarkan Nabi ﷺ untuk menjaga kesucian diri dan hati.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Abu Dawud:

Teks Arab hadits di atas adalah riwayat dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, dari jalur Abu Az-Zubair dari Jabir.

Dalil Al-Qur'an yang Terkait:

Perintah menundukkan pandangan terdapat dalam firman Allah Ta'ala:

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.'" (QS. An-Nur [24]: 30)

Penjelasan Ulama:

Para ulama dari kalangan sahabat dan tabi'in, seperti Mujahid bin Jabr dan Qatadah, menafsirkan ayat ini sebagai perintah untuk menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan Allah. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini adalah perintah dari Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman untuk menundukkan pandangan mereka dari hal-hal yang haram.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:

  1. Bahaya Pandangan Pertama: Nabi ﷺ menggambarkan bahwa wanita itu "datang dalam bentuk setan." Ini adalah metafora yang sangat dalam. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa maknanya adalah bahwa wanita bisa menjadi sebab seseorang tergelincir ke dalam dosa, sebagaimana setan adalah sebab untuk berbuat dosa. Pandangan yang tidak terjaga adalah "panah beracun" dari setan yang dapat merusak hati dan iman seseorang.
  2. Solusi Syar'i untuk Menyalurkan Syahwat: Ketika seorang laki-laki yang sudah menikah merasakan gejolak syahwat karena melihat wanita lain, Nabi ﷺ memerintahkannya untuk segera mendatangi istrinya. Ini adalah solusi yang paling mulia dan paling menjaga kesucian. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam syarahnya menjelaskan bahwa ini adalah obat yang paling efektif karena menyalurkan energi syahwat pada tempat yang halal, sehingga hati menjadi tenang dan terhindar dari perbuatan zina.
  3. Perhatian Nabi ﷺ kepada Para Sahabat: Kisah ini menunjukkan betapa besarnya perhatian Nabi ﷺ terhadap kondisi psikologis dan spiritual para sahabatnya. Beliau tidak membiarkan mereka dalam keadaan gelisah, tetapi langsung memberikan solusi yang praktis dan jelas.
  4. Bagi yang Belum Menikah: Bagi pemuda yang belum mampu menikah, solusinya adalah dengan berpuasa, sebagaimana sabda Nabi ﷺ dalam hadits lain: "Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu (ba'ah), maka menikahlah, karena itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu adalah perisai baginya." (HR. Bukhari dan Muslim). Ini adalah pelengkap dari solusi yang diajarkan dalam hadits Abu Dawud ini.

Perbedaan Konteks: Hadits ini turun dalam konteks di mana para sahabat saat itu banyak yang masih dalam keadaan sulit atau belum mampu menikah, namun sebagian sudah menikah. Maka Nabi ﷺ memberikan solusi yang sesuai dengan kondisi masing-masing. Ini menunjukkan keindahan syariat Islam yang selalu memberikan jalan keluar yang terbaik.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa suatu ketika, Imam Ahmad bin Hanbal ditanya tentang seorang laki-laki yang memandang seorang wanita cantik dan hatinya terganggu. Maka Imam Ahmad menjawab dengan bijak, "Jika dia seorang yang saleh, maka Allah akan menjaganya." Ini menunjukkan bahwa ketakwaan adalah benteng utama. Namun, Nabi ﷺ tidak hanya menyuruh kita untuk bertakwa secara pasif, tetapi juga mengajarkan langkah aktif. Dalam hadits di atas, beliau mengajarkan untuk segera memutus was-was setan dengan kembali kepada pasangan halal. Ini adalah bentuk jihad terhadap hawa nafsu yang paling nyata.

Kesimpulan Praktis

  1. Jaga Pandangan: Ini adalah perintah langsung dari Allah dalam Al-Qur'an. Pandangan adalah pintu masuk utama bagi bisikan setan ke dalam hati.
  2. Segera Cari Solusi Halal: Jika Anda sudah menikah dan merasakan gejolak syahwat karena suatu hal, segeralah salurkan kepada istri Anda. Ini adalah obat yang diajarkan Nabi ﷺ.
  3. Bagi yang Belum Menikah: Perbanyaklah berpuasa sunnah dan sibukkan diri dengan ketaatan, serta bersungguh-sungguh untuk segera menikah jika telah mampu.
  4. Jangan Meremehkan Pandangan: Jangan pernah merasa aman dari fitnah pandangan. Anggaplah ini sebagai bahaya besar yang harus segera diobati.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?