Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 1342 tentang Akhlak Nabi dan shalat malamnya

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan tiga hal utama: (1) larangan meninggalkan dunia secara berlebihan seperti menceraikan istri hanya untuk berperang, karena Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik; (2) akhlak Rasulullah ﷺ adalah Al-Qur'an; (3) rincian shalat malam dan witir beliau, serta bahwa shalat malam pada awalnya wajib lalu menjadi sunnah setelah turunnya akhir Surah Al-Muzzammil. Hadits ini juga menunjukkan adab bertanya kepada ahlinya dan keutamaan Aisyah رضي الله عنها dalam meriwayatkan sunnah.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

Firman Allah ﷻ:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

(QS. Al-Ahzab [33]: 21)

Terjemahan: "Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian."

Firman Allah ﷻ:

يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ ۝ قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا

(QS. Al-Muzzammil [73]: 1-2)

Terjemahan: "Wahai orang yang berselimut, bangunlah pada malam hari, kecuali sedikit."

Hadits:

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Shalat Sunnah, Bab Shalat Malam, no. 1342. Sanadnya: Hafsh bin Umar ← Hammam ← Qatadah bin Di'amah as-Sadusi ← Zurarah bin Aufa ← Sa'd bin Hisham. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Muslim bin al-Hajjaj dalam Shahih-nya dengan lafaz yang lebih panjang.

Kaitan dengan ulama:

  • Qatadah bin Di'amah as-Sadusi (tabi'in) adalah perawi hadits ini, dikenal sebagai ahli tafsir dan hadits.
  • Imam an-Nawawi menjelaskan hadits ini dalam Syarh Shahih Muslim.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani membahasnya dalam Fathul Bari.
  • Ibnu Katsir menyebutkan konteks Surah Al-Muzzammil dalam Tafsir-nya.
  • Ibnu Rajab al-Hanbali membahas keutamaan shalat malam dalam Latha'if al-Ma'arif.

Penjelasan Rinci

1. Larangan berlebihan dalam meninggalkan dunia

Sa'd bin Hisham menceraikan istrinya dan ingin menjual tanahnya untuk membeli senjata dan berperang. Para Sahabat mengabarkan bahwa enam orang dari mereka pernah berniat demikian, namun Nabi ﷺ melarang mereka dan membacakan ayat:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

(QS. Al-Ahzab [33]: 21)

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan Rasulullah ﷺ adalah teladan sempurna dalam semua keadaan — dalam ibadah, jihad, muamalah, dan kehidupan keluarga. Beliau berjihad tetapi juga menikah dan memperhatikan keluarganya. Maka meninggalkan pernikahan secara total untuk berperang bukanlah sunnah beliau.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa larangan ini menunjukkan Islam menolak sikap ekstrem (ghuluw) dalam beribadah dengan mengorbankan hak-hak yang lain.

2. Akhlak Rasulullah ﷺ adalah Al-Qur'an

Ketika Sa'd bertanya tentang akhlak Nabi ﷺ, Aisyah رضي الله عنها menjawab:

"أَلَسْتَ تَقْرَأُ الْقُرْآنَ فَإِنَّ خُلُقَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ كَانَ الْقُرْآنَ"

"Apakah kamu tidak membaca Al-Qur'an? Sesungguhnya akhlak Rasulullah ﷺ adalah Al-Qur'an."

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan makna ini: Rasulullah ﷺ mengamalkan seluruh perintah Al-Qur'an dan menjauhi seluruh larangannya, sehingga akhlaknya sepenuhnya sesuai dengan Al-Qur'an. Beliau tidak marah kecuali untuk kebenaran, tidak berbicara kecuali yang bermanfaat, dan bersikap lembut kepada semua orang.

3. Shalat malam: dari wajib menjadi sunnah

Aisyah رضي الله عنها menjelaskan bahwa ketika awal Surah Al-Muzzammil turun, para Sahabat berdiri shalat malam hingga kaki mereka bengkak. Ayat penutup surah ini tidak turun selama dua belas bulan, kemudian turunlah:

عَلِمَ أَنْ لَنْ تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ

(QS. Al-Muzzammil [73]: 20)

Terjemahan: "Dia mengetahui bahwa kalian tidak akan mampu melakukannya, maka Dia menerima taubat kalian. Maka bacalah apa yang mudah dari Al-Qur'an."

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa awalnya shalat malam diwajibkan pada awal Islam, kemudian kewajiban itu diangkat (mansukh) dan menjadi shalat sunnah. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa ini menunjukkan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya dan bahwa syariat dibangun atas kemudahan.

4. Rincian witir Nabi ﷺ

Aisyah رضي الله عنها merinci:

  • Saat muda: 8 rakaat + 1 rakaat = 9 rakaat, duduk pada rakaat ke-8 dan ke-9, salam pada rakaat ke-9. Kemudian 2 rakaat duduk = 11 rakaat.
  • Saat tua: 7 rakaat, duduk pada rakaat ke-6 dan ke-7, salam pada rakaat ke-7. Kemudian 2 rakaat duduk = 9 rakaat.

Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa ini menunjukkan fleksibilitas jumlah rakaat shalat malam. Ibnu Hajar menyebutkan bahwa perbedaan ini karena kondisi fisik Nabi ﷺ yang berubah seiring usia.

5. Nabi ﷺ tidak berlebihan dalam ibadah

Aisyah رضي الله عنها menegaskan: Nabi ﷺ tidak pernah shalat sepanjang malam hingga pagi, tidak pernah membaca Al-Qur'an dalam satu malam penuh, dan tidak berpuasa sebulan penuh kecuali Ramadan. Ini menunjukkan sunnahnya bersikap seimbang (iqtishad) dalam ibadah.

Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menjelaskan bahwa ini bukan berarti beliau kurang ibadah, tetapi beliau menjaga kualitas dan kontinuitas (istiqamah) lebih dari kuantitas. Beliau bersabda: "Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan terus-menerus meskipun sedikit" (HR. Bukhari dan Muslim).

Story Telling

Sa'd bin Hisham adalah seorang tabi'in yang bersemangat dalam ibadah. Setelah menceraikan istrinya, ia ingin mengabdikan diri untuk jihad. Namun para Sahabat mengingatkannya bahwa Rasulullah ﷺ — yang paling mulia di antara manusia — tetap menikah, berkeluarga, dan berjihad. Maka semangat beragama harus diimbangi dengan ilmu dan mengikuti sunnah, bukan mengikuti hawa nafsu yang mengatasnamakan agama.

Ketika Sa'd bertanya kepada Ibnu Abbas tentang witir Nabi ﷺ, Ibnu Abbas — yang dikenal sebagai Tarjumanul Qur'an (juru bicara Al-Qur'an) — dengan tawadhu berkata: "Aku tunjukkan orang yang paling tahu tentang witir Rasulullah ﷺ, yaitu Aisyah رضي الله عنها." Ini menunjukkan adab ulama: mereka tidak malu mengakui kelebihan orang lain dan mengarahkan penanya kepada yang lebih tahu.

Sa'd kemudian meminta Hakim bin Aflah menemaninya. Hakim awalnya menolak, tetapi Sa'd memohon dengan sungguh-sungguh, akhirnya ia mau. Ketika mereka sampai, Aisyah رضي الله عنها bertanya: "Siapa ini?" Hakim menjawab: "Hakim bin Aflah." Aisyah bertanya: "Siapa bersamamu?" Hakim menjawab: "Sa'd bin Hisham." Aisyah berkata: "Hisham bin Amir yang dibunuh pada hari Uhud?" Sa'd menjawab: "Ya." Aisyah berkata: "Sungguh, ia adalah orang yang baik."

Kemudian Sa'd bertanya tentang akhlak Nabi ﷺ. Aisyah menjawab dengan jawaban yang sangat dalam: "Apakah kamu tidak membaca Al-Qur'an? Sesungguhnya akhlak Rasulullah ﷺ adalah Al-Qur'an." Ini adalah jawaban yang singkat namun mencakup segala hal — bahwa seluruh Al-Qur'an adalah gambaran akhlak beliau.

Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menyebutkan bahwa Aisyah رضي الله عنها adalah istri Nabi ﷺ yang paling banyak meriwayatkan hadits tentang kehidupan rumah tangga beliau, termasuk shalat malam, karena ia menyaksikan langsung ibadah beliau di rumah.

Kesimpulan Praktis

  1. Jangan berlebihan dalam beragama — Islam mengajarkan keseimbangan. Jangan meninggalkan kewajiban dunia (keluarga, pekerjaan) dengan alasan ibadah, karena Rasulullah ﷺ adalah teladan dalam semua aspek.
  2. Akhlak adalah cerminan Al-Qur'an — Jika ingin meneladani Nabi ﷺ, pelajarilah Al-Qur'an dan amalkan isinya, karena akhlak beliau adalah Al-Qur'an.
  3. Shalat malam adalah sunnah yang agung — Meskipun tidak wajib, shalat malam adalah kebiasaan para Sahabat dan Rasulullah ﷺ. Lakukan sesuai kemampuan, tidak perlu berlebihan.
  4. Istiqamah lebih baik dari banyak tapi terputus — Nabi ﷺ mengajarkan untuk menjaga amalan secara konsisten, meskipun sedikit.
  5. Bertanyalah kepada ahlinya — Seperti Sa'd yang bertanya kepada Ibnu Abbas lalu diarahkan kepada Aisyah, kita harus bertanya kepada ulama yang terpercaya dan mengikuti pemahaman salafus shalih.
  6. Adab dalam menuntut ilmu — Perhatikan bagaimana Sa'd memohon dengan lembut kepada Hakim bin Aflah untuk menemaninya, dan bagaimana Aisyah menjawab dengan penuh kasih sayang ("يا بني" — wahai anakku).

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?