Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa mengangkat kedua tangan saat berdoa meminta hujan (istisqa') adalah sunnah yang dicontohkan langsung oleh Nabi ﷺ. Allah menjawab doa beliau dengan hujan yang deras hingga memenuhi kebutuhan, lalu ketika diminta menghentikannya, beliau tersenyum dan berdoa dengan adab yang lembut: "Ya Allah, turunkanlah di sekitar kami, bukan kepada kami." Ini mengajarkan kita tentang tawadhu, adab dalam berdoa, dan keyakinan bahwa Allah Maha Mengatur alam.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Doa Meminta Hujan, Bab Mengangkat Tangan dalam Meminta Hujan (no. 1174), dari sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه.
Dalil Al-Qur'an yang berkaitan:
QS. Al-Baqarah [2]: 186
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Terjemahan: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi (segala perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran."
Kaitan dengan ulama:
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa mengangkat tangan dalam doa istisqa' adalah sunnah yang disepakati, dan beliau menyebutkan hadits Anas ini sebagai dalil utama.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya mengangkat tangan dalam doa, khususnya saat istisqa', dan bahwa doa Nabi ﷺ dikabulkan secara langsung.
- Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif mengutip hadits ini untuk menunjukkan betapa cepatnya Allah mengabulkan doa Nabi-Nya dan betapa besar rahmat Allah kepada hamba-Nya.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:
1. Mengangkat tangan dalam doa istisqa'
Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa mengangkat kedua tangan saat berdoa istisqa' adalah sunnah yang sangat dianjurkan, bahkan beliau menyebutkan bahwa hal ini lebih ditekankan daripada doa-doa biasa. Ini karena istisqa' adalah doa memohon sesuatu yang sangat dibutuhkan, yaitu air hujan.
2. Adab dalam berdoa
Perhatikan bagaimana Nabi ﷺ tidak langsung mengabulkan permintaan kedua orang yang mengadu, tetapi beliau berdoa dengan penuh adab. Ketika diminta menghentikan hujan, beliau tidak berdoa dengan kata-kata kasar seperti "hentikan hujan ini", tetapi dengan doa yang lembut: "حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا" (di sekitar kami, bukan kepada kami). Ibnu Hajar menyebutkan bahwa ini menunjukkan adab Nabi ﷺ yang sangat tinggi dalam berdoa, dan bahwa beliau tidak pernah meminta sesuatu yang bisa merugikan orang lain.
3. Tersenyumnya Nabi ﷺ
Ketika orang itu mengadu tentang rumah yang roboh, Nabi ﷺ tersenyum. Ibnu Rajab menjelaskan bahwa senyum beliau bukan karena menganggap remeh keluhan tersebut, tetapi karena beliau mengetahui bahwa hujan yang deras itu adalah tanda kasih sayang Allah, dan beliau tersenyum karena melihat betapa cepatnya perubahan keadaan—dari kekeringan menjadi banjir—yang menunjukkan kekuasaan Allah.
4. Keajaiban pengabulan doa
Anas bin Malik رضي الله عنه menggambarkan bahwa langit sebelumnya seperti cermin (tanpa awan), lalu dalam waktu singkat awan muncul, berkumpul, dan hujan turun dengan deras. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa ini adalah salah satu mukjizat Nabi ﷺ yang nyata, di mana doa beliau langsung dikabulkan oleh Allah.
5. Perbedaan pendapat tentang mengangkat tangan
Di antara ulama dalam daftar, Imam Abu Hanifah dan Imam Malik berpendapat bahwa mengangkat tangan dalam doa istisqa' adalah sunnah, namun ada perbedaan dalam teknisnya. Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat bahwa mengangkat tangan adalah sunnah yang ditekankan. Yang paling kuat adalah pendapat yang menyatakan bahwa mengangkat tangan adalah sunnah, berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lain yang shahih.
Story Telling
Anas bin Malik رضي الله عنه, yang merupakan pelayan Nabi ﷺ selama sepuluh tahun, menceritakan kisah ini dengan sangat detail. Beliau adalah saksi mata peristiwa tersebut. Bayangkan suasana Madinah saat itu: tanah kering, kuda dan kambing mati karena kekeringan, dan penduduk sangat membutuhkan air. Ketika Nabi ﷺ berdoa, langit yang tadinya bersih seperti cermin tiba-tiba berubah. Angin bertiup, awan muncul, dan hujan turun dengan derasnya. Anas berkata, "Kami keluar dari masjid dan melewati air hingga sampai ke rumah kami." Hujan terus turun selama seminggu penuh, hingga rumah-rumah mulai roboh. Ketika seorang lelaki mengadu, Nabi ﷺ hanya tersenyum dan berdoa dengan penuh kasih sayang. Anas kemudian melihat awan terpecah di sekitar Madinah seperti mahkota, dan hujan berhenti tepat di luar kota. Kisah ini menunjukkan betapa Allah mendengarkan doa Nabi-Nya dan betapa besar rahmat Allah kepada penduduk Madinah.
Kesimpulan Praktis
- Mengangkat tangan saat berdoa istisqa' adalah sunnah yang dicontohkan Nabi ﷺ, terutama saat memohon hujan.
- Berdoalah dengan adab yang lembut, tidak meminta sesuatu yang bisa merugikan orang lain.
- Yakinlah bahwa Allah Maha Mengabulkan doa, sebagaimana doa Nabi ﷺ dikabulkan dengan segera.
- Tersenyumlah dan bersikap tenang dalam menghadapi situasi yang sulit, sebagaimana Nabi ﷺ tersenyum ketika dihadapkan pada keluhan.
- Perbanyaklah istighfar dan taubat ketika terjadi kekeringan atau musibah, karena dosa adalah penyebab utama hilangnya keberkahan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.