Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menggambarkan secara praktis tata cara wudhu Nabi ﷺ sebagaimana yang dicontohkan oleh sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Poin pentingnya adalah: mencuci kedua telapak tangan tiga kali di awal wudhu, berkumur dan istinsyāq (menghirup air ke hidung) tiga kali, serta mengusap kepala dari depan ke belakang dan kembali ke depan sebanyak satu kali. Ini adalah salah satu bentuk penjelasan sunnah yang shahih tentang cara wudhu yang ringkas dan sesuai tuntunan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Thaharah, Bab Sifat Wudhu Nabi ﷺ, no. 112. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dan Imam Ahmad, dan para ulama menilainya shahih.
Dalil dari Al-Qur'an tentang perintah wudhu:
QS. Al-Ma'idah [5]: 6
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan usaplah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai ke kedua mata kaki."
Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah, seperti Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal, menjadikan hadits ini sebagai dalil bahwa mengusap kepala itu cukup sekali, dan caranya adalah dari depan ke belakang lalu kembali ke depan. Ini adalah pendapat yang kuat dan sesuai dengan praktik Nabi ﷺ.
Penjelasan Rinci
Hadits ini adalah bagian dari hadits panjang yang diriwayatkan oleh ‘Abd Khair, seorang tabi'in yang meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib. Dalam riwayat ini, Ali radhiyallahu ‘anhu mempraktikkan wudhu setelah shalat Subuh di tempat bernama ar-Rahbah (halaman masjid Kufah). Beliau sengaja memperagakan wudhu di hadapan orang banyak agar mereka belajar.
Beberapa pelajaran penting dari hadits ini:
- Mencuci kedua telapak tangan tiga kali di awal wudhu. Ini dilakukan sebelum berkumur, sebagai bentuk kebersihan dan persiapan mengambil air. Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zaad al-Ma'ad menjelaskan bahwa mencuci telapak tangan di awal wudhu adalah sunnah yang dianjurkan, terutama ketika bangun tidur, berdasarkan hadits lain.
- Berkumur dan istinsyāq (menghirup air ke hidung) tiga kali. Dalam riwayat ini, Ali melakukannya dengan satu telapak tangan, yaitu memasukkan tangan kanan ke dalam bejana lalu mengambil air untuk berkumur dan menghirup ke hidung sekaligus. Ini menunjukkan bolehnya menggabungkan berkumur dan istinsyāq dalam satu cidukan, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama.
- Mengusap kepala sekali, dari depan ke belakang lalu kembali ke depan. Ini adalah tata cara yang shahih. Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin Zaid bahwa Nabi ﷺ mengusap kepalanya dengan kedua tangan, dari depan ke belakang lalu kembali ke depan. Para ulama menjelaskan bahwa mengusap kepala cukup sekali, dan tidak perlu diulang tiga kali.
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa cara mengusap kepala yang paling sempurna adalah dari depan ke belakang lalu kembali ke depan, karena ini sesuai dengan hadits-hadits shahih. Adapun mengusap kepala tiga kali, sebagian ulama membolehkannya, namun yang lebih utama adalah sekali saja karena tidak ada dalil yang kuat untuk tiga kali.
Imam Asy-Syafi'i dalam Al-Umm menyebutkan bahwa mengusap kepala itu cukup dengan sebagian kepala, namun yang lebih utama adalah mengusap seluruh kepala. Ini berdasarkan hadits Abdullah bin Zaid dan hadits Ali di atas.
Story Telling
Ada kisah menarik tentang ketelitian para sahabat dalam mengajarkan wudhu. Suatu hari, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu diminta oleh seorang laki-laki untuk memperagakan wudhu Nabi ﷺ. Maka Ali pun berwudhu dengan sempurna, lalu berkata: "Beginilah wudhu Rasulullah ﷺ." (HR. Abu Dawud dan lainnya).
Kisah ini menunjukkan semangat para sahabat dalam menjaga dan menyampaikan sunnah Nabi ﷺ secara detail. Mereka tidak merasa berat untuk memperagakan ibadah di hadapan orang banyak demi pendidikan umat. Ini pelajaran bagi kita agar tidak malu bertanya atau belajar tentang tata cara ibadah yang benar.
Kesimpulan Praktis
- Niatkan wudhu karena Allah dan mulailah dengan mencuci kedua telapak tangan tiga kali.
- Berkumur dan menghirup air ke hidung masing-masing tiga kali, dan boleh digabung dalam satu cidukan.
- Usaplah kepala sekali dari depan ke belakang lalu kembali ke depan, karena ini yang paling sesuai dengan sunnah.
- Jangan berlebihan dalam berwudhu, karena Nabi ﷺ bersabda: "Sungguh akan datang suatu kaum yang berlebih-lebihan dalam bersuci." (HR. Abu Dawud, shahih).
- Pelajari tata cara wudhu dari sumber yang shahih, karena wudhu adalah syarat sahnya shalat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.